
Keesokan harinya Edi dan Erni tidak berangkat bekerja mereka masih mendapatkan cuti dari kantor karena baru saja kehilangan anggota keluarga.
Mereka hanya dirumah berdua saja karena Vera dan semua keluarganya sudah pulang dengan membawa Sifa untuk sementara diasuh oleh orang tua Vera. Karena mamanya Vera sangat menyukai anak kecil kebetulan Sifa pun tidak ada yang merawat jika Erni dan Edi bekerja.
Erni terlihat sangat lemas karena dia baru saja kembali mengalamai morning sickness. Tetapi dia sendiri belum mengetahui bahwa dia hamil, dia berpikir memang sedang masuk angin karena dari kemarin dia tidak mau makan.
Akhirnya dia jadi lemas, pucat dan terasa pusing. Erni masih terbaring diranjang ketika Edi sudah selesai mandi. Edi berpikir tidak biasanya Erni seperti itu, meskipun sakit dia pasti masih bisa untuk menyiapkan keperluannya.
Kemudian setelah berpakaian Edi menghampiri Erni berniat untuk membangunkannya dan mengajak sarapan bersama. Tetapi ketika sudah duduk disamping istrinya itu, Edi melihat Erni berkeringat ketika dipegang dahinya ternyata keringat dingin.
"Yank.. Kamu kenapa yank? Kog keringat dingin begini?" tanya Edi panik.
Erni tidak menjawab sehingga membuat Edi semakin panik. Tanpa berpikir panjang Edi segera membawa Erni ke Rumah Sakit. Setelah menggendong Erni untuk dibawa ke mobil dia segera melajukan mobilnya untuk menuju Rumah Sakit terdekat.
Begitu sampai di Rumah Sakit, Edi segera meminta pertolongan pada Suster yang ada. Erni segera dibawa ke Unit Gawat Darurat untuk diperiksa.
Setelah menunggu beberapa saat dengan khawatir, akhirnya Dokter yang memeriksa Erni keluar dari ruangan Unit Gawat Darurat.
"Gimana keadaan istri saya Dokter?" tanya Edi dengan panik.
__ADS_1
"Bapak tidak perlu khawatir istri bapak baik-baik saja. Dia hanya kecapekan dan butuh istirahat. Tapi sepertinya istri bapak sedang hamil apa bapak mengetahuinya?" tanya Dokter.
"Hamil Dok? Saya tidak tahu Dokter." jawab Edi dengan jujur karena memang dia tidak tahu kalau Erni hamil, Edi berpikir mungkin Erni sendiri juga tidak mengetahuinya.
"Saya menduga istri bapak hamil coba nanti bapak periksakan ke bagian obygin untuk lebih jelasnya. Ow ya saya permisi dulu kalau begitu pak, Bu Erni sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap." ucap Dokter segera pergi dari hadapan Edi.
"Iya trima kasih banyak Dok." jawab Edi sembari mengikuti Suster yang membawa Erni untuk dipindahkan ke ruang rawat inap.
Setelah di ruangan Erni masih belum sadarkan diri. Edi tetap setia mendampingi Erni duduk disebelahnya dan memegang tangannya.
"Kalau beneran kamu hamil, aku akan sangat bahagia Yank! Kamu harus kuat Yank demi anak kita nanti." kata Edi dengan mata berkaca-kaca.
"Ow pantesan saja dari tadi petang kamu muntah-muntah Yank, apa itu memang sudah pertanda kalau kamu hamil."
"Mas.." lirih Erni.
Edi segera menoleh dan begitu melihat Erni membuka mata Edi segera memeluknya.
"Kamu gak apa-apa Yank? Apa yang kamu rasain sekarang?" tanya Edi dengan bertubi-tubi.
__ADS_1
Erni tidak menjawab pertanyaan Edi justru dia menjadi bingung kenapa tiba-tiba bisa berada di Rumah Sakit karena dia merasa baik-baik saja.
"Aku kenapa Mas?" tanya Erni bingung.
"Kamu kecapekan Yank. Habis gini kita periksa ke Dokter kandungan ya Yank!" ucap Edi dengan bahagia.
"Kenapa ke kandungan Mas? Siapa yang hamil?" pertanyaan konyol yang diberikan oleh Erni.
"Ya kamu donk Yank masa Mas sih." jawab Edi dengan bercanda.
"Kata Dokter kemungkinan ada benih cinta kita disini." lanjut Edi dengan mengelus perut Erni dengan penuh cinta
...****************...
Maaf lama gak up kak 🙏
Karena sedang disibukkan dikehidupan nyata 🙂
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏
.