Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 103


__ADS_3

Saat ini Vera, Erni dan juga Siti sudah berada dirumah dengan selamat. Setelah ketiganya melakukan perjalanan selama kurang lebih 7 jam karena jalanan yang macet pada siang hari itu.


Setelah seharian berpikir dan memantapkan hatinya akhirnya Erni pun memutuskan untuk tidak melanjutkan perceraiannya. Karena memang ingin selalu berada disaat suaminya sedang terpuruk selain itu karena memang dia masih mencintai Edi terlepas bagaimana kelakuan Edi terhadapnya beberapa bulan terakhir ini.


Setelah melepas kangen bermain bersama dengan anak-anaknya, kedua anaknya pun tidur bersama dengan Siti dikamar mereka. Sedangkan Vera, Erni dan juga Mamanya Vera sedang mengobrol bersama di ruang keluarga.


"Jadi gimana Er cerita jelasnya tentang suami kamu?" tanya Mamanya Vera.


Akhirnya Erni pun menceritakan semuanya kepada Mamanya Vera tanpa ada yang ditutupi sekalipun. Karena Erni memang sudah menganggap Mamanya Vera sebagai Ibunya sendiri.


"Ow ya Tante, setelah saya pikir-pikir dengan memantapkan hati saya putuskan untuk tidak melanjutkan proses perceraian nya Tante. Gimana menurut Tante?" tanya Erni meminta pendapat.


Mamanya Vera pun menatap Erni dengan senyum yang mengembang. Beliau kemudian bergeser duduk disebelah Erni yang sebelumnya duduk didepannya. Dengan penuh sayang Mamanya Vera mengelus punggung Erni.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kamu mengambil keputusan seperti itu Nak. Bukannya Tante membenarkan kelakuan Edi yang sudah berselingkuh, tetapi ada kalanya manusia memang benar-benar sudah bertobat dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Tetapi juga tidak sedikit orang yang berkata tobat tetapi masih tetap saja melakukan kesalahan yang sama. Tetapi jika Tante lihat, sepertinya Edi orang yang jika bertobat akan benar-benar bertobat dan kemarin dia hanya terjebak akan kenyamanan sementara." ucap Mamanya Vera panjang lebar memberinya nasihat.


Erni pun hanya diam mendengarkan sambil benar-benar mencerna apa yang dikatakan oleh Mamanya Vera.


"Tetapi Tante harap jika kamu sudah mengambil keputusan itu, maka kamu juga harus setia mendampinginya dimasa sulitnya. Kamu harus setia menunggu sampai kalian benar-benar kembali bersama lagi. Jangan sampai kamu mengambil alih menjadi pemimpin rumah tangga kelak dengan mengungkit kesalahan-kesalahannya." lanjut Mamanya Vera.


Seketika Erni pun memeluk Mamanya Vera yang berada disampingnya. Dia menangis terisak dengan semua nasihat yang Mamanya Vera berikan.


"Terima kasih banyak Tante." ucap Erni dengan suara yang bergetar.


"Aku juga ikut berpelukan donk." ucap Vera dengan cemberut.


Erni dan Mamanya Vera pun terkekeh dengan tingkah Vera.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu aku akan menghubungi pengacara meminta besok bertemu." ucap Erni ketika mereka sudah saling melepaskan pelukan.


"Iya." jawab Vera.


"Ya sudah Mama istirahat dulu ya Ver, uda pegel semua ini." pamit Mamanya Vera dan berlalu menuju kamar untuk beristirahat.


"Uda aku hubungi Ver, besok kita temui di cafe biasanya ya?" ajak Erni.


"Siap Bos!" seru Vera, dengan memberi hormat kepada Erni selayaknya seorang prajurit kepada atasannya.


Erni pun tertawa kemudian menghambur memeluk Vera dengan erat. Keduanya pun tertawa bersama. Entah kenapa saat ini Erni merasa beban yang selama ini terasa sesak didadanya seakan hilang terlepas begitu saja. Jadi hanya kelegaan yang dia rasakan.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat terus kakak 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2