
Setelah beberapa saat menunggu, Edi dan Leoni tidak kunjung datang. Padahal kalau hanya membeli es krim tidak akan selama itu karena di seberang jalan raya ada supermarket terdekat.
Akhirnya Erni kembali menemui Sifa yang masih asyik bermain ponsel.
"Kak, siniin dulu ponselnya. Uda selesai ya kan kakak sudah bermain ponsel lama." ucap Erni untuk menghentikan Sifa bermain ponsel.
Akhirnya Sifa pun menurut dan memberikan ponselnya kepada Erni. Sebelum Sifa beranjak pergi Erni pun kembali menahannya.
"Tadi Papa bilangnya beneran mau beli es krim kak?" tanya Erni.
"Iya Mah." jawab Sifa.
"Trus Papa bilang gak kalau mau kemana lagi gitu?" tanya Erni lagi.
"Gak Mah."
"Trus tadi Papa bawa apa? Bawa tas gak?" Erni berpikir mungkin Edi membawa tas yang berisi baju-baju.
"Gak bawa apa-apa Mah. Tapi kayak bawa buku ditaruh didalam baju gitu." jawab Sifa sesuai dengan apa yang dia lihat tadi.
__ADS_1
Erni pun terdiam, dia mengerutkan keningnya. Jangan-jangan apa yang dipikirannya benar. Apa saja yang dibawa oleh suaminya itu.
"Ya sudah kalau gitu, kakak cuci tangan dan kaki dulu habis gitu tidur ya." ucap Erni.
"Iya Mah." Sifa pun melakukan apa yang disuruh oleh Ibunya.
Sedangkan Erni terlihat buru-buru masuk ke dalam kamarnya untuk mengecek apa yang ada didalam pikirannya jika benar Edi membawanya.
Setelah membuka lemari dan melihat-lihat isinya dan ada yang kurang, seketika tubuh Erni pun melemas. Tanpa terasa air matanya menetes keluar begitu saja. Ternyata kehidupan rumah tangganya akan berakhir sebentar lagi.
"Ternyata ini keinginan kamu Mas. Tapi kenapa tidak langsung bilang saja, kenapa harus seperti ini. Kenapa juga harus bawa Leoni." lirih Erni dengan terisak-isak.
...****************...
Dan saat ini Siska sudah menunggunya disuatu tempat untuk menunggu Edi menjemputnya kemudian mereka bersama-sama pergi ke rumah baru mereka. Soal pekerjaan Siska tentu saja dia sudah mengundurkan diri dengan alasan pindah keluar kota dan mendapat pekerjaan disana. Meskipun kepindahan itu memang benar adanya.
Leoni yang dijanjikan membeli es krim pun merasa heran karena sudah berkali-kali melewati supermarket tetapi mereka tidak berhenti. Karena merasa penasaran akhirnya Leoni pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Papanya.
"Pah, katanya mau beli es krim? Kog gak berhenti, itu supermarketnya sudah kelewatan terus." tanya Leoni dengan polos.
__ADS_1
"Iya sayang, sebentar lagi ya. Kita beli es krim disana aja lebih banyak pilihannya. Nanti Adek boleh pilih apa aja yang dimau." jawab Edi agar Leoni tidak banyak bertanya.
"Beneran Pah, Adek boleh makan es krim banyak?" tanya Leoni dengan berbinar.
"Iya boleh. Sekarang Adek bobok aja nanti kalau sudah sampai Papa bangunin ya." ucap Edi kemudian.
"Asyik! Iya Pah Adek juga ngantuk." jawab Leoni dengan bersandar di sandaran kursi dan mulai memejamkan matanya.
Edi pun hanya menolehnya sekilas dan membelai dengan sayang kepala anaknya itu.
"Maaf ya dek Papa harus melakukan ini semua." batin Edi dengan masih fokus melihat jalanan yang lumayan padat pada siang itu.
...****************...
Tetap semangat 💪
Wah 3 bab ini kak, kasih hadiah dong 🤭
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1