Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 10 (Session 2)


__ADS_3

Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai juga di bandara Ngurah Rai, Bali. Selama diperjalanan mereka benar-benar menikmati perjalanan dengan gembira apalagi Leoni dan Sifa, karena memang ini adalah pengalaman pertama mereka bepergian jauh. Tetapi jujur saja jika mereka ditanya tentang liburan kali ini maka mereka akan menjawab bahwa liburan kali ini kurang komplit karena tidak ada Ayah mereka bersama dengan mereka.


Erni pun mengajak Sifa, Leoni dan Siti untuk naik taksi menuju hotel yang sudah mereka pesan sebelumnya. Siti membantu membawakan koper.


20 menit berlalu taksi yang mereka tumpangi sudah sampai di hotel dan mereka segera check in kemudian masuk ke dalam kamar setelah mendapatkan kuncinya.


Begitu sampai didalam kamar Sifa, Leoni dan Siti dibuat takjub lagi dengan pemandangan pantai yang bisa dilihat langsung dari dalam kamar.


"Wahh Kak, itu pantai! Asyik kita main dipantai!" seru Leoni dengan gembira.


"Iya Dek, kita nanti bikin istana pasir ya!" jawab Sifa tidak kalah gembiranya.


Mereka sebelumnya sudah diberitahu Erni bahwa akan bermain di pantai juga sehingga mereka sudah mempersiapkan semuanya untuk nanti bermain dipantai.


"Ayo sekarang aja kak!" seru Leoni bersemangat.


"Eh gak boleh Dek. Kan kita baru sampai istirahat dulu kita makan dulu nanti kalau sakit gimana? Kan kita disini masih lama jadi masih bisa main nanti." tegur Erni menasehati.


Karena kedua anak Erni adalah anak yang penurut akhirnya mereka mengikuti apa yang dikatakan Erni.


Saat ini mereka sudah berada direstoran dihotel tersebut. Setelah merasa cukup mereka pun kembali ke kamar dan tentu saja Sifa dan Leoni sudah bersiap akan bermain dipantai. Karena kamar mereka memiliki akses untuk sampai di pantai sehingga tidak perlu harus keluar ke lobby dahulu.


"Siti kamu temani anak-anak ya, jangan sampai bermain terlalu ke dalam pantai. Di pinggir aja, kalian bisa bermain pasir pantai." ucap Erni.

__ADS_1


"Siap Bu! Siti juga mau bikin istana pasir hehe." jawab Siti dengan semangat.


Erni hanya tersenyum karena melihat orang-orang yang mereka sayangi juga bahagia.


Akhirnya mereka bertiga pun menuju ke pantai, sedangkan Erni hanya mengawasi saja dari kejauhan. Kemudian memotret ketiganya dan mengirimkan kepada Edi sebagai bukti bahwa mereka sudah sampai di Bali dengan selamat dan saat ini sudah bersenang-senang.


"Mas, kami sudah sampai dengan selamat. Lihatlah anak-anak bahagia semua Mas. Terima kasih ya Mas sudah kasih anak-anak pengalaman liburan yang menyenangkan." tulis Erni pada caption foto yang dikirim kepada Edi.


Begitu selesai mengirim Erni pun menunggu balasan dari Edi. Setelah menunggu beberapa saat tetapi tidak juga mendapatkan balasan membuat Erni gelisah. Tanpa dia sadari dia mulai bergantung kepada Edi, meskipun kehadiran Edi hanya melalui dunia maya.


Ponsel Erni berdering, Erni pun semakin merasa gugup. Ternyata Edi tidak membalas pesannya justru dia langsung menghubunginya lewat video call. Membuat Erni salah tingkah, dia berdehem dan sedikit merapikan rambutnya sebelum menjawab panggilan dari Edi.


Begitu Erni menggeser tombol hijau terlihatlah disana wajah tampan yang memenuhi layar ponsel Erni. Erni tertegun memandanginya hingga suara dari Edi membuyarkan lamunan nya.


"Ehm gak Mas, tadi baru ambil minum gak tahu kalau ada telepon." jawab Erni dengan sedikit gugup karena dia berbohong.


"Ow gitu, kamu gak ikut main ke pantai?" tanya Edi lagi.


"Gak Mas, aku lihat dari sini aja. Tu anak-anak seneng banget Mas." jawab Erni sambil mengarahkan kamera ke depan untuk memperlihatkan kedua anaknya dan Siti yang bermain dipantai.


"Iya mereka terlihat bahagia." jawab Edi yang ikut bahagia.


"Udah biarin anak-anak main sekarang kameranya hadapin ke kamu donk masa aku suruh lihat anak-anak terus aku juga pengen lihat wajah kamu." lanjut Edi.

__ADS_1


Erni pun kembali mengarahkan kamera kewajahnya. Dia tersipu mendengar apa yang dikatakan Edi.


"Nah gini kan cantik." ucap Edi lagi.


Erni tidak bisa berkata apa-apa dia hanya bisa terus tersipu malu.


"Kamu sehat kan?" tanya Edi.


"Iya sehat Mas. Mas Edi juga kan?" tanya Erni balik.


"Harus sehat demi kalian." jawab Edi sesuai dengan yang ada dihatinya.


Untuk kesekiankalinya Erni tersipu malu karena perkataan Edi.


Akhirnya mereka pun mengobrol sebentar kemudian Edi berpamitan karena dia harus kembali bekerja.


...****************...


Tetap semangat 💪


Jangan lupa mampir di cerita sequel nya ya kak judulnya Love at The First Sight dan di favoritin juga biar tahu kalau uda up 🤗


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2