Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 55


__ADS_3

"Ya uda yuk, kalau kita gak bisa ngikutin mereka kita masih punya cara lain." Vera pun bersiap untuk turun dari mobilnya. Dia mengambil tas nya serta membuka sabuk pengaman.


"Kita mau kemana Ver?" tanya Erni yang juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Vera.


Akhirnya keduanya pun turun dari mobil dan berjalan mendekat ke arah rumah tersebut.


Ketika mereka hampir sampai dihalaman rumah itu, seorang tetangga sedang berjalan melewati mereka. Vera pun menghentikan langkah orang tersebut.


"Permisi Pak mau tanya, kalau boleh tahu ini rumah siapa ya? Saya sedang mencari saudara saya yang hilang sudah 1 bulan ini tidak pulang dan kata temannya dia berada dirumah ini sedangkan saya sendiri tidak tahu ini rumah siapa." tanya Vera dengan nada yang dibuat sedih seolah dia benar-benar kehilangan saudaranya.


"Saudara Mbak laki-laki atau perempuan?" tanya Bapak tersebut.


Vera pun bingung takut kalau salah jawab maka dia akan dituduh sebagai penguntit orang.


"Mm.. saudara saya perempuan Pak." jawab Vera ragu-ragu.

__ADS_1


"Ow ya bisa jadi mungkin memang saudara Mbak memang disitu, karena yang tinggal dirumah itu seorang janda namanya Siska." jawab Bapak tersebut.


Begitu mendengar penjelasan Bapak tersebut Vera dan Erni saling pandang, seolah mereka berbicara lewat sorot mata masing-masing.


"Ow gitu ya Pak, hla Mbak Siska itu apakah sudah punya anak Pak?" tanya Vera hati-hati.


"Belum Mbak, Siska itu janda kembang dia belum punya anak." jawab tetangga Siska.


"Tapi kayaknya Siska nya baru saja pergi lagi Mbak, tadi pakai mobil yang biasanya sudah jadi langganannya taksi online setiap dia berangkat dan pulang kerja." lanjutnya.


"Ow begitu ya Pak, terima kasih banyak Pak atas informasinya. Dan memang sepertinya Mbak Siska nya sedang tidak ada dirumah lebih baik saya kembali besok lagi siapa tahu pas sedang bersama saudara saya." ucap Vera.


Vera segera menghampiri Erni dan merangkulnya kemudian menuntunya pelan untuk diajak kembali ke dalam mobil.


Begitu sampai di dalam mobil Erni segera menghempaskan tubuhnya dipunggung kursi dan memijat pelipisnya yang semakin terasa pusing. Bukan karena pusing karena hamil dan sebagainya tetapi semakin pusing merasakan rumah tangganya yang entah akan dibawa kemana setelah ini.

__ADS_1


Vera hanya mengelus lengan Erni dengan lembut. Vera cukup tahu bagaimana penderitaan yang dialami sahabatnya itu.


"Yang sabar ya Er, aku gak tahu harus ngomong gimana sama kamu tapi aku mohon kamu tetap kuat ya demi anak-anak." ucap Vera menguatkan Erni.


Erni pun segera membuka mata dan menatap sahabatnya yang juga sedang menatapnya dengan tulus. Kemudian segera menghambur kepelukannya dan menangis mengeluarkan rasa sesak didalam dadanya.


"Menangislah Er jika itu bisa membuat kamu lega aku gak akan menghalangi kamu buat nangis." ucap Vera sambil mengelus punggung Erni yang masih berada dipelukannya itu.


Erni tidak menjawab tetapi dia semakin mengeratkan pelukannya kepada Vera.


Hingga beberapa saat tangis Erni pun mereda dan mereka memutuskan untuk kembali pulang ke rumah mamanya Vera untuk menjemput Leoni dan Sifa.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏


Jangan lupa mampir ke karya aku yang lain ya kak 🙂


__ADS_2