
Edi dan Siska saling pandang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Leoni. Terlebih Siska sedang berpikir mencari cara untuk mengambil hati Leoni, anak yang akan ikut bersamanya selama Edi disampingnya.
"Mm.. Begini sayang, nanti kak Sifa sama Mama bisa beli sendiri jadi Adek makan es krim nya dipuasin ya nanti kalau sudah dijalan kita gak bisa berhenti-berhenti buat makan es krim." bujuk Edi.
"Iya sayang, nanti tante belikan lagi ya kalau Adek masih kurang." ucap Siska ikut mencari perhatian kepada Leoni.
"Iya deh." jawab Leoni, kemudian dia melanjutkan acara makan es krim nya.
Akhirnya Siska dan Edi terlihat menghela nafas lega bisa membujuk Leoni untuk saat ini, meskipun besok-besok alasan apalagi yang akan mereka pakai akan mereka pikirkan nanti.
...****************...
Sedangkan dilain pihak, terlihat Erni yang masih menangis dikamarnya sambil mengeluarkan surat-surat penting yang sebagian sudah hilang dibawa Edi.
Sebenarnya dia ingin langsung menghubungi polisi tetapi baru beberapa jam dan pasti nanti polisi tidak bisa menindaklanjuti apalagi Leoni pergi dibawa oleh Ayahnya sendiri, maka perlu proses penyelidikan yang pasti rumit. Sedangkan untuk bercerita kepada Vera dan keluarganya pun masih Erni pikir berkali-kali karena Erni tidak mau selalu saja merepotkan keluarga Vera yang sudah begitu baik kepadanya.
__ADS_1
Didalam kamar, Sifa ingin sekali minum susu sebelum tidur jadi dia keluar kamar untuk mencari keberadaan Ibunya. Ketika melewati kamar Ibunya Sifa melihat Ibunya sedang menangis. Kemudian tanpa menunggu lama lagi Sifa pun masuk ke dalam kamar dan menghampiri Ibunya.
"Mama kenapa menangis?" tanya Sifa sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi sang Ibu.
Karena tidak ingin anaknya menjadi sedih akhirnya Erni pun mencoba tersenyum didepan anaknya meskipun sangat berat untuk ia lakukan.
"Tidak apa-apa kak, Mama tadi kena debu matanya." bohong Erni sambil mengibas-ibas matanya.
"Ya sudah Mama jangan menangis ya kan masih ada kakak, kakak akan selalu ada sama Mama." ucap Sifa sambil memeluk Erni dengan erat.
Kalau tiba saatnya nanti Sifa sudah dibawa ke Surabaya sedangkan Leoni pun dibawa Edi entah kemana, harus bagaimana Erni nanti? Dia tidak bisa membayangkan akan hidup seorang diri tanpa suami dan anak-anaknya.
Ah.. Erni tidak tahu harus berbuat apa!.
Dia hanya bisa pasrah dengan jalan hidupnya.
__ADS_1
Akhirnya setelah membuatkan susu Sifa, Erni pun mengajak Sifa untuk masuk ke dalam kamarnya untuk tidur siang.
Sedangkan Erni terlihat melamun di teras rumahnya. Sambil terus berpikir dibawa kemana kira-kira Leoni.
Akhirnya setelah beberapa saat berpikir, Erni ingat tentang rumah yang waktu itu sempat dia selidiki bersama dengan Vera. Yang orang bilang bahwa penghuninya adalah seorang janda. Erni jadi berpikir bahwa mungkin saja Edi membawa Leoni ke tempat itu.
"Ah.. Aku harus mendatangi rumah itu. Jadi mau tidak mau aku harus menghubungi Vera dulu." batin Erni.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
Jangan lupa mampir ke karya aku yang sudah tamat dan masih on going ya kak 🙏
__ADS_1