
Seakan tahu dengan kebingungan klien nya tersebut, Pak Norman pun menunjukkan bukti bahwa memang benar surat perceraiannya sudah ditandatangani oleh Edi.
Erni pun segera meraihnya dan melihat memang benar itu adalah tanda tangan Edi. Seketika luruh sudah air mata yang sudah Erni tahan dari tadi. Vera pun juga ikut melihat berkas tersebut, kemudian dia segera membawa Erni ke dalam pelukannya begitu menyadari sahabatnya tersebut sudah terisak.
Pak Norman pun merasa bingung dengan kliennya, kenapa malah menangis? Apakah itu tangisan bahagia?.
"Maaf ada apa ya Bu?" tanya Pak Norman.
"Begini Pak, sebenarnya maksud kami bertemu dengan Bapak adalah Ibu Erni ingin membatalkan perceraiannya dan Ibu Erni sudah menemukan Pak Edi dikota tersebut dan sudah bertemu secara langsung ditahanan serta anaknya sudah pulang ke rumah beberapa hari yang lalu dengan tidak kurang suatu apapun." terang Vera panjang lebar, karena Erni masih terus terisak tanpa bisa menjawab pertanyaan dari Pak Norman.
Jelas saja Pak Norman kaget, karena tidak ada konfirmasi sebelumnya dari kliennya yang ingin membatalkan gugatan tersebut tetapi setelah dia berhasil justru kliennya berubah pikiran.
"Maaf memang ini keputusan mendadak Pak, jadi kami belum sempat menghubungi Bapak dan kami juga tidak tahu kalau Bapak sudah berhasil dengan kasus ini." lanjut Vera karena melihat Pak Norman yang bingung serta kaget dengan hal tersebut.
__ADS_1
Pak Norman pun menghela nafas pelan, karena baru kali ini ada klien yang seperti ini.
"Jadi ini gimana Bu? Saya pribadi mohon maaf karena perceraian Ibu sudah sah di mata hukum dan tentu saja Bapak dan Ibu sudah resmi bercerai." ucap Pak Norman kemudian.
Setelah diam beberapa saat akhirnya Erni membuka suara.
"Trima kasih Pak sudah berhasil dengan kasus Bapak. Dan mungkin ini sudah menjadi takdir saya. Saya akan menerimanya, Bapak tidak perlu merasa bersalah. Saya akan anggap selesai kerjasama kita Pak." Erni pun menjabat tangan Pak Norman dan mempersilahkan beliau untuk kembali ke kantor.
"Mungkin ini sudah menjadi takdir ku Ver, aku akan menerimanya. Semuanya gak bisa berjalan hanya sesuai keinginan ku saja tetapi sudah digariskanNya." ucap Erni dengan menerawang melihat jauh ke depan.
Vera hanya bisa kembali memeluk Erni dan ikut merasakan apa yang Erni rasakan.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di dalam sel setelah kembali dari menemui pengacara Erni, Edi melamun dan merenungi kembali apa yang sudah terjadi dalam hidupnya.
"Aku gak akan menyalahkan kamu Erni, kamu berhak melakukan itu semua dan aku berhak mendapatkan itu. Mungkin kemarin pembicaraan kita hanya untuk menguatkan aku disini dan aku tidak sakit hati untuk itu. Terima kasih karena memang kamu benar-benar tulus. Untuk sementara aku titip anak-anak kita setelah tiba saatnya nanti aku keluar dari sini aku akan memberikan hak-hak kalian. Maafkan aku.." gumam Edi lirih dengan air mata yang tanpa bisa dibendung lagi.
Edi sudah bertekad akan kuat dan semangat dalam menjalani kehidupannya sekarang. Karena dia akan memenuhi janjinya ketika sudah keluar nanti. Dia dengan ikhlas akan menghabiskan masa hukumannya dengan hal-hal yang positif saja.
...****************...
Tetap semangat nggeh ðŠ
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah ð
Ojok dibully ya aku wonge nangisan ðĪŠ
__ADS_1