Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 37


__ADS_3

Begitu melihat Edi, Siska tidak langsung begitu saja bersikap sok baik kepadanya. Tetapi Siska lebih memperhatikan Edi dulu. Mulai dari penampilannya, wajahnya terlebih barang-barang branded yang dipakai oleh Edi.


Selama belum menikah memang Edi sudah memiliki barang-barang branded sendiri karena gaji dia bekerja lebih dari cukup untuk kehidupannya sendiri. terlihat dari jam tangan, kemeja, celana panjang dan bahkan sepatu.


Siska juga bukan orang bodoh yang tidak bisa membedakan barang bermerk dan bukan. Karena hampir setiap hari dia bertemu dengan orang-orang yang memiliki barang-barang seperti itu.


Setelah cukup puas memperhatikan Edi dan menentukan bahwa Edi adalah target selanjutnya, Siska pun melakukan aksinya untuk merayu.


"Ehm.. Saya pindah duduk depan aja Mas biar lebih gampang kasih rute jalannya nanti." kata Siska dengan suara manja dan seksinya.


Tanpa menunggu jawaban dari Edi, Siska segera keluar dan pindah ke depan untuk duduk disebelah Edi. Karena memang mobilnya belum melaju.


Setelah duduk didepan dengan sengaja Siska mengangkat 1 kakinya untuk dia taruh diatas kakinya yang lain. Sehingga paha mulus milik Siska itu terpampang nyata. Dan Siska dengan sengaja memiringkan tubuhnya sehingga Edi bisa melihat dengan jelas belahan semangka yang menyembul tanpa permisi dikemeja Siska.


Sebagai laki-laki normal tentu saja Edi akan merasa terang-sang. Dia sengaja Edi terus melirik ke arah Siska dan entah kenapa tiba-tiba saja sesuatu yang berada dibawahnya terasa penuh sesak hanya dengan melihat saja. Edi tidak bisa membayangkan akan bagaimana bila dia merasakannya.


Edi mengusap wajahnya dengan kasar, mencoba menghalau pikiran kotornya. Siska yang melirik tingkah Edi pun hanya tersenyum dalam hati.


"Kena kau!" batin Siska.

__ADS_1


Selama perjalanan mereka mengobrol santai, dan Siska mencari informasi sebanyak-banyaknya dari Edi tentang siapa dia dan dimana alamat rumahnya. Dan Edi pun tidak menutupi sedikitpun tentang statusnya saat ini. Tetapi bagi Siska hal itu tidak masalah, karena Siska bisa melakukan banyak hal, pikirnya.


"Stop di depan itu aja ya Mas, gak usah masuk gang soalnya aku harus absen dulu." ucap Siska begitu sudah sampai di Mall tempatnya bekerja.


"Gak apa-apa kog kalau mau masuk ke dalam sekalian Mbak." tawar Edi.


"Masuknya kapan-kapan aja deh Mas eh.." kata Siska dengan sengaja dan menutup mulutnya dengan 1 tangan.


"Ekhem..." Edi berdehem untuk menetralkan tenggorokannya.


"Ya sudah aku turun ya Mas, nanti kalau aku butuh sama Mas Edi boleh kan chat ke nomor yang tertera di aplikasi tadi?" tanya Siska.


"Ya siapa tahu aja nanti aku langganan taksi online nya Mas Edi aja, kan uda tahu tempat kerjaku jadi biar aku gak bolak-balik kasih rute ke orang baru." alasan Siska.


Masuk akal sih, karena dengan begitu dia nanti akan bisa lebih mudah menggaet mangsanya. Dan Siska berpikir bahwa Edi sudah mulai tertarik kepadanya meskipun masih dipikir.


"Ow gitu Mbak. Ya sudah terserah Mbak aja." jawab Edi sopan.


Siska pun membuka pintu mobil dan keluar sengaja menjatuhkan tasnya di dekat pintu sehingga Siska menundukkan tubuhnya untuk mengambil tas. Sehingga terpampang nyata sesuatu yang berwarna dibalik rok pendeknya.

__ADS_1


Edi pun yang melihat itu seketika membulatkan matanya, membayangkan betapa sintal bo-kong Siska. Siska pun tersenyum dalam hati, lagi-lagi Edi masuk dalam jebakannya.


"Makasih ya Mas, saya permisi dulu." pamit Siska dengan suara yang sangat seksi.


"I-iya Mbak hati-hati." jawab Edi dengan terbata, karena pikirannya masih terfokus dengan segala yang ada ditubuh Siska.


Begitu Siska sudah menghilang dari hadapannya, Edi segera mengusap wajahnya dengan kasar dan merasakan betapa sesak yang ada dibawah sana.


"Huft.. Harus dituntaskan ini, kalau gak mana bisa aku seharian fokus kerja." keluh Edi.


Kemudian Edi melajukan mobilnya untuk mencari tempat yang agak sepi kemudian dia menepi. Dan dia segera mengeluarkan sesuatu yang sudah sesak daritadi selama Siska ada disampingnya.


Edi segera melakukan ritual so-lo sambil membayangkan dia melakukan dengan Siska, bagaimana semangkanya yang tumpah-tumpah, pahanya yang mulus dan bo-kong sintalnya yang sangat aduhai. Untung saja kaca mobil Edi tidak terlihat dari luar sehingga dia bisa menuntaskan has-ratnya itu.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2