
Dengan kelihaian yang Siska miliki dan itu adalah salah satu yang membuat Edi tidak bisa berpaling darinya, Siska segera memposisikan diri untuk berjongkok didepan Edi duduk. Edi yang sudah mengerti apa yang akan dilakukan oleh Siska pun segera membuka kakinya untuk memberi celah agar Siska leluasa berada didepannya.
Dengan cekatan Siska segera membuka celana Edi dan Edi pun membantunya agar celananya segera terlepas. Dan benar saja begitu celana itu terlepas tepat didepan mata Siska terpampang nyata sesuatu yang sudah siap untuk dia manjakan. Siska segera menundukkan kepalanya hingga sampai didepan benda itu dan segera dia masukkan ke dalam mulutnya serta memajumundurkannya secara perlahan dan lama-kelamaan semakin cepat.
Sedangkan Edi hanya bisa memejamkan mata dan mendesah menikmati apa yang dilakukan oleh Siska. Hal ini yang hampir tidak pernah dilakukan oleh Erni, ketika Edi bermain dengan Erni hanya melakukan dengan biasa saja tanpa ada variasi apa-apa sehingga membuat Edi ingin mencoba hal-hal yang baru.
Karena merasa sudah akan mencapai puncak, Edi segera menarik Siska untuk berdiri dan memposisikan Siska berada membelakanginya. Siska pun paham apa yang akan dilakukan oleh Edi sehingga dia segera menumpukan kedua tangannya di sofa agar Edi bisa melakukannya dari belakang.
Edi dengan segera membuka semua pakaian yang dikenakan Siska dengan tergesa begitupun Siska membantunya seolah mereka akan kehilangan waktu jika tidak melakukan dengan cepat.
Begitu siap Edi segera melesatkan sesuatu yang tadi sudah terlebih dahulu dimanjakan oleh Siska sambil tangan Edi bergerak kedepan untuk menggapai kedua aset Siska yang selalu bikin Edi ingin menjamahnya. Akhirnya suara ******* dari keduanya menggema diruangan tersebut. Dan tanpa menunggu lama keduanya pun menyelesaikan penyatuan tersebut dengan terengah-engah dan duduk kembali di sofa ruangan tersebut.
Edi pun menarik Siska ke dalam pelukannya dengan mereka masih polos tanpa sehelai benang pun.
__ADS_1
"Terima kasih ya sayang, kamu luar biasa." ucap Edi sambil mengecup kening Siska dengan penuh cinta.
Siska hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena dia merasa lelah dan puas setiap selesai melakukan hubungan dengan Edi.
Keduanya pun beristirahat sebentar di sofa sebelum akhirnya membersihkan diri dan Edi yang harus kembali pulang ke rumah.
...****************...
Begitupun dengan Erni dan kedua anaknya, mereka baru saja sampai dirumah setelah diantar oleh Vera dan mamanya. Vera tidak lagi menginap dirumahnya karena besok dia bekerja karena liburnya sudah habis.
Erni menghela nafas pelan begitu suaminya pulang kerumah, jujur saja dia tidak tahu lagi harus bagaimana. Tetapi sebagai seorang istri dia masih berkewajiban untuk melayani suaminya.
Erni pun keluar dari kamar anaknya dan berjalan ke depan rumah untuk menyambut kedatangan suaminya. Begitu sampai didepan tepat berpapasan dengan Edi yang sudah akan masuk kerumah. Mata mereka pun saling menatap untuk beberapa detik dan Edi yang terlebih dahulu memutuskan tatapan itu, dia mengalihkan pandangannya ke arah lain karena tidak mau melihat kesedihan dimata seorang wanit yang masih menyandang sebagai istrinya itu.
__ADS_1
Erni segera menyambut tangan Edi untuk mengecup punggung tangannya tanpa berkata apa-apa.
"Anak-anak sudah tidur?" tanya Edi basa basi sambil berjalan ke arah kamar.
"Sudah." jawab Erni singkat.
Tetapi sebelum sampai dikamar dia melihat kamar anaknya dan terlihat disana kedua anaknya sudah terlelap.
Erni yang setia berjalan dibelakangnya tentu saja dapat dengan jelas menghirup aroma tubuh suaminya dengan wangi yang selalu seperti itu setiap hari.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak, like, komen dan hadiah 🙏
Jangan lupa mampir dikarya aku yang lain kak 🙏