
Setelah memastikan ke dalam kamar dan ternyata benar Siska tidak ada dirumah. Edi menghela nafas pelan dan kembali keluar menutup pintu kamar.
Begitu Siti sudah duduk di depan Edi, Edi pun mulai bertanya kepadanya.
"Gimana Siti kamu betah kerja disini?" tanya Edi.
"Betah Pak." jawab Siti sopan.
"Gimana sekolahnya Adek?" Edi kembali bertanya tentang Leoni. Karena memang akhir-akhir ini Edi tidak terlalu memperhatikan anaknya itu.
"Bagus Pak, nilai-nilainya juga bagus semua." jawab Siti senang. Karena memang itulah kenyataannya Leoni merupakan salah satu anak yang mudah beradaptasi dalam segala hal meskipun dia baru beberapa bulan saja ada dikota tersebut.
"Syukurlah kalau begitu. Ow iya Bapak mau tanya tapi kamu harus jawab jujur ya?" Edi kembali menginterogasi Siti.
"Iya Pak." jawab Siti dengan takut-takut. Karena jujur saja Siti takut jika dirinya dinilai telah melakukan kesalahan dalam bekerja apalagi sampai nanti dikeluarkan dari pekerjaannya tersebut.
"Kamu gak usah takut." ucap Edi menenangkan, seolah tau ketakutan Siti.
"Ibu Siska kalau dirumah sikapnya gimana sama kamu dan Adek?" lanjut Edi.
__ADS_1
"Maksudnya Pak?" Siti kembali bertanya. Sebenarnya dia paham apa yang dimaksud majikannya tersebut tetapi Siti seolah tidak mengerti supaya jangan sampai Edi berpikir bahwa dia lancang terhadap sesuatu hal.
"Maksudnya Ibu Siska kalau sama kamu dan Adek baik gak? Suka marah-marah gak?" tanya Edi memperjelas maksud pertanyaannya tersebut.
"Maaf sebelumnya Pak bukannya saya lancang tapi sejauh yang saya lihat Ibu suka marah-marahin Adek. Adek salah sedikit saja suka dibentak-bentak, Adek suka disuruh-suruh kalau saya minta ke Ibu biar saya saja yang kerjakan tidak diijinkan sama Ibu katanya memang mau membelajari Adek." jawab Siti jujur apa adanya.
"Tapi kalau pas ada saya gitu kog terlihat sayang banget?" tanya Edi.
"Iya soal itu saya tidak tahu Pak, mungkin Ibu takut sama Bapak kalau sampai ketahuan marah-marah sama Adek."
Edi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Iya kamu tenang saja, Bapak cuma mau memastikan kamu saja."
"Ow iya Siti, Bapak mau kamu janji buat jaga Adek apapun yang terjadi ya. Jika nanti ada sesuatu hal yang terjadi kamu bawa Adek keluar dari rumah ini." ucap Edi seolah dia merasakan akan ada sesuatu yang terjadi.
"Maksud Bapak? Bapak mau pergi kemana?" tanya Siti dengan mengerutkan keningnya.
Kemudian Edi menceritakan semua yang terjadi sampai akhirnya dia bisa membawa Leoni ke kota ini. Entah kenapa Edi merasa bahwa Siti benar-benar tulus menjaga Leoni dan Edi merasa Leoni akan baik-baik saja jika berada ditangan Siti.
__ADS_1
"Pantas saja Adek selalu bilang kalau kangen sama Mama dan Kakaknya. Kasihan sekali kamu Dek." batin Siti sedih.
"Ingat nanti kalau ada sesuatu yang terjadi kamu antar Adek ke alamat ini ya? Kamu cari Mamanya Adek dan ceritakan semua yang kamu alami selama disini bersama kami." kemudian Edi memberikan secarik kertas yang berisi nama dan alamat rumah Erni di kota sebelumnya.
Siti menerima kertas tersebut dan merasa ini adalah tugas berat yang akan dia hadapi.
"Bapak percaya sama saya?" tanya Siti karena sangat terlihat bahwa Edi menaruh harapan penuh kepadanya.
"Iya saya percaya sama kamu, pasti kamu suatu saat akan bisa mengantarkan Adek ke Mamanya dengan selamat."
"Baik Pak." jawab Siti.
Siti pun menyimpan baik-baik kertas yang berisi alamat pemberian dari majikannya tersebut.
...****************...
Tetap semangat 💪
uda 3 bab lho jangan lupa sebarin hadiahnya 🙏
__ADS_1