Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 2


__ADS_3

Begitu orang banyak itu masuk ke dalam rumah Erna, mereka segera menuju ke kamar dengan pintu yang terbuka yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk rumah tersebut.


Betapa kagetnya mereka ketika melihat Erly yang sudah tergeletak dengan bersimbah darah.


Akhirnya salah satu tetangga yang mempunyai mobil dengan segera membantu Erna untuk membawa Erly ke rumah sakit terdekat.


Karena mereka berpikir bahwa ada 2 nyawa yang harus segera mereka selamatkan.


Begitu sampai di rumah sakit, Erna segera keluar dengan berteriak meminta tolong kepada perawat yang berjaga untuk segera membawa Erly ke UGD.


Erly pun segera dibawa ke ruangan operasi untuk segera dilakukan tindakan. Kebetulan pada saat itu dokter kandungan masih berada di rumah sakit karena jam tugasnya belum selesai.


Erna dengan setia menunggu sang adik di luar ruang operasi dengan ditemani oleh beberapa ibu tetangga terdekatnya, yang memang baik kepada mereka berdua. Juga tidak lupa dia selalu memanjatkan doa agar sang adik dan keponakannya tertolong.


Setelah menunggu kurang lebih satu setengah jam, akhirnya ruang operasi pun dibuka dari dalam dan keluarlah seorang dokter yang menangani adiknya.


"Keluarga ibu Erly?" tanya dokter dengan menghampiri beberapa orang yang berada di depan ruang operasi, yang diyakini bahwa salah satunya adalah keluarga pasien.

__ADS_1


"Saya kakaknya dok!" seru Erna dengan beranjak dari duduknya begitu melihat dokter tersebut keluar dari ruang operasi.


"Begini bu, anak yang dikandung bisa diselamatkan dan baik-baik saja. Untung tidak terlambat dibawa ke rumah sakit.." ucap sang dokter dengan menjeda kalimatnya.


"Alhamdulillah!" seru semua yang berada disana bersamaan, begitupun dengan Erna.


"Tapi maaf...."


Deg!


"Maaf karena sang ibu tidak bisa diselamatkan, kami sudah berusaha semaksimal yang kami bisa." ucap dokter dengan lirih, tetapi masih bisa di dengar semua orang.


Dhuuaarr!


Bagaikan tersambar petir, ternyata benar apa yang baru saja dia pikirkan.


Erna langsung merosot dilantai seakan kakinya tidak bertulang lagi, seakan ada batu besar yang menghantamnya.

__ADS_1


Kenapa kabar bahagia dan kabar duka datang bersamaan. Kalau boleh jujur dia tidak mau itu semua. Dia lebih memilih salah satu saja daripada langsung keduanya dia terima.


Ibu-ibu yang sedang bersama Erna pun dengan segera membantu Erna berdiri dan menguatkannya. Mereka membawa Erna untuk kembali duduk di kursi yang sebelumnya mereka duduki.


"Sabar ya nak Erna, semua sudah ditakdirkan kamu yang ikhlas ya!" kata ibu-ibu hampir bersamaan, karena mereka juga merasa kehilangan. Bagaimanapun Erna dan Erly sudah mereka anggap sebagai anak sendiri. Karena Erna dan Erly adalah sosok yang ramah dan suka menolong dengan tetangga. Jadi banyak yang menyukai mereka.


"Kalau begitu saya permisi bu. Sebentar lagi bisa menemui baby dan jenasahnya. Biar diurus dulu oleh perawat." dokter pun berpamitan untuk kembali keruangannya.


"Iya dok terima kasih banyak." jawab salah satu ibu yang menemani Erna. Karena Erna masih shock jadi dia tidak menjawab perkataan sang dokter.


...****************...


Tetap semangat kak 💪


Tinggalkan jejak


Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2