Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 19 (Session 2)


__ADS_3

Edi segera memeluk kedua anaknya dengan erat seakan tidak ingin melepaskan mereka. Hingga tidak terasa air mata Edi mengalir begitu saja dipipinya. Setelah beberapa saat pelukan mereka pun terurai.


"Papa kenapa menangis?" tanya Leoni sambil menghapus air mata Edi.


Edi pun tersenyum melihat perhatian kedua anaknya. Begitu bodohnya dia ketika mengingat dulu bahwa dia dengan tega menyakiti mereka semua.


"Papa menangis bahagia Nak. Bahagia sekali bisa bertemu lagi dengan kalian." jawab Edi kembali memeluk mereka berdua.


Siti yang baru saja kembali dari dapur setelah membuatkan minuman untuk orang yang sudah baik kepadanya, begitu terharu melihat pertemuan mereka. Sehingga Siti bisa ikut merasakan kebahagiaan mereka, Siti pun ikut meneteskan air mata. Kemudian dia segera menghapus air matanya kemudian menghampiri mereka dan meletakkan air minum dimeja yang berada didepan Edi.


"Kog malah nangis semua, jangan nangis donk kan harusnya bahagia. Silahkan diminum Pak." ucap Siti kepada Edi.


Edi pun melepaskan pelukannya yang kedua dari Sifa dan Leoni. Kemudian menoleh ke arah Siti.


"Iya terima kasih ya Siti. Terima kasih juga kamu sudah bantu Ibu menjaga mereka." ucap Edi dengan tulus.


"Saya tulus Pak melakukan pekerjaan ini. Saya bersyukur bisa dipertemukan dengan keluarga yang seperti Bapak dan Ibu." jawab Siti.


"Nah sekarang ayo kita buka oleh-olehnya!" seru Edi sambil mengambil paper bag yang semula dia letakkan di sofa.


"Yeeeee!" seru Sifa dan Leoni bersamaan.


Edi pun membagi oleh-oleh yang sudah dia siapkan untuk mereka. Bahkan Siti pun juga ikut mendapatkan oleh-oleh.


"Wah saya juga dapat oleh-oleh Pak? Terima kasih banyak Pak!" ucap Siti dengan bahagia. Meskipun hanya mendapatkan beberapa potong baju saja tapi bagi Siti sudah merupakan hal yang begitu berarti karena sedari dulu Siti diajarkan untuk menghargai pemberian orang lain sekecil apapun itu.


Edi begitu bahagia karena orang-orang yang dia beri oleh-oleh sangat menyukai pemberiannya.

__ADS_1


Tidak berapa lama mobil Erni pun memasuki halaman rumah, Sifa dan Leoni segera berlari keluar rumah untuk menyambut kedatangan Mamanya dan ingin memberitahukan bahwa Papa mereka datang dengan membawa oleh-oleh yang banyak. Sedangkan Siti segera ke dapur untuk menyiapkan teh hangat untuk Erni seperti kebiasaannya setiap hari.


Begitu keluar dari mobil Erni segera menghampiri kedua anaknya yang sudah menunggunya.


"Mama, Papa datang! Ini Adek dapat hadiah banyak!" seru Leoni begitu Erni semakin dekat.


"Ow Mas Edi uda datang, trus naik apa tadi?" gumam Erni yang melihat sekelilingnya dan tidak menemui kendaraan apapun dirumahnya selain kendaraan pribadi miliknya sendiri.


"Ow ya? Wah banyak sekali hadiahnya, bagus ya Dek!" jawab Erni dengan mengajak kedua anaknya masuk.


Begitu sampai didalam Erni melihat Edi yang duduk disofa dengan banyak paper bag disekitarnya. Jujur saja begitu melihat satu sama lain perasaan mereka tiba-tiba berdesir, seperti seorang remaja yang baru saja jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka terdiam untuk beberapa saat dan saling menatap seakan mata mereka berbicara bahwa mereka saling merindukan satu sama lain.


"Mah.." panggil Sifa, karena melihat Mama dan Papanya yang hanya diam saja.


Erni dan Edi pun tersadar bahwa ada anak-anak mereka disana.


"Kog Mama sama Papa diam aja?" tanya Sifa.


Erni hanya tersenyum kemudian menghampiri Edi dan memberi salam seperti ketika mereka masih berumah tangga dulu. Seketika Edi merasa terharu karena orang-orang yang dia sayangi tidak membencinya sama sekali setelah ia melakukan kesalahan dulu.


"Maaf ya Mas aku lembur soalnya, banyak kerjaan. Uda lama? Naik apa tadi?" tanya Erni.


"Iya gak apa-apa, ini barusan datang juga kog. Tadi diantar sama Wahyu, sekarang dia lagi narik lumayan lah buat tambahan." jawab Edi.


Erni menganggukkan kepalanya kemudian melihat beberapa paper bag yang berisi oleh-oleh dari Edi. Sedangkan Sifa dan Leoni kembali asyik dengan oleh-oleh yang dibawakan Edi.


"Kenapa banyak sekali begini Mas?" tanya Erni sedikit merasa bahwa Edi berlebihan.

__ADS_1


"Gak banyak kog, ini juga gak seberapa." jawab Edi.


"Gak seberapa gimana, ini berlebihan Mas." kesal Erni karena seakan Edi tidak mau mendengarkan perkataannya.


Edi terkekeh karena merasa lucu terhadap Erni. Edi merasa Erni tidak berubah sama sekali, dia akan marah ketika Edi mengahamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting.


"Kog malah ketawa sih?" tanya Erni dengan mengerutkan kening.


"Ternyata kamu gak berubah, masih sama seperti dulu." jawab Edi dan tentu saja Erni tahu apa yang dimaksud Edi. Seketika membuat pipi Erni merona karena Edi mengingatkan tentang kebersamaan mereka dahulu.


Bersamaan dengan itu Siti datang dengan meletakkan teh hangat untuk Erni.


"Silahkan Bu, teh nya." ucap Siti.


"Iya terima kasih Sit." jawab Erni.


Siti hanya mengangguk sopan dan ikut Sifa dan Leoni yang sedang asyik bermain.


"Ini yang buat kamu." ucap Edi sambil memberikan paper bag khusus untuk Erni.


Dengan terpaksa Erni pun menerima pemberian Edi, karena dia tidak mau Edi tersinggung jika Erni menolak pemberiannya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Selamat hari vote kak, tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2