
Akhirnya liburan Erni bersama kedua anaknya dan Siti pun telah usai. Saat ini mereka sudah bersiap-siap untuk check out dari hotel. Setelah memastikan semuanya tidak ada yang tertinggal, akhirnya Erni mengajak semuanya untuk segera menuju ke bandara karena pesawat mereka sebentar lagi akan segera berangkat.
Didalam perjalanan Erni sudah merasa gelisah dia ingin segera sampai dan menemui Vera dirumahnya. Karena Erni tahu saat ini Vera sedang libur sehingga sudah bisa dipastikan kalau Vera ada dirumah.
Begitu sampai dirumah Erni segera membereskan baju-baju kotor dan bersih dari dalam koper serta oleh-oleh yang sudah dia siapkan untuk orang-orang terdekat mereka dibantu oleh Siti. Dan setelah memastikan semuanya beres Erni pun berpamitan untuk pergi ke rumah Vera dan menyuruh Leoni dan Sifa untuk beristirahat karena selama di Bali keduanya kurang istirahat.
"Siti, Ibu ke rumah Non Vera dulu ya. Nanti kalau anak-anak bangun nyariin bilang aja kalau dirumah Mommy." ucap Erni sambil mengambil paper bag yang berisi oleh-oleh khusus untuk Vera.
"Ibu gak istirahat dulu? Kan baru aja sampai, Ibu gak capek?" bukannya menjawab justru Siti memberi pertanyaan kepada Erni. Tetapi bukan pertanyaan kurang ajar melainkan pertanyaan yang penuh dengan perhatian.
"Ada urusan penting Sit, dan Ibu harus segera kesana. Sudah kamu juga istirahat aja nanti Ibu bawa kunci sendiri kalau misalnya terlalu malam biar gak bangunin kamu." ucap Erni sambil mengambil tas dan kunci mobilnya.
"Iya Bu." jawab Siti.
Kemudian Siti mengantar Erni sampai ke depan. Setelah Erni menghilang dari pandangan Siti pun segera berlalu masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu sesuai dengan perintah Erni.
...****************...
__ADS_1
30 menit berlalu, Erni pun sampai di rumah Vera dan terlihat Vera yang sedang menyapu halaman. Vera yang sudah hafal dengan mobil Erni pun berhenti menyapu dan sengaja menunggu Erni keluar dari mobil.
Benar saja tidak berapa lama Erni pun keluar dan melihat Vera yang tersenyum kepadanya. Tanpa pikir panjang Erni pun setengah berlari menghampiri Vera dan segera memeluknya dengan erat sambil terisak.
"Maafin aku ya Ver." lirih Erni disela-sela pelukannya.
Vera pun mengerutkan keningnya merasa heran dengan tingkah sahabatnya itu. Tidak ada angin tidak ada hujan tapi tiba-tiba saja datang dan memeluknya sambil menangis.
"Hei kamu kenapa? Habis pulang dari Bali bukannya seneng kog malah nangis?" tanya Vera sambil berusaha sedikit melonggarkan pelukannya.
Tetapi Erni bergeming dia tetap memeluk Vera bahkan lebih erat membuat Vera semakin dibuat bingung karena Vera belum mengetahui jika Erni ternyata sudah tahu masalah antara dirinya dan Brian.
"Aku uda tahu Ver." lirih Erni yang masih berderai air mata.
"Tahu apa?" tanya Vera.
"Kamu lagi ada masalah kan sama Brian? Maafkan aku karena gak ada disaat kamu lagi butuh." jawab Erni.
__ADS_1
Vera pun hanya tersenyum kemudian mengajak Erni untuk masuk ke dalam rumah. Begitu masuk ke dalam rumah Vera mengajak Erni untuk duduk di sofa.
"Gimana liburan kalian? Ada oleh-oleh buat aku kan?" tanya Vera mencoba mengalihkan pembicaraan.
Erni menghela nafas pelan, karena selalu saja sahabatnya itu tidak mau berbagi kesedihan dengannya.
"Ayolah Ver, aku tahu kamu terluka. Aku uda marahin Brian karena berani mempermainkan kamu." ucap Erni sedih.
"Aku gak bisa menghalangi perasaan seseorang yang masih ada untuk masa lalunya Er." jawab Vera dengan senyum yang dipaksakan.
Ketika mereka sedang mengobrol tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang masuk ke halaman rumah Vera. Dan mereka tentu sudah tahu itu adalah mobil Brian. Seketika Vera dan Erni pun saling pandang.
...****************...
Jeng..Jeng.. Akhirnya ketemu juga kan Vera sama Brian 🤭
Kalau yang dicerita satunya masih kucing-kucingan apalagi flasback nya jauh banget 😁
__ADS_1
Tetap semangat yukk ahh 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏