
Sore harinya, Erni sudah menyelesaikan pekerjaannya dan dia bersiap untuk pulang karena sudah berjanji dengan kedua anaknya akan pergi jalan-jalan ke Mall.
Begitu sampai di lobby, Erni berhenti sebentar untuk sekedar menyapa temannya dari divisi lain. Karena memang sudah saling mengenal tetapi lama tidak berjumpa karena memang berbeda divisi.
Sedangkan Brian begitu keluar dari ruangan Bosnya dia segera keruangannya dan ternyata Erni sudah pulang. Brian segera mengambil tas nya dan begitu sampai di lobby sempat melihat Erni sedang berbincang dengan temannya. Brian sengaja tidak menghampiri karena Brian akan segera menuju ke rumah Erni, karena jika Brian ijin maka Erni tetap bersikeras tidak mengijinkan ikut me time dengan anak-anaknya.
Begitu sampai diparkiran Brian segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukan. Begitu sampai di depan lobby Erni melihat mobil Brian melintas.
"Itu kan si Brian, uda keluar dari ruangan Bos ternyata. Trus tumben cepet-cepet pulang, mau kemana? Ahh bodoh amat emang gue pikirin." gumam Erni, seraya berjalan menuju dimana mobilnya terparkir.
Seperti biasa setiap pulang kerja Erni mengalami drama kemacetan lalu lintas dan dia tidak berpikiran sama sekali jika Brian juga ikut kerumahnya.
45 menit berlalu, setelah melewati drama kemacetan akhirnya Erni sampai juga dikawasan perumahan rumahnya. Begitu sampai dihalaman rumahnya Erni melihat mobil yang tidak asing baginya.
"Itukan mobilnya si Brian, ngapain dia uda ada disini? Ya elah anak itu uda paling depan aja kalau urusan sama anak-anak." lirih Erni dengan menghela nafas pelan. Dia masih duduk diam dibelakang kemudi sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.
Begitu sampai diteras rumah, dia disambut oleh kedua anaknya.
__ADS_1
"Halo Ma, kita uda siap ni. Om Brian juga mau ikut kita Ma, tadi kita dibeliin es krim banyak!" seru Leoni.
Brian yang berada dibelakang Leoni hanya bisa tersenyum meledek, akhirnya dia bisa ikut pergi bersama dengan Erni dan kedua anaknya.
Erni memutar bola matanya sampai tidak habis pikir dengan usaha yang dilakukan oleh Brian.Dan kalau sudah seperti ini Erni tidak bisa menolak untuk tidak mengajak Brian juga.
"Iya Adek tunggu bentar ya Mama mau mandi dulu." ucap Erni sambil berlalu ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah kepergian Erni, Brian mengajak Leoni dan Sifa untuk bermain sambil menunggu Erni selesai membersihkan dirinya.
"Biasa aja nglihatinnya, air liurnya tu di lap dulu." ucap Erni begitu lewat didepan Brian dan mendapati Brian yang menatapnya dengan kagum. Erni tidak heran akan hal itu, karena itulah yang sering Brian lakukan jika dia berpenampilan menarik didepannya.
Brian pun spontan mengusap bibirnya, karena dia mengira bahwa beneran ada air liur dibibirnya.
"Mana gak ada ahh." jawab Brian.
Erni hanya tersenyum melihat tingkah Brian, karena Brian percaya saja kepada Erni bahwa ada air liur dibibirnya.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat. Mbak Siti kita tinggal dulu ya, Mbak Siti boleh istirahat aja uda selesai kan kerjaannya." ucap Erni kepada Siti. Karena Siti yang agak kurang enak badan jadi dia memutuskan untuk dirumah saja.
"Iya Bu, sudah selesai semua kog." jawab Siti sopan.
"Mbak Siti kita pergi dulu ya nanti kita bawain oleh-oleh buat Mbak Siti." ucap Sifa, karena memang kedua anak Erni sangat menyayangi Siti.
"Iya trima kasih Kak, selamat bersenang-senang ya." jawab Siti dengan senyum manisnya, sekali lagi dia sangat beruntung bisa berada ditengah-tengah keluarga yang begitu menyayanginya.
Akhirnya mereka pun berangkat dengan menggunakan mobil Brian. Dan tentu saja Brian yang duduk dibelakang kemudi.
...****************...
Tetap semangat kakak 💪
Mau BonChapt nya sampai berapa ini kak? 🤭
Hadiahnya dulu lah.. 🙏
__ADS_1