
Begitu sampai dirumah, Siska segera memasak untuk makan malamnya dengan Edi. Dan tentu saja tiada hari tidak pernah mereka berhenti absen untuk berhubungan suami istri. Tetapi tanpa sepengetahuan Edi, Siska sebenarnya KB steril sehingga sedikit kemungkinan untuk memiliki anak. Karena menurut Siska anak kecil itu sangat merepotkan dia tidak mau jika punya anak nanti akan membatasi kebebasannya. Dan alasan Siska kemarin bahwa ingin bersama anaknya Edi pun hanya kata-kata saja supaya Edi segera melepaskan istrinya dan bisa menikah dengannya. Masalah anaknya Edi akan dia pikirkan nanti setelah Siska berhasil menikah dengan Edi.
Edi yang memang tidak tahu menganggap bahwa Siska benar-benar tulus kepada anaknya nanti. Sehingga dalam hatinya memang sudah niat akan meninggalkan Erni. Meskipun nanti dia tidak bisa menggugat cerai Edi berencana bahwa biar Erni saja yang akan mengguggat cerai dirinya.
Malam telah datang, Edi pun bersiap akan pulang setelah dia mendapatkan kepuasan bersama dengan Siska setelah pulang kerja tadi.
"Aku pulang dulu ya Yank." kata Edi sambil mengancingkan kemeja nya.
Siska pun mendekat ke arah Edi membantu mengancingkan kemejanya. Setelah selesai Siska beralih ke belakang Edi dia memeluk erat Edi dari belakang seakan enggan untuk meninggalkannya dan semakin menempelkan parfum ke kemeja Edi. Tentu saja dengan posisi seperti itu Edi dapat jelas merasakan sesuatu yang kenyal menempel di punggungnya. Siska sengaja kembali menggoda Edi supaya Edi selalu ingat dengan dirinya. Siska mencium dan menye-sap tengkuk Edi dan memberi tanda merah disana tanpa Edi sadari.
"Ahh....!" Edi hanya bisa mendesah menikmati sentuhan Siska.
"Yank, uda donk jangan goda terus kalau kamu kayak gini terus aku gak jadi pulang lho." ucap Edi dengan menahan gairah. Tetapi tidak mungkin dia kembali melakukan dengan Siska karena memang sudah malam dan tidak mungkin mereka akan melakukan hanya sebentar pasti membutuhkan waktu paling tidak 2jam.
Akhirnya Siska melepaskan ciumannya tetapi dia malah semakin erat memeluk Edi dari belakang. Pelan namun pasti Edi memutar tubuh Siska sehingga mereka saling berhadapan.
"Kenapa sih kog jadi manja gini?" tanya Edi yang melihat Siska lain dari biasanya.
__ADS_1
"Jangan pulang." rengek Siska sambil cemberut.
"Jangan gitu donk Yank, kan besok kita masih bisa ketemu lagi." jawab Edi.
Siska seketika langsung melepaskan pelukannya.
"Ya uda pulang sana!" usir Siska dengan kesal dan cemberut.
"Lhoh kog gitu sih." jawab Edi dengan terkekeh.
Kemudian Edi menarik pinggang Siska untuk dipeluknya dari samping kemudian memberi ciuman panas kepada Siska. Ciuman keduanya pun terlepas setelah mereka merasa kehabisan nafas.
Siska hanya mengganggukkan kepalanya. Akhirnya setelah drama kepulangan itu selesai, Edi segera pulang kerumahnya tanpa dia tahu Vera menginap dirumah mereka karena kebetulan besok hari libur nasional.
...****************...
Sedangkan dirumah Erni, terlihat Vera, Sifa dan Leoni sedang bermain dan bercanda bersama. Tetapi Erni terlihat gelisah karena menunggu suaminya yang belum pulang padahal waktu sudah malam, karena tidak biasanya Edi akan pulang selarut itu hanya akhir-akhir ini saja. Itupun selalu alasan bahwa banyak penumpang, dan sebenarnya memang Edi membawa uang yang lumayan tentu saja sebagian dari Siska.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya mobil Edi pun memasuki halaman rumah mereka. Sifa dan Leoni yang sudah hafal dengan suara mobil ayahnya pun segera menyambut kedatangannya diteras rumah.
"Papa...!" seru Sifa dan Leoni bersamaan begitu melihat Edi keluar dari mobilnya.
"Halo Leoni sayang..!" jawab Edi tanpa disadarinya yang dia panggil hanya Leoni saja tidak dengan Sifa.
Deg!
Vera dan Erni hanya saling pandang seakan pandangan mereka mengatakan sesuatu yang sama-sama mereka pikirkan.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mohon dukungannya terus ya kak like, komen dan hadiah 🙏
Lagi di fase malas mikir dan nulis ini 😭😭
__ADS_1
Dukung karya aku yang lain ya, uda ada yang end sama masih ada yang on going 🙏