Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 63


__ADS_3

Sore hari pun tiba, sesuai dengan janji Vera akhirnya dia menjemput Erni dan juga Sifa dirumah mereka. Vera sengaja tidak memasukkan mobilnya dihalaman rumah tetapi hanya diparkir diluar rumah agar bisa segera pergi.


Begitu melihat Erni dan Sifa, Vera pun keluar dari mobilnya untuk menghampiri mereka.


"Kita langsung aja Er biar gak terlalu malam nanti pulangnya." ajak Vera.


"Kamu gak istirahat dulu Ver? Gak capek?" tanya Erni, karena Vera baru saja pulang bekerja jelas saja dia merasa capek setelah seharian bekerja.


"Gak apa-apa langsung jalan aja."


Akhirnya mereka pun segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah Vera. Sebelumnya Vera sudah menceritakan semuanya kepada Ibunya Vera, jadi ketika nanti mereka datang Ibunya Vera sudah siap untuk mengajak Sifa masuk ke rumah sedangkan Vera dan Erni akan langsung pergi menuju ke rumah yang kemarin sempat mereka datangi.


30 menit berlalu akhirnya mereka sampai di rumah Vera. Begitu berhenti Sifa segera turun dan disambut oleh Ibunya Vera.


"Halo sayang ayo masuk, Oma kangen sama kamu." ajak Ibunya Vera kepada Sifa. Kemudian Sifa pun berjalan terlebih dahulu untuk masuk ke dalam rumah.


Erni pun turun sebentar untuk memberi salam kepada Ibunya Vera dan menitipkan Sifa sebentar.


"Tante titip Sifa sebentar ya." ucap Erni dengan suara yang bergetar hampir menangis.

__ADS_1


"Uda kamu tenang aja gak usah mikirin Sifa, yang penting selesaikan dulu masalah kamu urusan Sifa nanti biar Tante yang tangani."


"Kamu yang sabar aja ya Er, semua masalah pasti ada jalan keluarnya kog." lanjut Ibunya Vera.


Mendengar perkataan Ibunya Vera seketika Erni menghambur memeluk Ibunya Vera dengan erat. Dan Ibunya Vera pun mengelus punggung Erni untuk menyalurkan kekuatan sebagai orang tua kepada anaknya.


Dari dalam mobil Vera melihat pemandangan itu dan ikut merasakan kesedihan.


Akhirnya mereka pun bergegas untuk menuju rumah itu. Setelah melewati drama kemacetan karena jam pulang kerja, mereka sampai juga dirumah yang kemarin sempat mereka datangi itu. Disana terlihat cukup sepi dan gelap seperti tidak ada orang didalam rumah itu.


Tetapi Vera dan Erni tidak mau mundur, mereka keluar dari mobil dan mencoba mendekat ke arah rumah tersebut. Kebetulan ada seorang tetangga ibu-ibu yang melewati mereka. Kemudian Vera pun menghentikannya untuk bertanya.


"Maaf Mbak siapa? Apa Mbak pemilik baru rumah itu?" sang Ibu balik bertanya.


"Maksudnya Bu?" tanya Vera dengan mengerutkan kening dan sekilas menatap Erni yang sedang memperhatikan mereka berbincang.


"Itu kan rumah Mbak Siska janda itu Mbak, katanya dijual trus baru kemarin ada yang beli dan langsung akan ditempati minggu depan. Saya pikir Mbaknya pemilik baru rumah itu." terang Ibu tersebut.


"Trus sekarang Mbak Siska nya kemana Bu?" tanya Vera yang tahu nama Siska dari keterangan Ibu tersebut.

__ADS_1


"Mbak Siska nya pindah ke luar kota Mbak dari habis terjual itu langsung pindah." jawab Ibu tersebut sesuai dengan apa yang dia tahu.


Seketika Erni pun menjadi lemas karena jalan satu-satunya yang dia tahu seakan sudah buntu dan tidak ada jalan lagi.


"Kalau boleh tahu waktu kemarin Mbak Siska nya pindah apa dibantu seseorang gitu Bu?" tanya Vera mencoba bertanya apakah Edi bersama dengan Siska.


"Setahu saya tidak Mbak, Mbak Siska nya sendiri dia pakai jasa buat pindahan. Ya maklum lah Mbak kan janda jadi apa-apa sendiri." jelas Ibu tersebut.


Akhirnya Vera pun berterima kasih sudah diijinkan untuk bertanya-tanya dan mengijinkan Ibu tersebut untuk kembali menuju kemana beliau akan pergi sebelumnya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Ayo hadiahnya jangan lupa ya kak 🙂


Sudah rajin up ini 🤭


Jangan lupa mampir dikarya aku yang lain 😘

__ADS_1


__ADS_2