
2 tahun berlalu..
Selama 2 tahun sudah Erni hidup bahagia bersama dengan Siti dan kedua anaknya. Pekerjaan yang menjanjikan setiap harinya membuatnya mampu memberikan kehidupan yang layak bagi anak-anaknya.
Dan selama 2 tahun tersebut Erni sudah menjelaskan kepada kedua anaknya tentang dimana keberadaan Ayah mereka. Tetapi sekalipun Erni tidak pernah mengajarkan kepada anak-anaknya untuk membenci Ayah mereka. Dan Erni juga sudah menjelaskan tentang perceraian kedua orang tuanya. Meskipun mereka masih kecil tetapi Erni tetap harus menjelaskan secara perlahan kepada mereka.
Saat ini Erni sedang berada dikantin karena jam istirahat yang baru saja berbunyi. Erni sudah biasa beristirahat sendiri karena dibagian divisinya hanya dia yang perempuan dan hampir semua tahu bahwa Erni seorang janda dengan 2 orang anak, tetapi setahu mereka mantan suami Erni bekerja diluar kota bukan menjadi tahanan.
Ketika sedang asyik menikmati makanannya, tiba-tiba saja Brian teman satu divisinya duduk didepannya. Ya, semua orang tahu bahwa Erni dan Brian dekat tetapi belum ada hubungan apa-apa hanya sebatas teman.
"Makan yang banyak biar berisi tu badan, masa kerempeng kayak gitu." ucap Brian yang langsung duduk didepan Erni tanpa permisi, karena memang selalu begitu Brian kepada Erni sedangkan Erni sudah menganggapnya biasa.
"Biarin aja, emang gak ada yang mau." jawab Erni cuek sambil tetap menikmati makanannya tanpa terganggu dengan adanya Brian didepannya.
"Siapa bilang? Aku mau sama kamu, cuma kan kalau bisa agak gemuk dikit jangan kayak orang susah gitu." ucap Brian to the point, memang Brian sudah kesekiankalinya mengungkapkan perasaannya kepada Erni cuma bagi Erni masih trauma dengan adanya pernikahan.
Dan Brian pun mau menerima Erni meskipun dia sudah memiliki 2 orang anak. Brian juga sudah dekat dengan kedua anak Erni karena dia sering datang kerumah Erni. Sedangkan status Brian sendiri adalah seorang perjaka. Dan itu juga salah satu alasan kenapa Erni selalu menolak Brian.
__ADS_1
"Uda jangan mulai. Capek tahu hampir tiap hari kamu ngomong kayak gitu." ucap Erni memutar bola matanya dengan malas.
"Makanya biar gak capek terima donk." ucap Brian kembali merayu Erni.
"Uda ahh, aku uda selesai. Kamu buruan makannya kerjaan kita banyak hari ini, aku gak mau lembur nanti mau pergi sama anak-anak." ucap Erni sambil bangkit berdiri dan berlalu meninggalkan Brian setelah berkata seperti itu.
Brian yang memang makanannya sudah hampir habis segera mempercepat makanannya kemudian menyusul Erni.
"Emang tar mau kemana sama anak-anak?" tanya Brian begitu dia bisa menyusul Erni dan berjalan disampingnya.
"Aku ikut ya? Kangen ni sama anak-anak. Ya.. ya.. ya.." rayu Brian memohon.
"Gak ahh, aku mau me time sama anak-anak Bri.." jawab Erni.
"Iya aku ikut pokoknya." paksa Brian.
"Kalau kamu ikut namanya gak me time donk." ucap Erni merengek.
__ADS_1
Belum sempat Brian menjawab tiba-tiba saja dia dipanggil oleh temannya.
"Bri.. Kamu dicariin Bos. Disuruh datang keruangannya sekarang." ucap teman Brian begitu bertemu dengan Brian.
Brian menghela nafas kasar, karena dia sudah bisa menebak jika sudah dipanggil Bosnya pasti akan lama berada diruangannya dan semua karyawan mengetahui tentang hal itu.
Melihat itu Erni menjulurkan lidahnya meledek Brian, kemudian segera berlalu menuju lift untuk membawanya menuju divisinya.
...****************...
Hallo kak, tetap semangat?
Maaf ya kalau ending nya gak sesuai ekspektasi kalian 🙏
Ini author kasih bonchapt nya. Jangan lupa kepoin karya author yang lainnya ya 🙏
Hadiahnya dibanyakin boleh lah 😍
__ADS_1