
Di dalam mobil pikiran Erni masih menerawang ketika mendengar pengakuan dari tetangga yang rumahnya baru saja dimasuki oleh suaminya.
"Apa itu yang dimaksud Mas Edi ya Ver?" tanya Erni yang memecah keheningan diantara mereka.
"Maksud kamu?" tanya Vera karena memang dia tidak tahu maksud dari pertanyaan Erni.
"Mas Edi pernah bilang kalau dia punya langganan taksi offline tiap hari dan harus mengantar jemput kerja. Tapi Mas Edi gak pernah bilang kalau itu cewek apalagi janda." terang Erni.
"Ya mungkin bukan yang itu Er." jawab Vera mencoba masih berpikir positif.
Erni hanya menghela nafas panjang, terlalu sesak memikirkan semua hal secara bersamaan.
20 menit berlalu..
Keduanya pun sampai dirumah Mamanya Vera dan sudah disambut oleh kedua anaknya dan tentu saja Mamanya Vera sendiri.
"Kog pulangnya lama Ver? Katanya tadi uda siap ambil?" tanya Mamanya Vera begitu melihat Vera dan Erni keluar dari mobil.
"Iya Mah tadi ketemu sama temen dulu lupa gak kasih tahu Mama." jawab Vera bohong.
"Ow gitu. Ya sudah kalian mandi dulu sana habis gitu makan. Kita tunggu di ruang makan ya." ucap Mamanya Vera.
"Ayo anak-anak kita tunggu Mama sama Mommy kalian di ruang makan." lanjutnya.
__ADS_1
"Iya Oma." jawab keduanya serempak.
Erni hanya tersenyum melihat interaksi kedua anaknya dengan Ibu dari sahabatnya yang sudah mereka anggap sebagai Omanya.
Vera dan Erni pun beranjak masuk ke dalam kamar Vera untuk membersihkan diri.
Sebenarnya Mamanya Vera pun bisa melihat mata Erni yang sudah sembab karena terlalu lama menangis. Dan beliau yakin pasti ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan, tetapi Mamanya Vera tidak akan terlalu ikut campur ketika mereka tidak membicarakan kepadanya. Akhirnya beliau hanya membiarkan saja dulu pasti suatu saat nanti mereka akan bercerita.
...****************...
Sedangkan Edi dan Siska saat ini sudah dalam perjalanan akan kembali kerumahnya. Begitu sampai dihalaman depan rumah dan turun dari mobil, ada tetangganya yang kebetulan lewat.
"Mbak Siska tadi ada yang nyariin lho." ucap Bapak yang tadi sore sempat ditanya oleh Vera.
"Ada 2 perempuan lagi cari saudaranya yang hilang dan tanya tentang rumah Mbak Siska." terang Bapak tersebut.
"Ow mungkin salah alamat Pak karena saya gak ada janji dengan siapa-siapa." jawab Siska mencoba tenang, padahal kalau boleh jujur dia takut kalau-kalau itu adalah istri dari pacarnya yang tidak lain adalah suami orang.
"Iya kali Mbak. Ya sudah saya permisi dulu." pamit Bapak tersebut tanpa menunggu jawaban dari Siska.
Siska hanya menganggukan kepalanya. Sedangkan Edi terlihat turun dari mobilnya dan menghampiri Siska yang berjalan menuju pintu. Keduanya segera masuk ke dalam rumah karena tidak mau menjadi gosip karena status Siska sendiri.
Begitu sampai di ruang tamu Siska segera duduk dan menghela nafas pelan.
__ADS_1
"Kenapa Yank? Bapak tadi ngapain?" tanya Edi yang ikut duduk disebelah Siska, dia tidak mendengar pembicaraan antara Siska dan tetangganya tersebut.
"Bapak tadi bilang kalau tadi sore ada 2 perempuan cari aku Mas, tanya-tanya tentang rumah ku katanya cari saudaranya yang hilang.."
"Kog aku mikirnya itu istri kamu ya Mas?" lanjut Siska.
Edi pun mengerutkan keningnya sambil berpikir.
"Gak mungkin dia Yank, lagian gak mungkin juga dia bisa sampai ke daerah sini karena dia memang gak tau daerah sini." jawab Edi mencoba menenangkan Siska yang sedang gelisah.
"Tapi bisa saja kan Mas." ucap Siska dengan masih bertanya-tanya.
"Uda gak usah dipikirin, mending mikirin ini aja Yank uda minta dimanja dari tadi." jawab Edi sambil memegang tangan Siska dan mengarahkan ke sesuatu yang ternyata sudah berdiri sedari tadi.
Akhirnya Siska pun hanya bisa pasrah dan mulai membelai sesuatu yang berada digenggaman tangannya itu.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
Jangan lupa mampir dikarya aku yang lain ya kak 🙂
__ADS_1