Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 26


__ADS_3

Hari-hari yang dilewati Erni dan Edi sangat bahagia. Mereka memang terlihat seperti keluarga yang harmonis. Edi tidak pernah menganggap Sifa sebagai anak angkatnya tetapi memang dianggap seperti anaknya sendiri.


Usia pernikahan Erni dan Edi sudah hampir 1 tahun lamanya tetapi masih belum dipercayakan seorang anak dari rahim Erni sendiri dan usia Sifa pun sudah hampir 2 tahun. Dia sudah mulai bisa berjalan. Mereka tinggal di rumah Erni bersama dengan Bu Ijah yang masih setia merawat Sifa. Tetapi Bu Ijah yang semakin tua jelas saja kesehatannya semakin menurun.


Erni seharian dikantor merasa tubuhnya mudah lelah dan entah kenapa dia merasa ingin sekali segera pulang ke rumah. Erni merasa ada sesuatu yang terjadi dirumah, tetapi dia segera menipis pikiran-pikiran itu. Akhirnya Erni memutuskan untuk pulang lebih awal setelah jam istirahatnya selesai dengan alasan tidak enak badan.


Sesampainya di rumah dia melihat rumah sepi, karena memang jam tidur siang bagi Sifa. Dia segera menuju ke kamar sang anak, disana terlihat Sifa sedang tertidur pulas dengan didampingi oleh Bu Ijah yang juga tertidur.


Tetapi Erni merasa heran karena tidak biasanya Bu Ijah ikut tertidur sampai tidak mendengar Erni mengetuk pintu, tetapi untung saja pintu tidak dikunci jadi Erni bisa masuk kedalam. Tidak ingin penasaran, akhirnya Erni masuk ke dalam untuk melihat keadaan keduanya. Betapa kagetnya dia ketika memegang tubuh Bu Ijah yang sudah kaku dan terasa dingin. Secara reflek Erni menaruh jari telunjuknya untuk ditempelkan dihidung Bu Ijah. Erni bukan orang yang bodoh, tentu saja dia tahu perbedaan orang yang masih bernyawa atau tidak.


Dengan tubuh yang gemetar Erni segera keluar dari kamar dan merogoh ponsel yang dia taruh di dalam tas kerjanya. Erni segera menghubungi dokter yang sudah menjadi langganannya untuk segera datang kerumahnya untuk memeriksa Bu Ijah. Kemudian Erni juga menghubungi Vera terlebih dahulu untuk memberitahukan semua ini.


Sambil menunggu panggilan diangkat oleh Vera, Erni terlihat panik dengan mondar mandir di ruang tamu. Tidak perlu menunggu lama Vera segera menerima panggilan tersebut.

__ADS_1


"Iya Er, ada apa?" tanya Vera begitu panggilan tersambung. Vera masih fokus ke laptop dikantornya karena memang belum waktunya dia pulang kerja.


"Halo Ver... Itu Ver... Itu." jawab Erni gugup.


Vera yang mendengar sahabatnya begitu panik segera mengalihkan perhatiannya dari laptop.


"Itu apa Er? Kamu kenapa?" tanya Vera juga ikut panik.


"Bu Ijah kenapa Er? Pelan-pelan ya, tarik nafas jangan panik gitu. Kamu ceritain pelan-pelan ya."


Akhirnya setelah merasa cukup tenang Erni menceritakan semua yang terjadi begitu dia sampai dirumah. Vera yang mendengarnya pun juga kaget, karena Bu Ijah memang orang yang baik dan setia kepada mereka.


"Ya sudah kamu tenang dulu, aku pulang sekarang ya. Kamu sudah hubungi dokter?" tanya Vera yang lebih bisa segera menguasai dirinya sendiri. Karena kalau semua panik maka tidak akan merubah keadaan.

__ADS_1


"Sudah Ver, sebentar lagi mungkin datang." jawab Erni dengan suara yang terdengar masih bergetar.


"Ya sudah kamu tenang dulu ya aku pulang sekarang."


Akhirnya Vera segera meminta ijin untuk pulang lebih awal dari jam seharusnya dia selesai bekerja.


Erni pun juga memberitahu suaminya untuk segera pulang begitu dia menceritakan semuanya. Dan Edi juga segera meminta ijin untuk pulang.


...****************...


Mohon dukungannya 🙏


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2