
Begitu sampai di toko sovenir, Erni dan Edi segera mencari barang-barang yang diperlukan untuk pernikahan mereka. Meskipun terkadang ada selisih paham antara mereka tetapi tidak membuat mereka bertengkar. Mereka bisa saling memahami satu sama lain.
Hampir semuanya sudah mereka selesaikan hari itu juga tetapi masih belum maksimal karena waktu yang sudah cukup petang tanpa mereka sadari. Akhirnya mereka menyudahi dulu dan akan dilanjutkan minggu depan ketika mereka ada waktu libur.
Sebelum pulang ke rumah mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu, jadi ketika mereka nanti sudah sampai dirumah bisa langsung beristirahat. Mereka memilih menu sederhana yang memang menjadi makanan favorit mereka.
Setelah selesai mereka segera pulang ke rumah dan tidak lupa membelikan makanan juga untuk Bu Ijah, tetapi sebelumnya sudah mengirim pesan kepada Bu Ijah untuk tidak memasak.
Begitu sampai di rumah, Erni disambut oleh Bu Ijah dan baby Sifa yang sedang menunggu mereka di ruang tamu.
"Halo sayangnya mama, uda mandi ya uda cantik hmm.. harumnya!" seru Erni sambil menciumi anak angkatnya tersebut. Dan terlihat baby Sifa yang senyum-senyum karena melihat Erni. Begitu juga Edi melakukan hal yang sama.
"Bu Ijah makan dulu aja, biar baby Sifa sama aku dulu disini nanti habis itu gantian aku juga mau mandi Bu." ucap Erni sambil menyerahkan bungkusan berisi makanan untuk Bu Ijah.
Bu Ijah menerimanya dan segera berlalu ke dapur untuk makan, tetapi sebelumnya mengucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada Erni dan Edi.
Begitu Bu Ijah pergi ke dapur Edi mengambil baby Sifa dari stroller dan menggendongnya.
__ADS_1
"Yank kamu mandi dulu aja gih, uda jam segini kalau nunggu Bu Ijah tar makin malam kamu jadi sakit. Baby Sifa biar sama aku aja, jangan lupa pakai air hangat." ucap Edi mengingatkan.
"Gitu ya mas? Gak apa-apa baby Sifa sama kamu dulu?" tanya Erni.
"Ya gak apa-apa lah, udah cepetan keburu dingin."
"Iya deh, aku mandi dulu ya Mas."
"Eh.. bentar yank, ini pipi baby Sifa kena apa sih?" tanya Edi dengan mode serius sambil melihat ke arah pipi baby Sifa.
"Apaan Mas?" tanya Erni khawatir dan segera mendekat ke arah pipi baby Sifa untuk melihat lebih jelas.
Cup!
Edi mencium sekilas pipi Erni yang ada didepannya ketika Erni mendekati baby Sifa.
"Mulai kan.." kata Erni dengan cemberut.
__ADS_1
"Katanya tadi disuruh cepet mandi."
"Hehe iya maaf, ya uda buruan mandi." kata Edi sambil mendorong pelan Erni agar segera ke kamar.
Akhirnya Erni masuk ke dalam kamar untuk mandi. Setelah beberapa saat terlihat Bu Ijah keluar dari arah dapur dengan membawa nampan berisi minuman juga camilan, karena sudah menyelesaikan makannya dan melihat hanya ada Edi dan baby Sifa yang sedang digendong di ruang tamu.
"Lho Nak Erni kemana?" tanya Bu Ijah sambil mengambil baby Sifa dari gendongan Edi karena sudah tertidur dan akan dipindahkan ke box di kamarnya.
"Lagi mandi Bu, kasihan nanti keburu malam. Gak bagus mandi malam-malam." jawab Edi dengan menyerahkan baby Sifa kepada Bu Ijah.
"Ow ya sudah kalau begitu Ibu menidurkan baby Sifa dulu ya Nak. Silahkan diminum teh hangatnya."
"Iya terima kasih Bu." jawab Edi dengan mengambil teh nya dan meminumnya hingga hampir setengahnya.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Mohon dukungannya
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏