Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 47


__ADS_3

Begitu pulang dari mengantar sekolah Sifa dan Leoni, Erni segera membuka tokonya. Sambil menunggu ada pembeli Erni duduk diteras rumahnya karena memang tokonya berada didepan rumahnya. Disana Erni melamun dia memikirkan suaminya yang banyak berubah akhir-akhir ini.


Sampai-sampai Vera sudah berdiri didepan dan sudah memanggilnya berkali-kali tidak didengar oleh Erni karena memang pikirannya sedang tidak berada ditempat. Karena Vera datang dengan menggunakan ojek online sehingga Erni tidak mengetahui ada mobil masuk ke halaman rumahnya.


"Erni! Ngapain sih melamun terus? Dipanggil dari tadi juga gak denger-denger." sebal Vera karena memang sejak dia turun dari ojek sudah memanggil Erni.


"Eh Vera, kapan kamu datang? Mana mobil kamu?" tanya Erni tanpa menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.


"Mana tahu kamu kalau aku datang, kamu aja asyik melamun terus dari tadi. Kenapa sih ada masalah?" tanya Vera sambil duduk disebelah Erni.


"Kamu gak kerja? Kog pagi-pagi uda kesini?" tanya Erni yang masih belum mau terbuka.


Vera yang sudah paham dengan Erni sudah bisa menebak jika Erni pasti sedang ada masalah tetapi dia tidak mau terlalu mendesak Erni untuk bercerita karena bagaimanapun Erni sudah ber rumah tangga sehingga Vera tidak mau terlalu ikut campur rumah tangga mereka kecuali Erni sendiri yang bercerita.


Vera menghela nafas pelan sebelum menjawab pertanyaan Erni.


"Aku ambil libur, emang sengaja kesini karena kangen sama anak-anak. Nanti sepulang mereka sekolah aku mau ajak mereka jalan-jalan." Vera mengutarakan maksud kedatangannya kerumah Erni. Karena memang Vera sudah menganggap Sifa dan Leoni seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


"Mobil ada dibengkel nanti kita perginya naik taksi online aja." lanjut Vera.


"Ow gitu, iya gak apa-apa." jawab Erni yang kemudian menundukkan wajahnya.


"Kamu kenapa? Ada masalah apa? Kalau mau kamu bisa cerita ke aku, dari pada kamu pendam sendiri Er." tanya Vera dengan memegang tangan Erni yang saat itu berada dipangkuannya.


"Aku bingung Ver harus cerita darimana. Aku sendiri gak ngerti." Erni kembali menunduk bahkan meneteskan air matanya.


Vera yakin pasti masalah yang dihadapi Erni sangat berat karena untuk bercerita saja Erni sangat susah.


Beberapa saat hening sejenak, hanya isak tangis Erni yang terdengar. Dan Vera memang sengaja membiarkan itu supaya Erni bisa lebih lega setelah menangis.


Setelah dirasa cukup tenang, Erni menyeka air mata dengan tisu yang ada diatas meja. Kemudian dia menghela nafas panjang sebelum akhirnya berbagi cerita dengan Vera.


"Aku merasa Mas Edi akhir-akhir ini berubah Ver." lirih Erni.


"Berubah gimana?" tanya Vera dengan mengerutkan kening karena belum mengerti arah pembicaraan Erni.

__ADS_1


"Dia berubah, seakan sudah tidak punya waktu lagi untuk keluarga. Untuk anak-anak dia juga sudah jarang bermain bersama, apalagi sama aku hampir 2 bulan ini aku tidak pernah disentuhnya. Setiap aku ajak dia selalu saja beralasan capek karena seharian kerja kalau sudah gitu nanti bandingin enakan aku kerjaannya dirumah aja.."


Vera masih belum menanggapi dia akan menjadi pendengar setia terlebih dahulu.


"Pagi-pagi uda berangkat kerja nanti pulangnya hampir tengah malam langsung ganti baju terus tidur, kalau aku tanya katanya banyak penumpang. Waktu aku cek bajunya setiap pulang kerja pasti wangi parfum cewek. Awalnya sih aku masih positif thingking Ver, aku masih bisa mikir itu pasti bau parfum dari penumpang, tapi setiap hari wangi parfumnya itu sama gak mungkin kan semua penumpang pakai parfum yang sama. Aku bukan wanita yang bisa dibodohi Ver." tangis Erni semakin menjadi.


"Trus maksud kamu Mas Edi..."


"Iya pasti Mas Edi selingkuh Ver." Erni memotong pembicaraan Vera, karena Erni tahu apa yang akan ditanyakan oleh Vera.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mampir kak dikarya yang lain 👇


__ADS_1


__ADS_2