
Setelah mendapatkan informasi tersebut akhirnya Vera dan Erni kembali ke dalam mobil. Keduanya duduk dengan pandangan menerawang jauh ke depan. Baik Vera maupun Erni tidak tahu lagi harus mencari kemana, apalagi mereka pergi ke luar kota yang entah di daerah mana. Kalaupun masih berada di kota yang sama masih bisa ada kesempatan bertemu tetapi ini di luar kota yang entah dimana.
Akhirnya setelah merasa cukup baikan, Vera melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah. Setelah 1 jam berlalu akhirnya mereka sampai juga dirumah Vera tanpa adanya drama kemacetan. Erni turun dengan berjalan pelan hingga sampai di depan pintu dan disambut oleh Ibunya Vera.
"Gimana, ketemu gak?" tanya Ibunya Vera.
Erni pun hanya diam saja dengan terus berjalan dan duduk disofa. Sedangkan Sifa sedang berada diruang keluarga untuk menonton acara televisi.
Ibunya Vera tahu jika pasti usaha mereka mencari sia-sia tanpa adanya jawaban dari mulut Erni, karena sikap Erni sudah menunjukkan itu semua.
Begitu Vera masuk ke dalam rumah dia juga duduk disebelah Erni. Sedangkan Ibunya Vera pun ikut berkumpul bersama dengan mereka. Akhirnya Vera pun menceritakan apa yang mereka alami tadi. Erni hanya terisak dia tidak tahu lagi akan mencari kemana suami dan anaknya itu.
"Ya sudah Tante juga gak tahu harus bagaimana, yang jelas kamu tetap sabar dan banyak berdoa ya Er."
__ADS_1
"Untuk malam ini kalian menginap saja disini, Tante tidak mau kamu sama Sifa kenapa-kenapa." lanjut Ibunya Vera.
Erni pun tak kuasa menolak kebaikan dari keluarga Vera. Akhirnya malam itu Erni dan Sifa menginap dirumah Vera.
Seperti orang kebanyakan yang sedang banyak pikiran, tentu saja Erni tidak bisa memejamkan mata. Pikirannya terus memikirkan segala hal yang terjadi dalam hidupnya. Hingga hampir subuh dia baru saja bisa memejamkan matanya, ketika dia sudah berserah kepada sang pemilik hidupnya.
...****************...
Sedangkan di lain pihak, Edi dan Siska memutuskan untuk menginap di hotel untuk malam ini. Karena Edi merasa lelah setelah seharian menyetir dia butuh istirahat untuk memulihkan tenaganya untuk esok hari kembali melakukan perjalanan menuju rumah yang sudah Siska beli.
Seperti malam ini ketika Leoni sudah tertidur nyenyak di ranjangnya, diranjang sebelahnya malah terjadi pergulatan panas disana. Untuk kali ini Siska tidak bisa mengeluarkan suara ******* yang keras karena akan mengganggu tidur Leoni yang ada didekatnya.
Saat ini Siska yang berada diatas tubuh Edi, karena Edi merasa lelah dan meminta Siska memberikan servis terbaiknya.
__ADS_1
"Ah.. Terus Yank enak banget goyangan kamu." lirih Edi sambil memejamkan matanya menikmati setiap gerakan yang dilakukan Siska. Tidak lupa tangannya memegang pinggang Siska untuk membantunya semakin menekan tubuh Siska agar sesuatu yang dibawah sana semakin melesak ke dalam.
Siska pun terus bergoyang diatas tubub Edi dengan gerakan yang eksotis, dia meliuk-liukkan tubuhnya seolah sedang menari diatas tubuh Edi. Edi sedikit mengangkat kepalanya untuk bisa mencapai sesuatu yang besar yang berada dihadapannya. Dia menye-sap dan memain-kan pucuknya sehingga membuat Siska semakin liar berada diatas tubuh Edi.
Beberapa saat kemudian keduanya mengalami pelepasan bersama, dengan suara ******* tertahan. Dan Siska ambruk diatas tubuh Edi dengan nafas yang terengah. Kemudian Edi pun mengecup kening Siska.
"Kamu luar biasa sayang." bisik Edi tepat ditelinga Siska, sedangkan Siska hanya tersenyum mendengar pujian dari Edi.
...****************...
Tetap semangat 💪
WOW yang panas semakin panas ðŸ¤
__ADS_1
Enaknya diapain si Edi ini ya? 🤔