
Selama berada di Mall mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia. Sampai beberapa orang yang melihatnya memang mengira mereka adalah keluarga.
Selesai bermain di Mall, mereka berbelanja kemudian makan malam di foodcourt yang berada di Mall tersebut. Erni memesankan makanan untuk Brian dan kedua anaknya, setelah itu dia menuju meja dimana Brian dan kedua anaknya berada.
Sambil menunggu makanan mereka terlihat bercanda tertawa bersama. Dan kedekatan Brian dengan Sifa dan Leoni tidak canggung sama sekali.
Tidak berapa lama makanan yang mereka pesan pun datang, dan seorang pelayan mengantarkannya.
"Meja 9, ini pesanannya ya. Ada yang dibutuhkan lagi?" tanya pelayan sambil menaruh makanan dan minuman dimeja 9, meja tempat Erni berada.
"Sementara ini dulu Mbak, nanti kalau tambah kita pesan lagi." jawab Erni.
"Ow iya terima kasih. Selamat menikmati. Ihh lucunya Adek nempel terus sama Papanya." ucap pelayan sambil sedikit mencubit gemas pipi Leoni.
Erni sudah mau menjawabnya tetapi Brian segera mendahului.
"Iya ini anak Papa soalnya Mbak, jadi deket sama Papa. Ya dek ya." jawab Brian seakan membenarkan perkataan pelayan bahwa mereka adalah keluarga.
__ADS_1
Pelayan itu hanya tersenyum kemudian berlalu. Sedangkan Erni memutar bola matanya dan Brian hanya tersenyum meledek.
Setelah menyelesaikan acara makannya, mereka pun pulang kerumah karena memang waktu sudah malam.
...****************...
Waktu terus berlalu tetapi hubungan Brian dengan Erni hanya sebatas itu saja. Dan tanpa terasa besok adalah waktu dimana Edi sudah keluar dari tahanan.
Memang sesekali Erni masih mengunjungi Edi tetapi tidak terlalu sering karena memang hubungan mereka yang sudah menjadi mantan tetapi masih bersilaturahmi dengan baik.
Dan untuk kebebasan Edi nanti Erni sudah bilang bahwa dia tidak bisa datang karena pekerjaannya yang menumpuk dan tidak bisa ditinggalkan. Dan Edi memahami itu.
Hari kebebasan bagi Edi sudah tiba, selama 5tahun dia benar-benar menginstropeksi dirinya dan memperbaiki diri dengan sebaik-baiknya. Dan setelah ini dia berharap bisa menjadi manusia yang benar-benar berubah.
Perpisahan dengan teman-teman satu sel nya begitu mengharukan, banyak pesan dan kesan yang diberikan Edi kepada para juniornya.
Begitu sudah berada diluar, Edi sujud syukur karena benar-benar merasa bahwa Tuhan masih memberinya kemurahan untuk bisa kembali menghirup udara bebas diluar.
__ADS_1
Edi sudah berencana akan pulang kerumah Erni karena memang tujuan satu-satunya hanya rumah Erni. Meskipun nantinya dia akan mencari kost didaerah rumah Erni tetapi tujuan utamanya dikota dimana Erni dan kedua anaknya berada.
Edi menggunakan sisa uang penjualan mobilnya dulu yang sudah dipakai untuk keperluan selama dia dipenjara dan masih ada sedikit sisa yang cukup untuk hidup dirinya saja.
Edi menggunakan bis dengan tujuan rumah Erni karena untuk menghemat biaya. Edi tidak menghubungi Erni terlebih dahulu karena memang dia belum memiliki ponsel.
Begitu sampai didaerah rumah Erni, Edi harus berjalan beberapa meter lagi untuk bisa sampai didepan rumah Erni. Sambil berjalan Edi sesekali melihat keadaan disekitar dan ternyata memang tidak banyak berubah selama 5tahun ini. Dan kebetulan keadaan sepi jadi tidak ada orang yang bertanya ataupun menyapanya.
Ketika Edi sampai dikota tersebut hari sudah menjelang sore. Dan kebetulan saat itu Brian mampir kerumah Erni dan akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan untuknya.
Begitu Edi sampai didepan rumah Erni, dia melihat ada mobil mewah terparkir disana. Dan yang Edi tahu salah satunya adalah mobil milik Erni tetapi satunya lagi Edi tidak tahu. Ketika sedikit mendekat ke pagar Edi melihat dari luar ada seorang laki-laki tampan dan rapi sedang bermain dengan kedua anaknya. Dan juga terlihat Erni ada disana. Mereka sesekali tertawa bersama.
Edi yang melihat hal itu seakan teriris hatinya tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya dia hanya bisa melihat mereka dari kejauhan.
...****************...
Tetap semangat kakak 💪
__ADS_1
Hadiahnya ditunggu 🙏