Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 27


__ADS_3

Selama menunggu dokter, Vera dan juga Edi datang, Erni tidak bisa tenang. Dia takut terjadi apa-apa dengan Bu Ijah. Sampai dia melupakan sendiri kesehatannya yang sebenarnya dia ingin segera pulang segera beristirahat tetapi malah menghadapi hal seperti ini.


Sedang paniknya dia, tiba-tiba Sifa terbangun dia yang sudah bisa sedikit berbicara meskipun tidak lancar pun segera memanggil-manggil Bu Ijah yang tidur didekatnya.


"Ibu.. Ibu.." panggil Sifa dengan suara cadelnya, dia juga sedikit mengguncang lengan Bu Ijah. Tetapi Bu Ijah bergeming, tidak bergerak sama sekali. Sifa mencoba terus memanggilnya berulang-ulang. Hingga Erni yang berada di ruang tamu mendengar suara sang anak yang sudah terbangun. Dia segera menuju ke kamar untuk melihat apakah benar Sifa sudah bangun atau belum.


Dan benar saja, begitu Erni masuk ke dalam kamar dia melihat Sifa yang sudah duduk disamping Bu Ijah dan berusaha untuk membangunkannya.


"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Erni dengan menghampiri dan menggendong Sifa untuk dibawa keluar dari kamar.


Sifa yang melihat kedatangan mamanya segera merasa senang.


"Mama.. utdah puyang?" tanya Sifa dengan tersenyum senang.

__ADS_1


"Udah sayang, mama uda pulang." jawab Erni tanpa bisa menahan tangisnya lagi, entah kenapa akhir-akhir ini dia mudah sekali emosinya naik turun, perasaannya juga selalu berubah-ubah.


"Mama angis?" tanya Sifa lagi dengan menghapus air mata yang menetes di pipi Erni, karena Sifa yang masih betah berada digendongannya.


"Gak sayang, mama gak nangis mama cuma kena debu." bohong Erni karena dia tidak mau terlihat menangis di depan anaknya.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya dokter, Vera dan juga Edi datang secara bersamaan. Dokter agak terlambat karena memang baru saja selesai melakukan operasi di Rumah Sakit jadi memang harus menunggu terlebih dahulu. Kemudian dokter segera masuk ke dalam kamar untuk memeriksa Bu Ijah.


Vera segera meminta Sifa dari gendongan Erni, dan Edi kembali menenangkan Erni yang saat ini benar-benar merasa shock.


Begitu dokter keluar, ketiganya bersiap.


"Maaf Mbak Erni, Bu Ijah tidak bisa bertahan. Kemungkinan beliau sudah tidak ada sejak 1 jam yang lalu. Karena tubuhnya sudah kaku dan dingin." ucap dokter menerangkan apa yang sudah dia lakukan selama memeriksa Bu Ijah.

__ADS_1


Segera saja Erni dan Vera menangis, karena mereka kehilangan sosok orang tua yang begitu sayang kepada mereka meskipun mereka bukan anak kandung sendiri. Tetapi beliau benar-benar menyayangi dengan tulus.


Akhirnya hari itu juga Bu Ijah dimakamkan. Banyak sekali saudara dari Vera dan juga orang tuanya turut hadir memberikan penghormatan terakhir untuk Bu Ijah. Karena Bu Ijah juga sudah berjasa untuk keluarga Vera. Juga banyak para tetangga yang melayat dan berbela sungkawa, karena Bu Ijah dikenal sebagai orang yang baik dan suka menolong di daerah sekitar mereka sehingga banyak orang yang juga ikut merasakan kehilangan.


Jika seseorang memang suka berbuat baik kepada siapapun dan bagaimanapun keadaannya, maka sampai mati pun kebaikannya tidak akan pernah bisa terlupakan akan dikenang selamanya.


Maka teruslah berbuat baik bahkan sampai ajal menjemput kita semua, dan kita diketemukan ketika sedang berbuat baik. Amin.


...****************...


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2