Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 7


__ADS_3

"Ayo silahkan masuk Mas, silahkan duduk." Erni membuka pintu lebar agar Edi bisa masuk.


"Bentar ya aku buatin minum" Erni segera meninggalkan Edi sendiri diruang tamu.


Tidak berapa lama Erni keluar dengan membawa 2 cangkir teh dan beberapa camilan di dalam toples.


"Silahkan diminum mas, maaf seadanya ya."


"Iya gak apa-apa Er." kemudian Edi menyesap sedikit minumannya.


"Ow ya aku turut berduka cita ya atas meninggalnya adik kamu. Maaf baru bisa datang sekarang soalnya kemarin masih ada kerjaan di luar kota."


Edi hanya tahu kalau Erni memiliki seorang adik, tapi dia tidak tahu kalau adiknya meninggal itu dalam kondisi sedang hamil dan anaknya selamat.


"Iya gak apa-apa mas, terima kasih uda mau nyempetin datang kesini. By the way mas Edi tahu dari mana?"


"Aku dapat info dari temen aku kemarin, katanya temen ku ada kenal sama temen kamu." terang Edi.


Mereka pun mengobrol santai, dan membahas beberapa hal sambil mengingat kenangan-kenangan mereka dulu. Ditengah-tengah mereka mengobrol tiba-tiba baby Sifa menangis.

__ADS_1


"Oe...Oe...Oe..."


Erni yang mendengar langsung segera pamit kepada Edi untuk melihat baby Sifa.


"Maaf aku tinggal sebentar ya mas." seru Erni seraya sedikit berlari menuju kamar dimana baby Sifa berada.


"Kog ada suara bayi? Masa iya anaknya Erni? Kan katanya Erni belum merrid, masa iya bisa punya bayi? Wah jangan sampai beneran si Erni uda punya laki, sia-sia donk aku kesini." batin Edi dengan banyak pertanyaan.


Di dalam kamar, Erni kembali memberi dot baby Sifa karena ternyata merasa kehausan dan menangis. Setelah beberapa saat akhirnya baby Sifa kembali tertidur.


Erni pun kembali ke luar kamar untuk menemui Edi yang masih duduk tenang di ruang tamu.


"Ow iya gak apa-apa." jawab Edi dengan sedikit terbata-bata. Karena dia bingung antara ingin menanyakan langsung atau dia pendam saja.


"Hmm.. Er boleh aku tanya sesuatu?" akhirnya Edi akan mengutarakan apa yang mengganjal dihatinya setelah mendengar suara tangis bayi tadi.


Erni sudah bisa menebak apa yang akan ditanyakan oleh Edi hanya tersenyum.


"Mas Edi mau tanya itu anak siapa? Emang kenapa kalau itu ternyata anak aku mas?" Erni pun balik memberi pertanyaan kepada Edi.

__ADS_1


"Hehe iya.. Ya gak apa-apa Er kalau memang itu anak kamu cuma aku nanti jadi gak enak aja sama suami kamu kalau tahu aku malam-malam masih bertamu."


Erni hanya tersenyum saja mendengar alasan Edi. Ya masuk akal juga sih, itu artinya Edi tidak mau merusak rumah tangga orang lain seandainya benar Erni sudah menikah.


"Mas Edi tenang aja, aku memang belum menikah dan gak bakalan suami aku marah karena memang belum punya suami hehe."


"Trus bayi itu?" tanya Edi yang masih penasaran.


"Dia anak aku mas.." jawab Erni dengan tersenyum.


"Maksudnya kamu janda gitu? Maaf kalau aku tanya-tanya masalah pribadi." ungkap Edi. Karena dia memang sangat penasaran dengan kehidupan Erni. Edi sejak awal memang berniat ingin menikahi Erni, maka dari itu dia mencari info tentang Erni sebanyak yang dia tahu.


Menurut info yang di dapat Erni masih single tapi kenapa sekarang sudah punya anak? Itu pertanyaan yang dari tadi terus bersarang di pikirannya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2