Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 23


__ADS_3

6 bulan berlalu begitu cepatnya, persiapan kedua calon pengantin sudah memasuki 100 persen. Dan tidak terasa besok adalah hari pengesahan mereka menjadi suami istri.


Dan karena sesuai adat jawa, maka mereka tidak diijinkan bertemu dahulu selama 1 minggu. Erni melalui itu semua dengan cara mengalihkan perhatian untuk mengerjakan sesuatu di rumah supaya dia tidak terlalu fokus ingin bertemu dengan Edi.


Tetapi tidak dengan Edi, dia sangat susah menahan kangen terhadap Erni. Karena 6 bulan terakhir ini mereka selalu menghabiskan waktu bersama, jadi secara otomatis Edi pun merasa kehilangan meski hanya 1 minggu saja. Sedangkan untuk sekedar menghubungi lewat telepon pun dilarang.


Sore harinya Erni melakukan perawatan di seluruh tubuhnya, supaya besok pada hari pernikahannya dia terlihat lebih fresh. Dan juga tidak lupa saat malam pertama nanti pun dia sudah siap memberikan hak nya kepada sang suami. Dan tidak lupa sang sahabat yang senantiasa mendampinginya kemanapun dia pergi.


"Wah enaknya yang besok uda jadi istri orang, trus aku kapan." kesal Vera dengan cemberut. Saat ini dia juga melakukan perawatan seperti Erni tetapi bedanya Vera hanya perawatan tubuh biasa bukan perawatan yang diperuntukkan untuk calon pengantin.


Tidak marah dengan perkataan Vera, Erni justru terkekeh melihat tingkah temannya tersebut.

__ADS_1


"Ya makanya kamu buruan cari calon donk Ver, jangan cuma kerja terus aja. Kerja boleh tapi juga perlu ada yang menyemangati." saran Erni dengan sengaja menggoda sahabatnya itu.


"Iya besok aku mau cari 10 langsung aja biar makin semangat!" kesal Vera karena terus saja digoda oleh Erni.


Erni pun semakin tertawa mendengar celotehan Vera. Dan mereka kembali menikmati pijatan pada punggung mereka masing-masing sampai selesai.


Setelah dari salon perawatan, Vera dan Erni kembali ke rumah dengan menggunakan taksi online. Vera malam ini sengaja menginap dirumah Erni karena dia ingin malam ini menjadi malam terakhir mereka tidur bersama, karena besok malam Erni sudah dipastikan tidak bisa lagi tidur bersama dengannya. Selain itu Vera pun besok akan menjadi pengiring pengantinnya Erni.


Begitu Vera dan Erni sampai dirumah, mereka disambut oleh baby Sifa dengan antusias karena saat ini baby Sifa belum tidur.


"Halo cantik anak gemoy, mami kangen!" seru Vera sambil menggendong baby Sifa yang saat itu sedang duduk dikarpet didepan televisi.

__ADS_1


Vera memang minta dipanggil mami dan Erni dipanggil mama. Karena memang dia ikut merawat baby Sifa. Yang digendong pun sambil loncat-loncat senang. Dan Erni pun juga ikut menyapanya dengan menciumi pipi baby Sifa yang berada di gendongan Vera.


Vera dan Erni pun bermain sebentar dengan baby Sifa sampai mengantuk. Dan Bu Ijah membawanya untuk tidur dikamar bersamanya.


Vera dan Erni juga bersiap akan beristirahat. Mereka masuk ke kamar Erni. Vera duduk di sisi ranjang sedangkan Erni masih sibuk kembali mengecek persiapan segala sesuatu yang akan dibutuhkan untuk esok hari. Vera hanya melihat Erni yang mondar mandir dengan mata berkaca-kaca. Karena merasa sangat terharu bisa melihat bahkan mendampingi sang sahabat untuk menikah. Vera tahu betul bagaimana perjuangan hidup Erni sejak dulu, dan di dalam hati dia selalu berdoa bahwa Erni dan Edi benar-benar bisa membina rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warohmah.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2