
Selama berbulan-bulan itu pula bukannya Erni tidak mau mencari keberadaan anaknya tetapi memang sudah berusaha mencari kemana pun tidak menemukan. Kabar terakhir dari Putri pun sudah tidak dia dengar kembali. Sedangkan jika untuk mencari ke kota dimana Putri berada pun sangat kecil kemungkinannya. Karena Putri sendiri pun tidak tahu tempat tinggal mereka. Apalagi untuk lapor polisi jelas Erni bingung akan melaporkan kasus tentang apa, karena status Edi sendiri adalah ayah kandung dari Leoni.
Jalan satu-satunya yang dilakukan Erni adalah dia mencoba mengajukan gugatan cerai dengan meminta hak asuh anak jatuh ditangannya. Untuk saat ini sedikit banyak Erni sedang berkonsultasi dengan pengacara yang akan membantu proses perceraiannya nanti. Erni disarankan untuk mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu tentang perselingkuhan Edi, jadi nanti Erni bisa mengajukan gugatan tentang perselingkuhan.
Memang membutuhkan waktu yang cukup lama karena kasus Erni pun sangat rumit. Sehingga Erni menggunakan waktunya sambil bekerja untuk mendapatkan penghasilan sendiri supaya tiba saatnya nanti ketika Leoni kembali Erni bisa memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya.
...****************...
Di kediaman Siska dan Edi.
Edi yang baru saja sampai dirumah ternyata mendapati Siska yang belum sampai dirumah. Edi membuka kamar anaknya terlebih dahulu untuk melihat apakah sudah tidur, ternyata masih dibacakan dongeng oleh Mbak yang merawat Leoni. Kemudian Edi kembali menutup pintu kamar anaknya dan beranjak menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Selesai mandi Edi kembali keluar kamar menuju dapur membuat teh hangat untuk dirinya sendiri. Begitu selesai dia membawa ke teras rumah sambil menyalakan sebatang rokok. Di dalam keheningan malam tersebut Edi sempat memikirkan tentang Erni. Bagaimana pun Erni adalah istri yang mendampinginya dalam suka dan duka. Istri yang tidak pernah mengeluh jika dia hanya mendapatkan sedikit uang ketika menjalankan taksi online, Erni bisa bersyukur dalam segala hal.
__ADS_1
Dan setiap dia pulang bekerja pasti sudah tersedia minuman hangat untuk melepaskan lelahnya, tidak seperti saat ini bahkan dia sendiri yang melayani dirinya sendiri. Meskipun memiliki istri tetapi seperti tidak memiliki istri.
Edi mulai membanding-bandingkan Erni dengan Siska. Tetapi begitu menyadari dia segera menghalau pikiran itu karena Edi tidak mau menyesali setiap keputusan yang sudah dia ambil.
Ditengah kesendiriannya tiba-tiba saja ada mobil taksi online yang berhenti didepan rumahnya, dan keluarlah seorang wanita yang sudah membayar ongkos taksinya.
Siska segera berjalan menghampiri Edi begitu menyadari bahwa Edi sedang duduk di teras seakan menunggu dirinya. Jujur saja sebenarnya Siska merasa takut jika kebusukannya diketahui oleh suami sirinya tersebut. Tetapi Siska cukup pandai untuk menguasai diri, sehingga dia berakting seolah-olah dia memang pulang dari bekerja.
"Malam-malam kenapa masih diluar Mas?" tanya Siska begitu mereka sudah berhadapan.
"Ya uda ayo masuk." ajak Siska sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"Kenapa sampai malam sekali Yank?" tanya Edi ketika dia melirik jam dinding di ruang tamu yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.
__ADS_1
"Kan besok libur Mas jadi klien nya minta diselesaikan sekarang semua biar tidak nanggung. Trus tadi sekalian makan malam." jawab Siska sambil sedikit merasa deg-degan. Meskipun jawaban Siska memang ada benarnya, setelah pergulatan panas dengan Topan mereka memesan makan malam terlebih dahulu sebelum pulang.
"Capek banget pasti ya?" tanya Edi yang sebenarnya bermaksud meminta jatah kepada Siska tetapi merasa kasihan karena istrinya baru saja pulang kerja.
"Iya capek banget Mas, aku mandi dulu ya habis gitu kita langsung tidur aja." jawab Siska begitu mereka sampai dikamar dan Siska segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Edi hanya menatapnya dari ranjang tempat dia duduk.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1
Jangan lupa mampir di karya aku yang lain kak, dan favoritin juga biar tahu kalau pas lagi up ya 🙂