Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 32


__ADS_3

Hari berganti hari kehidupan keluarga kecil Erni sangat bahagia. Meskipun terkadang perbedaan kasih sayang Edi kepada kedua anaknya sangat berbeda. Edi lebih sayang kepada Leoni daripada Sifa, mau bagaimanapun Leoni adalah darah dagingnya sendiri.


Beberapa hari lagi Leoni akan genap berusia 1 tahun. Edi sudah memiliki rencana akan mengadakan pesta ulang tahun secara besar, sedangkan Leoni sendiri sudah bisa berjalan sedikit-sedikit. Hal itu jugalah yang membuat Edi bangga terhadap Leoni dan semakin menyayanginya.


Sepulang kerja Edi sengaja mampir dulu ke toko baju untuk membelikan baju baru untuk Leoni tapi tidak untuk Sifa.


Ketiga wanita yang dicintai Edi sudah menunggunya di teras rumah untuk menyambut kedatangan Edi. Begitu mobil Edi masuk ke halaman rumah Leoni sudah berteriak senang dan memanggil-manggil papanya, begitu juga dengan Sifa dia sudah berlari menghampiri sang papa.


Tetapi ketika Edi sudah keluar dari mobil justru dia menghampiri Leoni yang berjalan tertatih-tatih dengan dijaga Erni dari belakang, sedangkan Sifa sudah hampir dekat dengan Edi tetapi Edi justru melewatinya begitu saja.


"Halo sayangnya papa pintar sekali, cantik sekali kamu nak!" seru Edi dengan menggendong Leoni dan menciumi pipinya yang gembul, sedangkan Leoni tertawa dalam gendongan Edi karena merasa geli.


Sifa yang sudah terlanjur menghampiri Edi pun balik lagi karena tidak disambut oleh Edi. Kemudian Erni mengajak Sifa untuk masuk ke dalam rumah.


Begitu keempatnya masuk ke dalam rumah mereka segera duduk di ruang tamu.


"Sayang lihat ini papa belikan baju buat adik nanti dipakai waktu ulang tahun ya!" ucap Edi dengan mengeluarkan baju dari paper bag yang dia bawa sepulang kerja.

__ADS_1


Leoni begitu gembira dengan baju barunya. Tapi tidak dengan Sifa, dia hanya melihat 1 baju saja yang dibeli oleh sang ayah.


"Untuk Sifa gak ada pah?" tanya Sifa sedih.


"Gak ada kan bajunya kakak masih banyak yang bagus-bagus nanti bisa pakai yang itu dulu." jawab Edi dengan agak cuek.


"Tapi Sifa mau yang baru juga kayak adik pah." lirih Sifa.


Melihat wajah tidak nyaman dari suaminya, Erni segera menengahi perdebatan itu.


"Kak, kan baju kakak masih ada yang baru nanti bisa pakai yang itu. Itu juga bagus kog kayak punya adik." hibur Erni.


Karena Edi pernah mengeluhkan jika pulang kerja dia tidak mau berdebat apapun, karena dia merasa capek sehingga jika ada yang membuat tambah capek dia akan semakin marah. Maka dari itu Erni sudah bisa memahami sifat dan karakter dari suaminya tersebut.


Hari semakin beranjak malam, keempatnya segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Sifa sudah diajarkan untuk tidur dikamar sendiri, tetapi sebelum tidur ditemani dulu oleh Erni sampai tertidur baru setelah itu Erni kekamarnya tidur bersama Edi dan Leoni.


Di dalam kamar Sifa, Erni sedang menidurkan Sifa dengan memeluknya.

__ADS_1


"Mah, kog papa gak belikan Sifa baju baru sih?" tanya Sifa lugu. Karena dia masih teringat ketika adiknya dibelikan baju baru oleh papanya.


"Kan mama sudah bilang kak, Kakak kan masih punya baju baru juga itu juga masih bagus kog. Ya sudah nanti kalau mama ada uang lebih kita beli baju baru buat kakak ya?" janji Erni.


"Janji ya mah!" seru Sifa senang.


"Iya mama janji. Makanya sekarang tidur yuk uda malam."


"Iya mah."


Beberapa saat kemudian Sifa sudah tertidur pulas. Ketika Sifa tertidur Erni melihat dengan mata berkaca-kaca. Dia memang merasa sikap Edi kepada Sifa berubah sejak lahirnya Leoni. Tetapi Erni masih berpikir bahwa itu hanya perasaannya saja.


Kemudian Erni segera pergi dari kamar Sifa untuk kembali kekamarnya, tetapi sebelumnya dia mengecup kening Sifa dengan sayang.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2