Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 20 (Session 2) END


__ADS_3

Saat ini jam menunjukkan waktunya untuk makan malam. Sebelumnya Erni sudah memasak dibantu oleh Siti. Erni sengaja memasak makanan kesukaan Edi karena memang kebetulan Edi berada dirumahnya.


Dan saat ini Edi sedang bermain bersama dengan kedua anaknya melepas kangen ketika Erni dan Siti menyiapkan makan malam. Beberapa saat kemudian Erni menghampiri mereka dan menyuruh untuk makan malam terlebih dahulu.


"Ayo anak-anak kita makan dulu. Ayo Mas makan." ucap Erni kepada kedua anaknya serta mantan suaminya tersebut.


"Iya Ma!" jawab Sifa dan Leoni serentak kemudian mereka segera berlari menuju ruang makan.


"Terima kasih ya Er." ucap Edi ketika berjalan beriringan dengan Erni menuju ruang makan.


"Terima kasih buat apa Mas?" tanya Erni.


"Hmm... Terima kasih buat makan malam nya hehe." jawab Edi asal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya Edi ingin mengutarakan keinginannya untuk kembali kepada Erni tetapi ini bukan waktu yang tepat apalagi saat ini mereka sudah berada dimeja makan.


Edi ingin ketika nanti akan bicara dengan Erni dari hati ke hati ditempat yang sedikit sunyi biar ada keseriusan diantara mereka. Karena Edi takut jika nanti ditempat rame atau masih ada anak-anak mereka, jawabannya Erni pasti akan tertunda.


Mereka menikmati makan malam mereka dengan bahagia, sudah seperti layaknya keluarga kecil yang sempurna. Edi melihat pemandangan seperti itu membuat dia semakin merasa bersalah terhadap dirinya sendiri, kenapa begitu tega meninggalkan mereka yang sangat menyayanginya. Dan tentu saja dia berharap bahwa kedepannya hal seperti ini tidak hanya mereka lakukan saat ini saja.


"Aku janji akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengembalikan tawa kalian lagi. Aku ingin hal ini tidak hanya terjadi sekarang saja tetapi besok dan seterusnya." batin Edi.


Dan tiba-tiba saja setelah berdoa dan berharap seperti itu membuat matanya berkaca-kaca, semua tidak menyadarinya karena fokus dengan makanan mereka. Tetapi tidak dengan Leoni, dia tahu bahwa Papanya sedang mengusap air matanya perlahan.


"Papa kenapa kog nangis? Makanan Mama gak enak ya?" tanya Leoni polos.


Tentu saja perhatian semua orang yang ada diruang tamu pun teralihkan. Seketika mereka kompak melihat ke arah Edi begitu mendengar perkataan Leoni.


"Gak sayang, Papa gak apa-apa. Masakan Mama enak kog, ini buktinya Papa mau tambah lagi." jawab Edi sambil tersenyum dan mengambil nasi serta lauk lagi supaya Leoni percaya apa yang dikatakannya.

__ADS_1


"Ow kirain masakan Mama gak enak hehe." ucap Leoni sambil terkekeh dan kembali menikmati makanannya begitu juga dengan Sifa dan Siti. Ya, Siti ikut makan satu meja bersama dengan mereka. Karena dari dulu Erni tidak pernah membedakan siapa Siti diantara keluarga mereka.


Dengan kedatangan Edi saat ini sebenarnya Siti sudah menolak untuk ikut makan dimeja yang sama, tapi sekali lagi Erni tetap menyuruhnya seperti biasa bahkan Edi juga tidak keberatan akan hal itu.


Mendengar jawaban Edi yang terlihat berbohong, Erni tidak percaya begitu saja. Dia masih menatap Edi seakan mencari kebohongan. Edi yang sadar bahwa sedari tadi Erni sedang menatapnya pun hanya melirik saja dan tersenyum kepadanya.


Beberapa menit berlalu akhirnya mereka selesai makan dan semuanya berada diruang keluarga tetapi sebelumnya Erni dan Siti sudah membersihkan piring kotor mereka. Mereka mengobrol sebentar kemudian karena waktu sudah beranjak malam maka Erni menyuruh anak-anaknya untuk segera tidur karena besok mereka akan bersekolah.


"Ayo anak-anak waktunya tidur. Jangan lupa gosok gigi dulu ya." ucap Erni.


"Iya Ma." jawab Sifa dan Leoni serentak.


Siti pun menemani Sifa dan Leoni menggosok gigi dan beristirahat bersama. Sedangkan Erni berjalan menuju dapur karena ingin membuatkan kopi untuk Edi yang masih berada dirumahnya.


Beberapa saat kemudian, Erni membawa kopi ke ruang keluarga dan meletakkan di meja didepan Edi.


"Kopinya Mas." ucap Erni.


Beberapa menit kemudian keduanya hening, karena merasa canggung jika harus berduaan seperti ini.


"Hmm... Er boleh aku ngomong sesuatu?" tanya Edi, setelah terdiam cukup lama.


"Mau ngomong apa Mas?" tanya Erni.


Edi tidak langsung menjawab tetapi dia bangkit berdiri dan merogoh saku celananya untuk mengambil sesuatu didalam sana kemudian berjalan menghampiri Erni yang saat itu duduk berhadapan dengannya kemudian berjongkok didepan Erni.


Erni yang tidak tahu apa yang dilakukan Edi pun terkejut. Dia sedikit memundurkan kakinya berjaga-jaga kalau-kalau Edi akan berbuat sesuatu. Tetapi kemudian Erni tertegun ketika Edi membuka kotak yang dia ambil dari saku celananya. Ternyata berisi sebuah cincin yang sangat indah.

__ADS_1


"Maukah kamu menikah kembali dengan ku Er?" tanya Edi dengan menatap mata Erni, karena secara tidak langsung Edi mengatakan kepada Erni tentang keseriusannya melalui sorot matanya.


"Maksudnya Mas?" tanya Erni. Bukan berarti dia tidak tahu apa maksud Edi. Tetapi Erni ingin meyakinkan apakah ini cuma mimpi atau hanya khayalannya saja.


"Aku melamarmu kembali. Maukah kamu jadi istriku lagi?" tanya Edi untuk kedua kalinya.


Jujur sebenarnya jauh sebelum Edi berkata seperti itu Erni sudah memutuskan jika suatu saat Edi ingin mengajaknya rujuk kembali maka keputusan Erni adalah YES.


Bukan berarti Erni tidak sakit hati sudah dikhianati tetapi Erni bisa melihat perubahan Edi yang jauh lebih baik beberapa tahun ini. Juga Erni ingin memberi Edi kesempatan untuk kedua kalinya.


Erni hanya tersenyum tanpa menjawab apapun. Hal itu sukses membuat Edi semakin grogi. Dia takut jika Erni menolaknya. Karena bagaimanapun Edi menyadari bahwa kesalahannya sangat fatal.


"Er?" tanya Edi ketika Erni masih saja tersenyum tanpa mau menjawabnya.


Tetapi tiba-tiba saja tangan kiri Erni terulur seakan menandakan bahwa Erni ingin Edi memasangkan cincin pada jari manisnya yang berarti bahwa Erni mau kembali padanya.


Edi pun terlihat tersenyum lebar kemudian dia segera mengambil cincin itu dan memasangkan pada jari manis Erni. Kemudian mencium tangan Erni begitu selesai memasangkannya.


"Terima kasih ya Sayang kamu sudah mau menerimaku kembali." ucap Edi dan menarik pelan tangan Erni untuk diajak berdiri kemudian memeluk Erni dengan sangat erat.


...🥀 Happy Ending 🥀...


Ini uda beneran ending ya kak, takutnya nanti bosen kalau terlalu lama ceritanya 🙂


Ow ya mungkin banyak yang kurang setuju kenapa Erni dan Edi bersatu kembali. Karena disini dari sudut pandang ku, Edi berhak mendapat kesempatan karena dia sudah menebus kesalahannya selama 5 tahun dipenjara dan begitu keluar dia mau berubah total menjadi lebih baik lagi. Maka dari itu tidak ada salahnya memberi kesempatan untuk Edi. 🙂


Itu sih alasan ku, semoga suka dengan karya yang aku persembahkan 🤗

__ADS_1


Jangan lupa dukung karya aku yang lain ya kak 🙏


Terima kasih jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏😍


__ADS_2