
Tiba saat yang dinantikan Edi dan Erni menjadi orang tua yang sesungguhnya. Saat ini Erni sedang berada diruang operasi, karena kehamilan Erni mengalami sedikit masalah tapi tidak membahayakan. Dan diharuskan untuk melakukan operasi agar Ibu dan Bayinya bisa diselamatkan semua.
Saat ini Edi sedang berada didepan ruang operasi, dia tidak diijinkan untuk menemani Erni. Karena dia hanya orang biasa, bukan artis ataupun orang yang berkuasa yang bisa bebas menemani istrinya ketika sedang berjuang melahirkan anaknya melalui sessar.
Di depan ruang operasi dia senantiasa berdoa agar Istri dan juga buah hatinya dapat lahir dengan selamat. Meskipun dia memang menyayangi Sifa tetapi tidak dapat dipungkiri dia lebih menyayangi buah hatinya sendiri.
Edi terus berdoa, saat ini dia tidak ditemani siapapun karena memang peraturan Rumah Sakit yang mengharuskan hanya 1 orang saja yang menemani pasien.
Akhirnya selama kurang lebih 1 jam dia menunggu, terdengarlah suara tangis bayi dari dalam ruangan operasi tersebut. Edi sangat bersyukur akhirnya anaknya sudah lahir. Di dalam ruangan Erni juga bisa mendengar jelas tangis anaknya yang sudah dikeluarkan, Erni merasa bersyukur sekali akhirnya dia menjadi Ibu yang sesungguhnya meskipun lewat sessar karena sejatinya semua adalah Ibu yang sesungguhnya entah melahirkan secara normal ataupun sessar karena keduanya mempertaruhkan nyawa.
Salah satu Dokter menunjukkan kepada Erni bahwa anaknya berjenis kelamin perempuan, Erni hanya membalas dengan senyuman dan anggukan kepala saja. Karena dia masih terpengaruh dengan obat bius.
Ketika sedang menunggu di luar ruangan, keluarlah seorang suster dari dalam memberikan bayinya untuk diadzani oleh Edi. Dan Edi segera menerimanya dengan penuh haru dan mata berkaca-kaca, kemudian segera dia adzani sesuai dengan kepercayaan mereka.
__ADS_1
Hari telah berganti, Erni sudah diperbolehkan pulang dan anaknya dinyatakan sehat. Saat ini mereka sedang berkumpul dengan keluarga Vera dan yang lainnya.
"Asyik sekarang Sifa punya adik bayi ya mommy?" tanya Sifa kepada Vera.
"Iya sayang Sifa sudah jadi kakak sekarang. Sifa seneng gak?" tanya Vera.
"Sifa seneng banget mommy!" seru Sifa sambil berjingkrak-jingkrak.
"Sekarang kalau seneng peluk adik dan mama nya donk." usul Vera.
"Ow ya mama, nama adiknya Sifa siapa?" tanya Sifa kepada Erni.
"Nama adiknya Sifa adik Leoni sayang. Sekarang Sifa udah jadi kakak gak boleh nakal lagi ya, trus harus sayang sama adiknya." ucap Erni memberi nasihat kepada Sifa.
__ADS_1
"Iya mama Sifa janji akan jadi kakak yang baik buat adik Leoni."
"Good girl." ucap Erni seraya mengusap pucuk kepala Sifa dengan sayang.
Saat ini Erni sudah memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya, karena permintaan dari Edi dia harus merawat secara khusus baby Leoni. Edi tidak mau kalau anaknya dirawat oleh orang lain selain Erni sendiri.
Awalnya Erni merasa keberatan karena dia memang harus bekerja, tetapi karena sikap tegas dari Edi akhirnya Erni pun menurut. Dia mengajukan resign dengan alasan ingin merawat anaknya sendiri.
Karena Erni sudah keluar dari pekerjaannya, Sifa pun diminta kembali oleh Erni untuk dirawat sendiri juga olehnya. Dulu Sifa dirawat oleh Ibunya Vera karena Erni dan Edi bekerja tetapi sekarang karena Erni sudah tidak bekerja lagi dia bisa merawat kedua anaknya sendiri. Dan Ibunya Vera pun memberikan Sifa kepada Erni karena memang Erni lebih berhak. Tetapi seandainya Ibunya kangen beliau boleh datang kapan saja untuk menemui Sifa. Karena Ibunya Vera sudah mengganggap Sifa sebagai cucunya sendiri.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏