Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 86


__ADS_3

Setelah mengemas baju-baju miliknya dan juga Leoni, Siti segera membangunkan Leoni karena mereka harus pergi secepatnya meskipun dia tidak tahu apa yang akan terjadi tetapi itulah perintah dari sang majikan kepadanya.


"Dek.. Ayo bangun. Kita harus siap-siap." Siti menggoyangkan bahu Leoni untuk membangunkannya.


"Hmm... Mau kemana sih Mbak?" tanya Leoni masih dalam kondisi yang mengantuk.


"Kata Papanya Adek kita mau ketemu Mama." jawab Siti.


"Mama Siska?" tanya Leoni.


"Bukan, Mama Erni." jawab Siti sambil tersenyum karena ingin melihat reaksi Leoni. Dan jelas saja Siti tahu nama Mama kandungnya Leoni karena Edi sudah memberitahukannya.


Seketika Leoni langsung bangun dari berbaringnya dan duduk diranjang.


"Beneran Mbak? Nanti Papa gak marah? Trus kapan kita berangkatnya?" tanya Leoni bertubi-tubi tentu saja dengan perasaan bahagianya.


Siti tersenyum senang karena melihat raut bahagia diwajah Leoni.


"Iya Dek, Papa sendiri yang bilang sama Mbak. Sekarang berangkatnya makanya ayo cepetan Adek mandi trus kita siap-siap. Itu Mbak sudah..."


"Ahh iya-iya Mbak aku mandi dulu." Leoni dengan cepat lari masuk ke dalam kamar mandi karena merasa tidak sabar ingin bertemu dengan Mama nya hingga memotong perkataan Siti.


Siti hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum merasa lucu dengan tingkah Leoni.


Sambil menunggu Leoni, Siti membawa keluar barang yang akan dibawanya nanti.

__ADS_1


...****************...


Selesai menulis surat, Edi segera keluar dari kamar dan menemui Siti disana yang sedang menaruh barang bawaannya.


"Adek sudah siap Mbak?" tanya Edi.


"Masih mandi Pak." jawab Siti sopan.


"Ya sudah. Ini Bapak titip begitu sampai kamu kasihkan Ibu Erni. Dan ini buat perjalanan kalian ya." Edi menyerahkan beberapa lembar uang 100ribuan kepada Siti.


Dengan ragu Siti menerimanya.


"Ini tidak kebanyakan Pak?" tanya Siti ketika merasa bahwa uang yang diberikan Edi terlalu banyak jika hanya untuk perjalanan ke luar kota.


"Gak apa-apa bawa aja, sekalian untuk pegangan kamu. Juga Bapak terima kasih sama kamu karena kamu begitu tulus sama Adek. Bapak suka dengan cara kerja kamu." ucap Edi tulus.


Tidak berapa lama Leoni keluar dengan sudah berpakaian rapi karena sebelumnya Siti sudah menyiapakan pakaian yang akan dipakai Leoni.


"Mbak aku uda siap." ucap Leoni begitu melihat Siti.


"Lhoh Papa kog belum siap-siap? Trus mana koper Papa?" tanya Leoni karena melihat Papanya belum bersiap-siap.


Edi pun menghampiri Leoni dan berjongkok didepannya untuk menyamakan tinggi Leoni.


"Adek baik-baik ya dijalan sama Mbak Siti. Harus nurut sama Mbak jangan rewel. Nanti kalau sudah ketemu sama Mama dan Kakak bilangin kalau Papa kangen sama mereka ya." ucap Edi dengan sedikit berkaca-kaca.

__ADS_1


Leoni mengerutkan keningnya, tentu saja dia tahu maksud dari perkataan Ayahnya.


"Papa gak ikut?" tanya Leoni.


Edi hanya tersenyum. Kemudian dia memeluk Leoni dengan erat seakan enggan untuk melepaskannya. Tetapi dia harus melakukannya agar tidak ada yang terkena dampaknya akibat perbuatannya.


Selesai melepas pelukannya Edi mencium seluruh wajah Leoni dan tanpa terasa buliran bening pun menetes dipipinya.


Leoni yang menyadari bahwa Ayahnya menangis seketika menghapus air mata dipipinya dan bergantian mencium seluruh wajah Ayahnya. Dan keduanya pun tersenyum.


"Papa harus selalu sehat ya." ucap Leoni.


"Tentu saja sayang." jawab Edi.


Sebuah travel pun sudah berhenti didepan rumah mereka dan membunyikan klakson sebagai pemberitahuan kepada sang pemilik rumah.


"Itu travel nya sudah datang. Tadi Bapak sudah pesankan. Sekarang kalian berangkatlah hati-hati ya." ucap Edi yang sebenarnya berat melepaskan mereka.


Kemudian Leoni dan Siti pun masuk ke dalam travel yang akan mengantarkan mereka menemui ibu kandung Leoni.


Begitu travel sudah berangkat, Edi menghela nafas panjang. Dia tidak akan beranjak pergi kemana-mana dan akan berdiam dirumah saja. Karena dia yakin sebentar lagi pasti polisi akan menemuinya dirumah.


...****************...


Haii... sehat semua kan kakak?

__ADS_1


Tetap semangat pokoke 💪


__ADS_2