
Seakan tahu bahwa sahabatnya bersedih, Vera pun mencoba menghiburnya.
"Habis bertemu Pak Su kog malah sedih sih?" tanya Vera dengan merangkul bahu Erni yang saat itu duduk disebelahnya.
Erni hanya meliriknya saja dan semakin bersedih.
"Kenapa sih? Ini minum dulu, uda aku pesenin barusan pas aku lihat kamu keluar dari polsek itu." ucap Vera sambil menyodorkan segelas es segar untuk Erni.
Erni pun menerimanya dan meminum hampir setengahnya. Kemudian dia menghela nafas pelan.
"Aku harus gimana ya Ver?" akhirnya Erni pun membuka suara bertanya kepada Vera meminta pertimbangan sahabatnya itu.
"Gimana apanya?" Vera balik bertanya karena tidak tahu apa yang dimaksud oleh Erni.
"Apa aku harus melanjutkan proses perceraian ya?" tanya Erni dengan menatap mata Vera dan Siti yang saat itu tentu saja mendengar pembicaraan mereka.
"Ow soal itu?" tanya Vera.
__ADS_1
Erni hanya menganggukkan kepalanya seakan membenarkan perkataan Vera.
"Kalau soal itu, coba kamu tanya hati kamu sendiri. Soalnya kalau tentang itu yang tahu hanya kamu, kamu yang bisa merasakan. Tapi kalau aku boleh memberi saran, lebih baik kamu batalkan saja karena kasihan kan Mas Edi sudah dapat hukuman seperti itu dan kamu kasih kabar seperti itu juga nanti dia akan semakin terpuruk." terang Vera panjang lebar.
"Maaf Bu, bukanya saya mau ikut campur. Tapi kalau boleh saya berbicara, benar apa yang dikatakan Bu Vera. Soalnya selama saya tinggal dengan Bapak, beliau orangnya baik Bu bahkan mau melakukan tugas rumah tangga tanpa gengsi. Padahal seharusnya kan ada Bu Siska tetapi justru Bu Siska malah memanfaatkan kelemahan Bapak yang seakan tidak bisa hidup tanpa Bu Siska." ucap Siti sesuai dengan apa yang dia tahu.
Erni menatap keduanya dan setelah itu menundukkan kepala dan memejamkan matanya.
"Yang perlu kamu lakukan sekarang kamu meminta petunjukNya. Biarlah semuanya berjalan sesuai kehendakNya." nasihat Vera.
Akhirnya ketiganya pun kembali ke hotel dan beristirahat sebentar setelah itu mereka akan kembali pulang.
...****************...
Sifa, Leoni dan juga Mamanya Vera sedang bermain dirumah karena hari ini mereka tidak pergi keluar dan hanya dirumah saja.
"Oma, Mama, Mommy sama Mbak Siti belum pulang ya?" tanya Leoni dengan sedih.
__ADS_1
"Mungkin nanti sore sayang, kita tunggu aja ya. Adek uda kangen ya?" tanya Mamanya Vera. Memang beliau sudah diberitahu Vera bahwa siang ini mereka akan kembali dan kemungkinan sore nanti baru sampai dirumah.
"Iya Oma." jawab Leoni dengan bersedih.
Mamanya Vera pun tersenyum dan memeluk Leoni dan juga Sifa bersamaan.
"Lebih baik kita tidur siang aja yuk nanti sore kita bangun trus habis itu mandi. Biar nanti ketika Mama, Mommy dan juga Mbak Siti datang kita uda cantik uda wangi, gimana?" ajak Mamanya Vera.
Leoni dan Sifa pun tersenyum dan mengangguk bersamaan. Akhirnya ketiganya pun masuk ke dalam kamar dan memutuskan untuk tidur siang.
...****************...
Sedangkan didalam sel, Edi merasa sangat bersyukur. Meskipun dia diberi hukuman seperti ini tetapi ternyata istrinya yang selama ini dia sakiti justru menjadi orang pertama dan satu-satunya yang masih mau menerimanya apa adanya.
Dia berjanji akan menjalani hukuman dengan baik dan ketika keluar nanti akan menjadi sosok orang yang lebih baik lagi, meskipun harus kembali memulai semuanya dari nol lagi.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat pokoke 💪
Yuk tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏