
Begitu Siti masuk ke dalam kamar, Erni menggendong Leoni untuk ditidurkan di dalam kamar mereka. Setelah menyelimuti Leoni, Erni segera kembali ke ruang keluarga untuk membahas sesuatu dengan Vera.
"Alhamdulillah ya Ver kita kembali diketemukan dengan Leoni. Aku gak bisa bayangin kalau selamanya gak bisa ketemu lagi sama dia." ucap Erni sedih.
"Udah lah Er gak usah sedih lagi kan yang penting sekarang kita bisa berkumpul lagi. Aku uda hubungi Mama kalau lusa aku suruh datang ajak Sifa, pasti Sifa juga kangen sama adiknya." ucap Vera, ketika sedang menyiapkan makan tadi sempat menghubungi Mamanya yang ada di Surabaya untuk pulang mengajak Sifa dan menceritakan bahwa Leoni sudah pulang ke rumah.
"Beneran Ver? Makasih banyak ya!" seru Erni sambil memeluk erat Vera. Erni bersyukur karena tanpa adanya Vera dan keluarganya mungkin dia sudah menjadi gila menghadapi semua masalah dalam hidupnya.
"Iya sama-sama. Ow ya tadi disurat maksud Mas Edi apa ya? Kog kayaknya dia mau pergi gitu?" tanya Vera kembali membahas tentang surat yang dikirim Edi.
"Iya aku juga gak ngerti Ver apa yang terjadi sama Mas Edi. Aku lanjutin proses perceraianku gak ya?" tanya Erni.
"Kalau masalah cerai itu terserah kamu Er kan yang menjalani rumah tangga kamu. Aku cuma dukung aja apa yang akan jadi keputusan kamu nanti." jawab Vera.
__ADS_1
"Gitu ya Ver? Iya deh nanti coba aku pikirkan matang-matang dulu." ucap Erni.
"Mmm Er kamu gak penasaran Mas Edi pergi kemana gitu? Kamu gak mau coba datang ke luar kota sana?" usul Vera kepada Erni.
"Penasaran sih Ver. Memangnya kamu mau aku ajak kesana?" tanya Erni.
"Kenapa mesti gak mau? Ya uda ayo kita lihat apa yang terjadi disana. Dan kita harus selesaikan masalah kan, gak mungkin juga kamu akan digantung tanpa kepastian seperti ini. Kamu disini sedangkan Mas Edi dimana tanpa ada kejelasan." terang Vera.
"Iya bener jug kamu Vera. Ya sudah lusa setelah Sifa datang kita langsung kesana ya kita ajak Siti juga kan yang tahu alamat rumahnya dia. Sekalian besok pas kerja kita minta cuti aja." jawab Erni.
Akhirnya mereka berdua pun beranjak masuk ke dalam kamar dan tidur bertiga bersama Leoni.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di kantor polisi, ketika dimintai keterangan Edi mengakui semua kejahatannya dengan alasan yang bisa diterima oleh pihak kepolisian. Edi tidak mengelak sama sekali karena dia tidak mau hukumannya akan semakin berat jika dia berbohong.
Dan pihak ambulance yang bertugas membawa jenazah Siska pun sudah memastikan bahwa Siska meninggal ditempat kejadian perkara karena kehabisan darah. Karena Siska yang sudah tidak memiliki keluarga maka pihak Rumah Sakit yang mengurus jenazah Siska.
Topan saat ini sudah berada dirumah sedangkan istrinya sedang berada diluar rumah bersama dengan kelompok sosialitanya. Ketika berada dirumah Topan selalu saja merasa gelisah karena takut kalau istrinya mendengar semua berita itu maka dia akan ditendang dari istana mewah istrinya. Karena ternyata tidak hanya 1x ini saja kelakuan bejat Topan, dia sudah berulang kali bahkan istrinya selalu memberi kesempatan. Tetapi tidak untuk kali ini, istrinya sudah memberi peringatan bahwa jika dia berani melakukannya lagi sudah pasti akan menjadi gembel. Tentu saja dia takut karena apa yang dia miliki saat ini semua adalah milik istrinya.
...****************...
Sudah jelas ya, Siska the end 😁
Maaf kalau tidak sesuai, karena menurutku hukuman yang paling abadi adalah kematian 🙂
Jadi cerai gak ya Erni dan Edi? 🤔
__ADS_1
Topan enaknya diapain ini? 😁
Kalau author enaknya dikasih hadiah aja ya 🥰🙏