Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 28


__ADS_3

Hampir semua pelayat ikut mengantar ke tempat peristirahatan terakhir Bu Ijah. Begitu juga dengan Erni, Vera dan juga Edi. Edi terus berada di dekat Erni dan selalu memeluknya karena terlihat Erni yang memang benar-benar merasa kehilangan, apalagi wajah Erni terlihat sangat pucat dan pagi tadi dia merasakan perutnya mual-mual. Tetapi karena Erni yang keras kepala dia tidak mau disuruh istirahat dirumah, dia tetap memilih mengantar Bu Ijah ke pemakaman. Karena Erni berpikir bahwa dia hanya sedikit masuk angin karena terlalu banyak menangis dan tidak nafsu makan.


Karena hampir semua ikut ke pemakaman, tetapi Sifa tetap berada dirumah dengan ditemani oleh kakak Vera yang sedang hamil besar dan juga beberapa saudara yang lain. Dia memilih tetap dirumah saja karena takut terjadi apa-apa dengan kehamilannya. Karena Sifa merupakan anak yang mudah akrab dengan siapa saja, maka dia tidak menangis apabila ditinggal oleh ketiga orang tuanya tersebut.


Begitu acara pemakaman selesai, mereka kembali ke rumah masing-masing begitu juga dengan Edi, Vera dan Erni. Terlihat jelas dari wajah ketiganya merasa sangat terpukul dengan kepergian Bu Ijah, terlebih Vera dan Erni.


Mereka semua berkumpul di ruang tamu. Edi senantiasa mendampingi Erni duduk disampingnya. Dan mereka sedang makan malam bersama, karena keluarga Vera memang mau menginap 1 malam dirumah Erni.


"Yank makan yuk, kamu dari tadi belum makan lho nanti sakit. Wajah kamu pucat banget itu." ucap Edi dengan bersedih karena memang Erni terlihat pucat.

__ADS_1


Erni tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya. Tetapi Edi bukan pria yang gampang menyerah apalagi soal kesehatan istrinya itu. Dia segera bangkit berdiri untuk mengambil piring dan nasi juga lauk untuk menyuapi Erni.


Edi dengan telaten menyuapi Erni sehingga dengan terpaksa Erni menerima suapan dari suaminya itu. Edi terlihat begitu sangat mencintai Erni, terlihat dari cara dia memperlakukan Erni selayaknya ratu.


Malam semakin larut, akhirnya semua bersiap untuk beristirahat. Begitu juga Edi dan Erni mereka berpamitan untuk beritirahat dikamar karena Erni merasa pusing terlalu banyak mengeluarkan air mata.


Keduanya pun segera naik ke ranjang begitu sampai di kamar, mereka berbaring dengan Erni yang berada dipelukan Edi. Erni merasa sangat beruntung memilih Edi untuk menjadi suaminya, karena memang dia terlihat begitu mencintainya. Akhirnya Erni pun tidur nyenyak dipelukan sang suami, dia mencoba ikhlas atas kepergian Bu Ijah.


Dari kamarnya Edi mendengar Erni yang muntah-muntah, karena tidak tega dan merasa kasihan akhirnya Edi menyusul Erni ke kamar mandi membantu meringankan rasa mual di perut Erni.

__ADS_1


"Kamu kenapa yank? Masuk angin ya? Telat makan sih kemarin." kata Edi dengan menggandeng pelan tangan Erni untuk dibawa kembali ke ranjang, setelah puas mengeluarkan isi dalam perutnya.


Erni hanya diam saja karena memang dia merasa lemas setelah muntah. Edi segera memberinya minum yang selalu tersedia di kamar mereka.


"Ya sudah sekarang kita tidur lagi, masih pagi banget yank." ajak Edi yang memang dia masih merasa ngantuk. Dan kembali membawa Erni kepelukannya untuk segera bermimpi bersama.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2