
Malam ini Vera sengaja menginap dirumah Erni dan tidur bersama dengan Sifa, karena besok Vera mendapat jatah libur jadi dia bisa tidur dengan Sifa untuk mengobati rasa kangennya. Keluarga Vera sudah pulang sedari tadi karena ada acara selanjutnya.
Saat ini Vera sedang berada diteras rumah Erni, dia baru saja membuat susu coklat hangat dan ingin meminumnya di teras sambil memandangi langit yang malam ini terlihat sangat cerah.
Dia baru saja menidurkan Sifa, setelah tertidur pulas Vera dengan perlahan keluar dari kamar dan menuju ke teras rumah.
Erni juga baru saja menyusui Leoni dan sudah tertidur pulas begitu juga dengan Edi karena keduanya kecapekan setelah acara perayaan ulang tahun.
Erni yang merasa haus dia ingin mengambil air minum didapur, tetapi begitu dia keluar dari kamar dia melihat pintu depan terbuka sedikit. Dan lampu teras sedikit menyala terang, karena setiap malam Erni sudah terbiasa memberikan penerangan yang temaram di teras saja.
"Kog pintunya masih buka? Perasaan tadi sudah dikunci, trus lampu depan juga masih nyala gitu." gumam Erni dengan berjalan menuju pintu.
Begitu sampai didepan pintu dan akan menutupnya Erni melihat bayangan orang yang sedang duduk, kemudian dia mengintip ternyata Vera yang berada diluar.
__ADS_1
"Kirain siapa Ver, bikin kaget aja kamu. Kog tiba-tiba ada diluar bukannya tadi uda tidur sama Sifa?" tanya Erni kemudian ikut duduk disamping Vera.
"Iya lagi gerah aja pengen diluar Er. Sifa uda tidur daritadi." jawab Vera tanpa menoleh kepada Erni.
Erni merasa bahwa sahabatnya ini ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Karena Erni sudah berteman sangat lama dengan Vera sehingga dia sudah begitu mengenalnya. Erni sengaja diam saja menunggu apa yang akan disampaikan oleh sahabatnya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Vera mulai membuka percakapan.
"Er boleh tanya sesuatu?" tanya Vera dengan perlahan karena takut menyinggung perasaannya. Karena bagaimanapun ini menyangkut soal Edi dan Edi adalah suami dari Erni, pasti Erni akan membelanya apapun yang terjadi.
"Menurut mu gimana sikap Mas Edi kepada Sifa setelah adanya Leoni?" tanya Vera langsung pada intinya karena dia tidak mau berbelit-belit lagi.
"Maksud kamu Ver?" tanya Erni dengan mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Sorry Er, aku tidak bermaksud apa-apa. Tapi aku bisa melihat sendiri bagaimana Mas Edi memperlakukan Sifa dengan sedikit berbeda dari Leoni. Kamu tahu kenapa tadi aku sengaja membelikan kado untuk Sifa?" tanya Vera dengan menoleh kepada Erni untuk melihat reaksi Erni.
Erni hanya menggelengkan kepala pelan.
"Aku lihat Sifa duduk dipojokan sendiri dia melihat kado yang banyak hanya untuk adiknya, tapi kalau nanti dia minta dia takut dimarahi papanya karena semua kado itu milik adiknya. Sifa yang bilang sendiri seperti itu sama aku Er...." ungkap Vera dengan mata sedikit berkaca-kaca karena mengingat percakapannya dengan Sifa beberapa jam yang lalu.
Erni hanya diam saja dan terus mendengarkan perkataan Vera.
"Makanya aku sengaja beli beberapa aksesoris aku bungkus kado semua biar dia merasa bahwa dia juga mendapat banyak kado tidak hanya adiknya saja. Tapi kamu tahu Er, dia dengan tulus memberi 1 kado yang besar untuk adiknya." lanjut Vera mengingat apa yang dilakukan Sifa tadi.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏