
"Itu anak adik ku yang meninggal kemarin mas, anaknya selamat tapi adik ku gak. Tapi mulai dari kemarin dia jadi anak aku. Karena memang dia satu-satunya keluarga yang aku miliki sekarang. Tuhan sudah mengambil adikku tapi Tuhan berikan gantinya yaitu anak itu." ungkap Erni panjang lebar dengan senyum simpul untuk menutupi sesak di dadanya.
Edi yang mendengar penjelasan Erni pun merasa menyesal karena sudah berpikir yang tidak-tidak tentang Erni.
"Mulia sekali hati kamu Er.." puji Edi.
"Ahh.. Mas Edi bisa aja. Karena itu memang tanggung jawab aku sekarang."
"Trus kalau kamu kerja anak kamu sama siapa?" tanya Edi yang masih penasaran dengan hidup Erni.
"Sahabatku uda cariin orang mas, besok orangnya baru datang buat jagain baby Sifa." jujur Erni.
"Ow namanya Sifa, cantik banget kayak kamu eehh.. kayak anak kamu maksudnya hehe." sebenarnya Edi berkata jujur tentang hatinya saat ini tapi dia merasa malu untuk mengakui. Karena entah kenapa setelah tadi berhadapan dengan Erni, dia merasa Erni menjadi semakin dewasa dan tambah cantik.
Erni hanya tersenyum saja mendengar pujian itu.
__ADS_1
Mereka pun mengobrol sampai waktu sudah agak malam dan Edi pamit untuk pulang. Tidak lupa dia minta nomor ponsel Erni terlebih dahulu, dengan alasan untuk menjalin silaturahmi. Padahal sebenarnya dia mau melakukan pendekatan dengan Erni.
Edi adalah cowok yang cukup romantis. Dia akan sayang kepada pasangannya ketika menjalin hubungan yang serius. Dan dia termasuk cowok yang mapan dan mau bekerja keras.
Sudah lama Edi naksir dengan Erni, tetapi dulu dia masih belum berani untuk mengajak Erni serius karena dia merasa bahwa Edi belum punya apa-apa jadi tidak berani untuk mengajak Erni melangkah bersama, meskipun dulu hanya sekedar pacaran saja.
Akhirnya setelah merasa diri pantas untuk dicintai Erni, Edi pun mencari keberadaan Erni sekarang. Karena keluarga Erni yang sempat pindah rumah jadi Edi terpaksa harus kehilangan jejak dan lebih berusaha untuk mencari keberadaan Erni.
Berbekal dari info yang dia dapat dari banyak temannya, akhirnya Edi berhasil menemukan Erni. Juga info bahwa adik Erni meninggal, jadi dia bisa punya alasan untuk menemui Erni dan menyampaikan bela sungkawa.
Di dalam kamarnya, Erni sudah berbaring diranjang. Tapi matanya belum juga bisa terlelap. Dia menatap langit-langit kamarnya serta mengingat-ingat pertemuan kembali dengan Edi tadi dirumahnya.
"Ahh mas Edi gak berubah ya, masih tetap ganteng! Cakep bener ya." batin Erni dengan senyum-senyum sambil membayangkan wajah Edi.
"Ngomong-ngomong uda punya pacar belum ya? Kog tadi aku gak tanya sih?" sedang asyik melamun tiba-tiba baby Sifa menangis dengan kencang.
__ADS_1
"Oe..Oe..Oe.."
Seketika lamunan Erni pun buyar.
"Ahh aku mikirin apa sih! Ini kepala emang perlu digetok!" Erni memukul pelan kepalanya.
"Baby Sifa jadi nangis kan huft.. Maaf sayang mama gak duain kamu kog, mama lagi mikir cariin papa buat kamu hehehe." ucap Erni sambil terkekeh pelan dan menghampiri baby Sifa untuk diberi dot.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak
Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1