Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 39


__ADS_3

Sedangkan dirumah, Erni menjalani usahanya dengan giat. Dia menyayangi kedua anaknya sama rata tidak membedakan antara keponakan dan anak kandung. Karena bagaimanapun Sifa sudah dirawat sejak dia lahir meskipun tidak terlahir dari rahimnya sendiri.


Erni terlihat begitu sangat menyayangi kedua anaknya, begitupun Edi dia sudah bisa menerima Sifa sebagai anaknya sendiri meskipun dihati kecilnya tetap Leoni yang terbanyak kadar kasih sayangnya.


Erni selalu percaya kepada suaminya, padahal kalau boleh jujur dia merasa cemburu kalau Edi dekat dengan cewek lain. Tetapi karena menjadi sopir taksi online adalah pekerjaannya sekarang jadi mau tidak mau Erni harus bisa mengeyampingkan perasaan pribadinya. Bagaimanapun Edi pasti bertemu dengan banyak penumpang yang berbeda-beda.


Maka dari itu setiap Edi meminta berhubungan suami istri Erni akan selalu siap kapan saja meskipun kadang dia sendiri merasa lelah karena seharian mengurus kedua anak mereka. Tetapi itu adalah salah satu cara Erni agar Edi tidak bisa berpaling darinya meskipun nanti akan banyak ketemu wanita yang lebih dari Erni. Padahal tanpa Erni tahu saat ini Edi sudah mulai akan tergoda dengan salah satu penumpangnya, yang tentu saja dari penampilan beda jauh dengan istrinya dirumah.


...****************...


Begitu Siska masuk ke dalam mobil, lagi-lagi Edi disuguhi oleh pemandangan yang tidak bisa sedikitpun dia lewatkan. Akan sangat percuma jika dia menyia-nyiakan.


"Mau minta tolong apa Mbak?" tanya Edi begitu Siska sudah menutup pintu mobil.


"Sabar donk Mas baru juga masuk hehe. Uda jalan dulu aja nanti aku kasih tahu." jawab Siska dengan ambigu.

__ADS_1


"Iya Mbak."


Di dalam perjalanan Siska mau minta tolong ditemani dikontrakannya karena dia akan diancam akan didatangi oleh beberapa orang pria yang akan menyakitinya, dengan alasan suka kepada Siska tetapi ditolak olehnya. Dan tentu saja Siska berbohong dengan hal itu.


"Ini Mas bukti chatnya tadi dia kirim pas jam istirahat ku." Siska menunjukkan bukti chat kepada Edi yang berisi ancama-ancaman oleh nomor yang tidak dikenal.


Tentu saja sudah Siska skenario sebelumnya, dia mengirim dengan menggunakan ponsel yang 1 nya.


Siska sengaja lebih mendekat kepada Edi sehingga paha mulusnya semakin terpampang nyata dan belahan da-danya semakin terlihat jelas. Edi menjadi tidak fokus menyetir, beberapa kali dia menahan sesak dibawah sana dan keringat dinginnya mulai terlihat. Karena mau bagaimanapun matanya dengan sendiri melirik ke arah Siska terus.


Siska melihat kebagiam bawah Edi, dan terlihat disana sudah benar-benar menyembul, Siska tersenyum dalam hati.


"Mas Edi kepanasan ya? Apa AC nya kurang dingin?" tanya Siska karena melihat dahi Edi yang semakin berkeringat dan dengan sengaja mengelap keringat Edi dengan punggung tangannya.


Tentu saja Edi semakin tidak tahan dengan sentuhan halus dari Siska.

__ADS_1


"Ekhem.. Maaf Mbak saya lagi nyetir takut terjadi apa-apa nanti." tolak Edi dengan halus sambil memegang tangan Siska yang ada didahinya untuk ditaruh kesamping.


Tapi tanpa sepengetahuan Edi justru Siska menggenggam tangannya dan ditaruh diatas pahanya sendiri, kemudian dengan sengaja dinaik turunkan sehingga Edi akhirnya bisa merasakan paha mulus yang selalu dia lihat itu.


Edi memelankan laju mobilnya, dia menoleh kepada Siska tetapi Siska pura-pura tidak melihat dan semakin bermain dengan tangan Edi.


Edi sebagai cowok normal, dia mengikuti permainan Siska. Edi dengan sengaja sedikit meremas paha Siska, dan entah sengaja atau tidak Siska justru mende-sah pelan.


"Ahh.. Mas Edi mulai nakal." kata Siska dengan senyum genitnya dan melepaskan tangan Edi.


"Hehe maaf Mbak, habisnya tangan saya dipegang Mbak terus." jawab Edi dengan sengaja menggoda Siska.


Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan untuk sampai di kontrakan Siska.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2