Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 100


__ADS_3

Saat ini ketiganya sudah berada didalam kamar hotel yang beberapa saat lalu mereka pesan. Mereka sengaja hanya memesan 1 kamar saja dengan 2 bed, selain untuk menghemat biaya juga karena hanya 1 kamar tersisa dihotel tersebut.


Begitu sampai didalam kamar, mereka segera bergantian membersihkan tubuh dan beristirahat. Tetapi sebelumnya mereka sudah memesan makanan di hotel karena memang mereka tidak begitu paham dengan daerah tersebut.


Dan tidak lupa Erni juga sudah menghubungi Mamanya Vera dengan mengatakan bahwa malam ini mereka tidak akan pulang karena akan menjenguk Edi di tahanan. Setelah sebelumnya menceritakan apa yang terjadi. Dan Mamanya Vera pun memahami hal itu.


Pagi berlalu, setelah sarapan bersama ketiganya bersiap untuk pergi ke kantor polisi. Setelah mengisi data diri dan melakukan prosedur, Erni pun diijinkan untuk masuk ke dalam. Dan hanya Erni saja karena memang tidak boleh terlalu banyak yang menjenguk. Sedangkan Vera dan Siti memilih untuk menunggu di cafe depan kantor polisi.


Erni disuruh menunggu diruangan yang memang dikhususkan untuk menjenguk para tahanan. Jujur saja Erni merasa takut, karena ini pengalaman pertamanya selama hidup.


Didalam sel, seorang polisi yang bersenjata lengkap menghampiri Edi.


"Saudara Edi, ada yang ingin bertemu dengan anda." ucap Polisi tersebut dengan membuka pintu sel. Dan segera memborgol kedua tangan Edi agar ketika menemui seseorang nanti Edi tidak bisa berbuat macam-macam atau melarikan diri.

__ADS_1


Edi mengerutkan dahinya, dia berpikir siapa yang menjenguknya? Perasaan memang dia tidak kenal akrab dengan siapapun dikota ini. Dan tidak mungkin juga Erni bisa sampai di kota ini, karena memang Erni tidak mengetahui kabar apapun tentangnya.


"Kalau boleh tahu siapa ya Pak?" tanya Edi penasaran.


"Seorang wanita. Uda buruan jalan biar gak penasaran." jawab Polisi tersebut sambil mengiring Edi menuju ruangan dimana biasanya untuk bertemu dengan tahanan.


Edi pun menurut saja karena memang dia tidak tahu siapa yang mengunjunginya dan ingin segera mengetahuinya.


Seketika mata mereka pun saling menatap. Tatapan yang masih sama seperti beberapa bulan yang lalu sebelum akhirnya Edi terpikat dengan seorang janda yang justru malah membuat dia berakhir di tahanan seperti saat ini.


"Mas Edi.."


"Erni.."

__ADS_1


Mereka kompak memanggil nama masing-masing dengan lirih tetapi masih bisa didengar oleh keduanya.


"Waktu kalian hanya 15 menit dan jangan berani untuk berbuat macam-macam." ucap Polisi yang membawa Edi. Dan dengan segera polisi tersebut keluar dari ruangan dan tetap bersiaga menjaga di depan pintu ruangan.


Keamanan disana sangat ketat, sehingga tidak akan mungkin bisa tahanan lepas begitu saja. Jadi Polisi disana tidak merasa takut ketika hanya meninggalkan tahanan dengan pengunjung saja seperti Edi dan Erni. Karena ada banyak cctv dan penjaga yang menjaga mereka.


Edi pun duduk disamping Erni, dia hanya terus menundukkan kepalanya dengan tangan terborgol yang dia letakkan didepan. Entah karena malu atau takut bertemu dengan Erni, karena mengingat apa yang sudah dia lakukan kepadanya beberapa bulan yang lalu, yang tega menyakiti ketulusan hatinya dengan cara meninggalkannya tanpa kata bahkan membawa pergi anak hasil pernikahan mereka.


...****************...


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2