
Sedangkan didalam travel, Leoni merasakan kehampaan. Di satu sisi dia merasa senang karena akan segera bertemu dengan Mamanya tetapi di sisi yang lain Leoni merasa kehilangan karena Papanya tidak ikut serta dengannya dan bahkan entah akan pergi kemana.
Siti yang memahami keadaan Leoni pun segera memeluk Leoni dan membawanya ke dalam pelukannya. Tanpa banyak ucapan tetapi Leoni tahu bahwa Siti memberinya kekuatan melalui sebuah pelukan yang hangat.
"Adek bobok aja ya nanti kalau uda sampai Mbak bangunin." ucap Siti yang masih memeluk Leoni.
Leoni hanya menganggukkan kepala didalam pelukan Siti dan Siti bisa merasakan itu.
Akhirnya Leoni pun mencoba untuk memejamkan matanya supaya bisa segera sampai dan bertemu dengan kedua orang yang selama ini dia tinggalkan.
...****************...
Sedangkan di lain pihak, Vera dan Erni baru saja tiba dari Mall. Mereka berdua memutuskan untuk segera pulang karena akan hujan dan mereka memilih ketika hujan datang mereka akan bermalas-malasan didalam rumah.
Setelah keduanya selesai membersihkan diri, benar saja hujan turun dengan deras bahkan sesekali suara guntur pun menggema didalam rumah.
Vera dan Erni saat ini sudah berbaring di depan televisi dengan ditemani beberapa camilan dan juga minuman hangat yang sudah terlebih dahulu mereka siapkan sebelumnya.
__ADS_1
1 jam berlalu, mereka masih asyik menikmati kemalasan mereka. Dan tiba-tiba saja ditengah hujan deras ada suara seseorang mengetuk pintu. Karena memang suara hujan yang deras dan juga betah berbaring keduanya pun tidak mendengarnya.
Hingga beberapa saat berlalu suara ketukan pintu masih terdengar. Dan tentu saja karena lama tidak dibukakan kedua orang yang berada diluar pun merasa kedinginan. Karena ketika turun dari travel mereka berlari menembus hujan untuk bisa sampai dihalaman rumah Erni. Dan saat ini Siti sedang menggendongnya supaya tidak terlalu merasakan kedinginan karena pelukan yang diberikan oleh Siti.
"Ver kayaknya ada yang ketuk pintu deh." ucap Erni dengan memelankan suara televisi yang sedang mereka lihat dengan menggunakan remot.
Dan setelah Vera mendengarkan, benar saja ada orang yang mengetuk pintu.
"Ahh siapa sih hujan-hujan gini bertamu. Gak tau apa orang lagi santai." gerutu Vera, tetapi meskipun begitu dia bangkit dari berbaringnya dan berjalan menuju pintu untuk dibukanya.
Erni hanya terkekeh melihat sahabatnya itu.
Karena terlalu terkejut Vera pun tidak bisa berkata-kata. Dia hanya bisa memandang Leoni yang saat ini juga sedang memandangnya dengan tersenyum.
"Er... Erni!" seru Vera dengan terbata.
Erni yang merasa Vera memanggilnya pun menghampiri Vera yang masih berada dipintu.
__ADS_1
"Siapa Ver tamunya? Kenapa gak disuruh masuk?" tanya Erni karena memang belum tahu siapa yang datang dan posisi berdiri Vera pun menghalangi Erni untuk bisa melihat keluar.
"Itu.. Er.." ucap Vera menoleh kepada Erni yang berada dibelakangnya.
"Siapa?" tanya Erni penasaran dan dia membuka pintu lebih lebar supaya bisa melihat orang yang datang kerumahnya hujan-hujan begini.
Begitu mata mereka saling bertemu pandang, dari sana seakan mengatakan bahwa hanya kerinduan yang ada didalamnya.
"Mama.. Mommy..!" seru Leoni, meskipun dia merasa kedinginan tetapi tetap antusias ketika bertemu dengan orang-orang yang menantikannya.
Suara Leoni seketika mengembalikan kesadaran 2 wanita dewasa yang ada didepannya.
"Leoni..." lirih Vera dan Erni bersamaan.
...****************...
Ahhh akhirnya ketemu kan sama emaknya 🤭
__ADS_1
Rasanya itu kayak bisul yang pecah kah? 🤪🤣
Uda 3 bab ini tolong disebarin hadiah 🙏