
Sebelum Topan membuka pintu dia melihat terlebih dahulu dari celah pintu tetapi tidak terlihat siapa yang ada diluar. Kemudian dia segera membuka pintu dan saat itu juga Edi mendorong pintu sehingga terbuka lebar dan Edi masuk begitu saja.
"Hei siapa kamu? Main masuk aja ke kamar orang!" seru Topan dengan mengikuti Edi dari belakang. Tetapi sebelumnya Topan sudah menutup pintu terlebih dahulu.
Karena memang Topan belum pernah bertemu dengan Edi sehingga tidak tahu siapa suami Siska. Sedangkan Edi sendiripun juga tidak mengetahui bos di kantor Siska.
Edi hanya diam saja dan menuju ke ranjang untuk melihat apakah Siska ada disana. Tetapi karena Siska sedang di kamar mandi tentu saja dia tidak ada diranjang. Dan ketika Edi ingin berbalik kembali menuju ke pintu bersamaan dengan itu Siska keluar dari kamar mandi dan hanya memakai bathrobe.
"Mas.." ucap Siska tanpa menoleh ke depan. Karena memang dia tidak tahu apa yang terjadi sehingga juga tidak mengetahui bahwa Edi sudah berada dikamar mereka.
Edi dan Topan seketika menoleh bersamaan ke arah Siska dan didetik selanjutnya Siska pun melihat mereka. Betapa kagetnya Siska melihat Edi disana. Tetapi Siska mencoba tenang dan bersikap biasa.
"Mas Edi kog bisa disini?" tanya Siska tanpa merasa bersalah.
Edi menatap tajam ke arah Siska, dia hanya diam saja dan berjalan pelan menghampiri Siska.
__ADS_1
Topan yang menyadari keadaan didepannya pun seketika tahu bahwa yang memergoki mereka adalah suami dari Siska.
Begitu Topan ingin menghindar dengan cepat Edi segera memberi bogem mentah kepadanya, sehingga Topan yang tidak siap pun jatuh tersungkur dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.
"Aghhh...!" jerit Siska karena melihat perkelahian di depan matanya.
Edi pun kembali menghampiri Siska dengan masih menatap tajam kepadanya.
Siska yang takut pun hanya bisa pasrah apa yang akan dilakukan oleh Edi.
"Mas aku bisa jelasin semua. Ini gak seperti yang kamu lihat." ucap Siska dengan bergetar.
"Kamu juga bakal jelasin ini gak?" jawab Edi dengan suara dinginnya.
Siska membelalakan matanya dan terkejut kenapa bisa pil yang didalam tas nya bisa diambil oleh Edi. Pantas saja tadi dia mencari tidak ketemu.
__ADS_1
Tetapi karena Siska keras kepala dan tidak mau kalah dalam hal apapun dia pun dengan santai menjawab pertanyaa Edi.
"Ternyata Mas sudah tahu. Ya, seperti yang Mas tahu kan aku selamanya gak pernah mau punya anak jadi jangan salahin aku donk kalau aku minum pil itu." jawab Siska dengan senyum sinisnya.
"Tapi kenapa Siska? Bahkan aku sudah ninggalin istri ku hanya demi kamu! Dan sekarang lihatlah kelakuan kamu sudah seperti ******!" seru Edi menghampiri Siska dan memegang kedua bahu Siska dengan mengguncangnya dengan keras.
"Itu karena Mas Edi yang bodoh! Kenapa juga mesti bawa anak kamu juga mana suruh aku yang ngrawat." jawab Siska yang semakin menyulut emosi Edi.
"Kurang ajar kamu!" Edi menampar pipi Siska dengan keras dan berusaha untuk mencekik leher Siska. Karena perkataan Siska semakin membuatnya marah.
Siska yang merasa sudah tidak bisa bernafas hanya memukul-mukul tangan Edi yang berada dilehernya. Tetapi karena kekuatan Edi lebih besar jadi tidak berguna sama sekali meskipun Siska terus memukulinya.
Topan yang takut bahwa mungkin saja Siska tidak bisa selamat pun hendak membantu Siska dan berusaha menarik tangan Edi dari leher Siska. Tetapi karena Edi sedang diselimuti amarah maka tidak akan ada yang bisa menghentikannya.
...****************...
__ADS_1
Wow Edi kesetanan ðŸ¤ðŸ¤ª
Ayo-ayo dukung terus donk bestie biar semangat akunya 🥰