Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 30


__ADS_3

Saat ini keduanya sedang menunggu di ruang antrian poli obygin. Begitu Erni dinyatakan sudah pulih Edi segera mendaftarkan antrian di poli tersebut karena segera ingin mengetahui apakah benar Erni sedang hamil atau tidak. Karena mereka juga sedang berada di Rumah Sakit jadi sekalian saja, pikirnya.


"Nanti kalau ternyata aku gak hamil tapi cuma kecapekan aja gimana Mas?" tanya Erni takut mengecewakan Edi, karena Edi begitu antusias ketika akan memeriksakan keadaan Erni.


"Iya gak apa-apa kalau belum hamil, kan kita jadi rajin nanti bikinnya." bisik Edi sambil merangkul pinggang Erni yang duduk disebelahnya. Edi berbisik karena saat ini tidak hanya mereka berdua yang antri, tetapi banyak juga ibu hamil yang akan memeriksakan kandungannya juga.


Setelah menuggu kurang lebih 30 menit, akhirnya Edi dan Erni dipersilahkan masuk. Mereka berdua memasuki ruangan dimana disana sudah ada Dokter dan juga Suster yang akan membantu.


Di dalam ruangan Erni segera diperiksa oleh Dokter, tapi sebelumnya Suster sudah memberikan gel di sekitar perut bawah Erni kemudian dilihat dengan menggunakan alat yang terhubung di monitor yang berada di depan Dokter.


Setelah beberapa saat Dokter memeriksa, akhirnya suara Dokter membuyarkan ketegangan Edi dan Erni yang sedang menunggu dengan harap-harap cemas.

__ADS_1


"Selamat Bapak, Ibu Erni saat ini sedang hamil dan ini kantung kehamilannya. Memang masih sangat kecil karena usianya masih sekitar 8 minggu dan masih sangat rawan tolong dijaga dengan hati-hati." ucap Dokter memberitahukan.


"Oh iya Dokter terima kasih banyak kami akan menjaganya dengan extra hati-hati." jawab Edi dengan mata berkaca-kaca menahan tangis harunya.


Kemudian Erni diberikan resep obat dan vitamin untuk menjaga kehamilannya dan keduanya diperbolehkan untuk keluar ruangan.


Edi dan Erni saat ini sedang antri di farmasi untuk menebus obat yang sudah diresepkan Dokter.


"Iya Mas, aku juga bersyukur. Tuhan mengembalikan apa yang kita miliki. Dulu aku kehilangan Erly tapi Tuhan gantikan dengan kehadiran Sifa. Kemarin kita kehilangan Bu Ijah sekarang Tuhan gantikan dengan baby kita Mas." ucap Erni dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.


Akhirnya mereka pulang dari Rumah Sakit karena Erni sudah dinyatakan sehat dan sudah boleh diijinkan untuk pulang kerumah.

__ADS_1


Sesampainya dirumah Erni segera membagikan kabar gembira itu kepada Vera dan keluarganya. Merekapun menyambut dengan gembira juga dengan kehamilan Erni. Tetapi mereka tidak bisa berkunjung kerumah Erni karena baru saja pulang dari tempat saudara mereka.


...****************...


Hari-hari berlalu dengan penuh bahagia di keluarga kecil Edi dan Erni. Kehamilan Erni pun sehat dan sudah memasuki usia kehamilan 8 bulan. Dan Sifa pun tumbuh dengan sehat pula dalam asuhan orang tua Vera. Terkadang weekend atau libur kerja Sifa diambil oleh Edi dan Erni untuk menginap dirumah Erni, karena Edi dan Erni juga ingin mengajak jalan-jalan. Dan Sifa pun sudah mulai terbiasa memanggil Edi dengan papa karena memang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri, akte kelahiran dan juga surat-surat yang lain pun sudah diatasnamakan Edi. Karena dari awal memang Edi sudah berjanji bahwa akan menerima Erni apa adanya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


Mampir juga kak di karya aku yang lain ya 🙂


__ADS_2