
Karena merasa tidak ada jawaban dan mengira Siti tidak ada dirumah, Edi pun kembali memanggil Siti.
"Siti..! Siti..!" kali ini dengan suara lebih kencang.
"Iya Pak..!" jawab Siti dengan tergopoh-gopoh berlari menghampiri majikannya tersebut.
"Kamu dari mana aja, dipanggil dari tadi gak datang-datang?" tanya Edi dengan sedikit kesal.
"Dari bersih-bersih dapur Pak." jawab Siti dengan takut-takut.
"Tolong ambilin air putih dulu." suruh Edi.
"Baik Pak." jawab Siti sambil segera berlalu ke dapur kembali mengambil air minum untuk majikannya.
Beberapa saat kemudian Siti kembali ke ruang tamu dengan membawa segelas air putih dan memberikan kepada Edi. Yang segera dia terima kemudian dia minum sampai habis.
Siti yang baru kali ini melihat Edi minum seperti itu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kayak habis lari maraton aja ini Bapak." batin Siti.
Begitu air putihnya habis Edi segera kembali memberikan gelas kosong kepada Siti. Dan ketika Siti hendak kembali ke dapur Edi mencegahnya.
"Duduk sini dulu Siti, Bapak mau bicara." ucap Edi.
Siti pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Edi dengan masih membawa gelas kosong ditangannya.
"Begini, sekarang juga kamu kemasi barang-barang kamu.."
"Jangan Pak! Siti mohon jangan pecat Siti!" seru Siti memotong perkataan Edi, bahkan dia sampai bersimpuh didekat kaki Edi.
"Siti mohon Pak, Siti butuh pekerjaan ini! Siti sayang sama Adek, Siti..."
"Sssttt... Diam dulu!" seru Edi. Karena Siti salah paham apa yang akan dikatakan oleh Edi.
"Duduk kembali. Dengarkan dulu kalau Bapak ngomong jangan dipotong." ucap Edi dengan kesal karena dia belum selesai bicara sudah dipotong.
__ADS_1
Siti pun kembali duduk dikursi yang sebelumnya dia duduki. Kemudian dia diam saja sambil mendengarkan apa yang akan dibicarakan oleh majikannya itu.
"Begini, sekarang juga kamu kemasi barang-barang kamu dan Adek. Dan sekarang juga kamu bawa Adek pergi ke alamat yang kapan hari sudah saya berikan ke kamu. Bilang sama Bu Erni apa yang kamu alami disini dan minta sama Bu Erni bahwa kamu ingin bekerja sama beliau. Bu Erni orang baik pasti dia mau menerima kamu kerja disana. Apapun pekerjaanmu nanti kamu mau kan?" tanya Edi.
"Iya saya mau Pak, kerja apapun yang penting halal." jawab Siti.
"Ya sudah kalau begitu, cepat kamu kemasi barang-barangnya. Dibawa yang penting-penting saja jangan semuanya. Dan nanti sebelum pergi kamu temui Bapak dulu, Bapak mau nitip sesuatu sama Bu Erni." ucap Edi.
"Baik Pak." jawab Siti.
Siti segera melakukan semua perintah dari Edi. Sebenarnya di dalam hati Siti merasa heran kenapa tiba-tiba saja majikannya seperti orang ketakutan. Tetapi Siti tidak mau ambil pusing yang penting saat ini dia melakukan apa yang menjadi pekerjaannya.
Sedangkan setelah mengatakan itu kepada Siti, Edi segera masuk ke dalam kamarnya. Dia mengamati seluruh sudut kamar. Kamar dimana selama beberapa bulan ini menjadi kenangan bersama dengan Siska. Kenangan manis dan kenangan pahit sekalipun. Kamar ini yang juga menjadi saksi setiap kali mereka melakukan percintaan panas setiap harinya. Tetapi saat ini mungkin terakhir kalinya Edi akan melihat kamar tersebut.
...****************...
Wah.. Mau kemana itu si Edi?? 🤔
__ADS_1
Dukung terus yok biar semangat nulisnya 🥰😘