
Begitu Siska selesai mandi dia segera berbaring di ranjang di samping Edi. Edi pun seperti biasa memeluk Siska ketika tidur. Dan saat itu tangan Edi mengelus dengan lembut perut Siska.
"Kog belum ada tanda-tanda ada benih cinta kita disini ya Yank?" tanya Edi dengan tetap mengelus perut Siska.
Siska dalam hatinya mulai merasa jengah dengan pertanyaan itu yang keluar dari mulut Edi.
"Ya gak tahu Mas, tunggu aja." jawab Siska dengan nada yang sedikit kesal.
"Uda ahh aku capek mau tidur Mas, awas!" seru Siska sambil memiringkan tubuhnya membelakangi Edi.
"Tunggu aja sampai aku mati pun gak bakal ada anak diperut ku." batin Siska.
Kemudian Edi hanya bisa memeluknya dari belakang. Di dalam pikiran Edi pun mulai membandingkan hubungannya dengan Erni. Dulu Erni hanya beberapa kali melakukan saja sudah bisa langsung hamil tetapi ketika dengan Siska mereka sering melakukan bahkan hampir setiap hari kenapa belum bisa langsung hamil. Edi pun kembali menghalau pikiran-pikiran itu semua.
__ADS_1
Edi malam itu belum bisa memejamkan matanya, entah kenapa malam ini sangat sulit untuk sekedar memejamkan mata padahal sebenarnya Edi merasa lelah dan mengantuk. Dia segera beranjak bangun dari ranjangnya ketika sudah mendengar dengkuran halus dari Siska yang menandakan bahwa Siska sudah berada di alam mimpi.
Edi memilih keluar rumah dia duduk di teras depan rumahnya sambil kembali menyalakan rokok. Dia terus termenung entah kenapa dia merasa bersalah kepada Erni karena sudah memilih jalan seperti ini. Seharusnya sebagai laki-laki Edi bisa membicarakan baik-baik kepada Erni dan mungkin menceraikannya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan menikahi Siska.
Edi kemudian teringat dengan percakapannya dengan Siska baru saja tentang kenapa Siska yang belum hamil setelah beberapa bulan mereka menikah. Bahkan sebelum menikah pun mereka sudah sering melakukan.
Akhirnya entah kenapa Edi memiliki pikiran buruk tentang Siska, Edi berpikir mungkin Siska tidak ingin memiliki anak dengan Edi jadi mungkin Siska mengonsumsi pil kontrasepsi untuk mencegah hamil.
Begitu membuka tas Siska, Edi merasa kaget karena didalamnya dia menemukan segepok uang tunai berwarna merah. Ketika Edi mengingat-ingat hari ini bukan tanggal menerima gaji tetapi kenapa Siska bisa mempunyai uang sebanyak itu? Tetapi Edi mencoba berpikir positif mungkin saja itu uang kantor Siska yang mungkin saja dibawa sementara oleh Siska dan ketika masuk kerja nanti akan disetor karena memang dia baru saja pulang malam.
Ketika kembali dilihat-lihat isi tas Siska, Edi pun kaget untuk kedua kalinya karena dia menemukan 1 strip pil obat kecil-kecil yang hanya tersisa beberapa saja. Edi pun tidak bodoh dia segera mengambil ponselnya untuk mengecek obat apakah yang sering dibawa oleh Siska. Kalau mungkin Siska sakit Edi akan segera membawanya ke dokter untuk periksa.
Begitu Edi mengecek melalui ponselnya, seketika lututnya pun merasa lemas dan dia hampir saja terjatuh dilantai jika dia tidak segera mengembalikan kesadarannya dan segera berpegangan pada sofa disebelahnya.
__ADS_1
***Deg!.
Jadi selama ini***...?!
...****************...
**Tetap semangat bestie ðŠ
Bumi gonjang ganjing ðĪ
Wah bakalan terjadi perang dunia ke 3 kah antara Siska dan Edi? ðĪŠ
Sebarin hadiahnya dulu lah ð**
__ADS_1