Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 101


__ADS_3

"Mas.." panggil Erni pelan.


"Maaf.." jawab Edi dengan masih menundukkan kepala. Hanya 1 kata itu yang mampu keluar dari bibir Edi.


"Aku uda maafin Mas Edi dan sekarang Mas Edi uda menerima konsekuensinya. Jadi yang sabar aja ya Mas.." ucap Erni membesarkan hati Edi.


"Iya aku sekarang uda gak punya apa-apa, mobil juga uda terjual buat urus semua keperluan kemarin dan masih sisa sedikit." lirih Edi.


"Mas Edi harus kuat ya." Erni menggenggam tangan Edi yang keduanya masih terborgol.


Akhirnya mereka berdua saling mengungkapkan isi hati masing-masing dalam waktu yang singkat tersebut.


"Ow ya gimana kamu bisa sampai sini? Trus sama siapa? Nginep dimana? Jauh lho gak mungkin sendiri kan?" tanya Edi dengan bertubi-tubi karena merasa heran gimana bisa istrinya itu bisa menemaninya disaat terpuruknya ini.


Erni tersenyum dengan manis, ternyata suaminya tidak berubah dia masih mengkhawatirkannya.

__ADS_1


"Satu-satu Mas tanyanya. Aku sama Vera sama Siti mereka ada diluar, soalnya gak boleh masuk hanya boleh 1 orang saja. Trus aku nginep dihotel sebelah itu, aku datang kemarin datangi rumah Mas Edi tapi ternyata yaa dapat cerita seperti itu trus aku datangi rumah Pak Rt." jelas Erni panjang lebar.


"Makasih Mas Edi uda antar Leoni pulang dengan orang yang tepat. Mungkin kalau gak ada Siti entah gimana Leoni Mas.." lanjut Erni.


15 menit berlalu, akhirnya petugas pun masuk kembali memberitahukan bahwa waktu berkunjung sudah habis.


"Mari Saudara Edi kembali ke sel." ucap Petugas.


"Iya Pak, sebentar saya pamitan dengan istri saya." jawab Edi dengan bangkit berdiri.


"Iya Mas Edi banyak berdoa ya dan dijalani dengan ikhlas. Ow ya aku mungkin gak bisa sering-sering datang mengunjungi tapi tetap aku usahakan ya Mas." ucap Erni.


"Iya gak apa-apa Dek, Mas minta doanya aja. Tunggu aku ya.." jawab Edi.


Kata-kata Edi seakan mengisyaratkan bahwa masih mengharapkan Erni sampai selamanya.

__ADS_1


Edi pun mengikis jarak keduanya dan dengan tanga terborgol dia berusaha meraih tubuh Erni dan mencium kening Erni dengan dalam.


Erni pun memejamkan matanya menikmati kembali kehangatan suaminya yang beberapa bulan ini telah hilang hingga tanpa terasa air mata pun mengalir dipipinya.


Selesai mencium kening Erni, Edi pun mengusap air mata istrinya dan tersenyum kepadanya seakan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.


Akhirnya Edi pun dibawa petugas kembali masuk ke dalam sel. Dan Erni pun keluar dari ruangan menuju cafe dimana Vera dan Siti berada. Tetapi sebelumnya dia sudah berpamitan dengan beberapa petugas Polisi yang saat itu sedang bertugas.


Begitu bertemu dengan Vera dan Siti, Erni terlihat sedih dan bingung harus bagaimana. Di satu sisi dia sudah berkonsultasi dengan pengacara dan akan memproses perceraian tapi disisi lain hati kecilnya berkata bahwa dia tidak akan meninggalkan Edi disaat dia dalam keadaan terpuruk seperti ini. Bagaimanapun Edi adalah sosok laki-laki yang bertanggung jawab atas hidupnya selama beberapa tahun ini, dan kemarin adalah dimana dia sedang diuji dengan diperhadapkan pilihan sehingga memilih hal yang salah.


...****************...


Tetap semangat kakak 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2