Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 60


__ADS_3

Begitu sampai ditempat janjian dengan Siska, Edi segera mengajak Leoni untuk turun. Mereka akan beristirahat sebentar sebelum kembali berkendara ke luar kota.


Sedangkan Siska sendiri menunggu di sebuah cafe yang lumayan jauh dari rumah lamanya. Dia menunggu disebuah meja yang terletak agak belakang. Memang sengaja memilih dibelakang supaya tidak terlihat mencolok kalau ada yang mengenalnya.


Di dalam mobil Edi membangunkan Leoni yang tadi sempat tertidur.


"Dek, bangun kita sudah sampai. Ayo turun dulu." ajak Edi sambil menggoyangkan lengan Leoni yang masih tertidur nyenyak.


Setelah beberapa saat akhirnya Leoni membuka mata dan melihat ke sekelilingnya, tempat yang terasa asing untuknya dan dia tidak tahu berada dimana.


"Sudah sampai ya Pah di supermarket? Memangnya disini ada yang jual es krim?" tanya Leoni dengan masih melihat ke sekelilingnya.


Tentu saja yang diingat Leoni hanya es krim. Karena ketika menjanjikan anak kecil maka yang dia ingat adalah janji itu terus.


"Iya didalam ada es krim nya Dek. Yuk kita turun katanya Adek mau es krim?"

__ADS_1


Akhirnya Leoni mengikuti Papanya untuk turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam cafe. Begitu masuk Edi segera menuju ke meja yang sudah dipesan oleh Siska yang sebelumnya sudah diberitahu Siska lewat pesan.


Tidak jauh dari mereka berjalan Edi sudah bisa melihat Siska yang terlihat jelas sedang menunggunya dengan setia, entah benar setia atau hanya di depan Edi saja.


"Hai Adek, namanya Leoni ya?" tanya Siska mendekati Leoni dan berusaha untuk mengambil hatinya.


Bukan malah menjawab pertanyaan dari Siska, justru Leoni merasa takut, dia menggenggam erat tangan Edi dan tidak mau melihat ke arah Siska. Bagaimanapun Erni sudah mengajarkan kepadanya untuk tidak mudah percaya dengan orang asing yang baru saja ditemui, karena mereka bisa saja berbuat jahat kepada kita. Hal itu yang selalu diingat oleh Leoni, sehingga saat ini pun tidak heran jika Leoni merasa takut kepada Siska.


Edi yang menyadari perubahan pada anaknya pun, berjongkok memposisikan dirinya agar sejajar dengan Leoni.


"Adek gak usah takut, itu namanya tante Siska dia bukan orang jahat dia nanti yang akan kasih Adek es krim apapun yang Adek mau." ucap Edi memberitahu kepada anaknya.


"Hm.. Kayaknya aku harus sabar menghadapi anak ini." batin Siska.


"Adek mau es krim? Ayo tante pesankan kita akan makan es krim bersama. Disini ada banyak macam es krim Adek bisa pilih apa saja." rayu Siska.

__ADS_1


Leoni pun menoleh ke arah ayahnya seolah meminta ijin haruskah menuruti perkataan orang asing yang berada didepannya itu. Dan Edi pun tersenyum seraya menganggukan kepalanya memberi ijin.


Perlahan Leoni pun mau mendekati Siska, dan akhirnya mereka memilih menu es krim bersama. Kebetulan di cafe tersebut juga menyediakan aneka menu es krim.


Setelah mereka memesan dan beberapa saat menunggu akhirnya es krim pesanan mereka datang. Dan Leoni pun sudah bisa akrab dengan Siska. Sekilas mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia.


Ditengah-tengah mereka menikmati es krim, tiba-tiba Leoni teringat dengan kakaknya.


"Pah jangan lupa nanti kak Sifa sama Mama dibeliin es krim yang kayak punya Adek ya. Enak soalnya ini Pah!" seru Leoni sambil tetap menikmati es krim nya.


Deg!.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏


Mampir di karya aku yang lain ya kak, ada yang sudah tamat dan masih on going juga 🙏


__ADS_2