
"Apa Bapak Brian balik lagi Bu?" tanya Siti yang masih sangat penasaran dengan majikannya tersebut.
"Eh tapi mobilnya gak ada ya, trus naik apa donk Pak Brian." belum sempat Erni menjawab Siti lebih dulu menjawab pertanyaannya sendiri.
Erni yang melihatnya hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Siti.
Begitu selesai memasak, Siti segera membantu Erni untuk menata makanan diatas meja dan bersamaan dengan itu terlihat Edi yang sudah selesai mandi dan menghampiri mereka.
Siti yang kaget dengan kedatangan Edi pun hampir saja menjatuhkan piring yang sedang dipegangnya dan untung saja ada Erni yang sigap membantunya.
"Waduhh biyung, kog ada Bapak?" tanya Siti seperti melihat hantu.
"Hati-hati donk Sit, awas jatuh piringnya!" seru Erni menaruh piring yang dibawa Siti keatas meja.
"Iya maaf Bu, soalnya Siti kaget." jawab Siti.
"Gimana kabar kamu Siti?" tanya Edi menghampiri keduanya.
"Alhamdulillah Siti baik-baik saja Pak, Bapak sudah bebas?" tanya Siti senang, dia segera menjabat tangan seseorang yang secara tidak langsung sudah mengantarnya kepada keluarga yang menyayanginya.
__ADS_1
"Sudah hari ini tadi saya bebas Sit." jawab Edi.
"Ya sudah Mas silahkan duduk, aku panggilkan anak-anak dulu ya." ucap Erni berjalan menuju kamar anak-anaknya.
Dan disana kedua anaknya sedang belajar bersama.
"Hai sayang, belum selesai belajarnya?" tanya Erni begitu dia masuk ke dalam kamar dan menghampiri kedua anaknya.
" Belum Ma, masih banyak." jawab Sifa yang memang mendapat banyak tugas dari sekolahan.
"Nanti dilanjut lagi belajarnya, sekarang kita makan dulu. Mama punya kejutan buat kalian!" seru Erni sengaja membuat Sifa dan Leoni penasaran.
"Ayo kita makan dulu, karena kejutannya ada diruang makan." jawab Erni dengan tersenyum.
Dan hal itu semakin membuat penasaran kedua anaknya. Sifa dan Leoni pun segera menghentikan belajarnya dan berdiri untuk segera mengikuti perintah Mamanya.
Mereka bertiga pun segera keluar dari kamar menuju ruang makan. Begitu sampai dipintu ruang makan Sifa dan Leoni melihat seseorang yang duduk dikursi membelakangi mereka. Tentu saja mereka sangat penasaran.
"Siapa Ma Om itu?" tanya Leoni dengan berbisik karena takut jika orang yang tidak dikenalnya itu mendengar.
__ADS_1
Sifa dan Leoni tentu saja lupa dengan perawakan tubuh Papanya. Karena selama 5 tahun belakangan mereka hanya bertemu sesekali saja. Dan tubuh Edi pun terlihat lebih kurus sekarang ini.
"Ya itu kejutan yang Mama bilang Dek." jawab Erni dengan berbisik juga. Dia memperhatikan ekspresi kedua anaknya yang terlihat sangat kebingungan.
Erni mengajak kedua anaknya menghampiri Edi. Dengan langkah takut-takut Sifa dan Leoni mengikuti langkah Erni.
"Mas..." panggil Erni begitu jarak mereka sudah dekat.
Seketika Edi menoleh mendengar suara panggilan mantan istrinya yang begitu lembut. Dan tentu saja kedua matanya bisa melihat langsung kedua anaknya yang berdiri tak jauh darinya.
Edi pun segera bangkit berdiri dan menghampiri Sifa dan Leoni. Sifa dan Leoni pun merasa awal-awalnya takut tetapi ketika Erni memberitahukan bahwa itu adalah Papa mereka, mereka pun akhirnya mau mendekat kepada Edi.
Dengan mata berkaca-kaca Edi memeluk erat kedua anaknya. Anak yang selama 5tahun ini sangat dia rindukan, akhirnya dia masih diberi kesempatan untuk bisa bertemu kembali.
Erni dan Siti yang melihat pemandangan tersebut sangat terharu.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Hadiah yukk ahh.... 🙏