
Begitu selesai sarapan Edi segera berpamitan kepada Erni dan kedua anaknya. Kemudian segera melajukan mobilnya menuju kontrakan Siska.
Siska saat itu memang sengaja belum mandi dia akan berpura-pura bangun kesiangan dan meminta Edi untuk menunggunya.
Setelah kurang lebih 30 menit berkendara, akhirnya Edi sampai dikontrakan Siska. Dan terlihat rumah Siska pintunya masih tertutup rapat. Edi diam sejenak didalam mobil, dia menebak apakah mungkin Siska belum bangun. Akhirnya setelah 15 menit menunggu dan ponsel Siska tidak bisa dihubungi, Edi pun keluar dari mobilnya dan menuju rumah Siska.
Perlahan dia mengetuk pintu tetapi tidak ada sahutan. Setelah beberapa kali mengetuk akhirnya Siska membuka pintu dengan penampilan yang baru saja bangun tidur. Rambut yang sedikit acak-acakan dan juga baju tidur yang terbuka dibeberapa bagian tetapi masih terlihat cantik.
Edi sedikit kaget karena disuguhi oleh pemandangan yang sungguh indah. Karena merasa gugup akhirnya Edi menghela nafas pelan. Sedangkan Siska tentu saja berakting seolah baru saja bangun tidur. Padahal sedari tadi dia mengecek apakah Edi sudah datang atau belum.
"Eh.. Maaf Mas Edi aku kesiangan. Tadi malam kebangun habis gitu gak bisa tidur lagi. Tungguin bentar gak apa-apa kan? Yuk masuk dulu." Siska segera menarik pelan tangan Edi untuk duduk di sofa.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari Edi, Siska segera masuk kedalam kamarnya dan dengan sengaja tidak menutup pintu agar Edi bisa melihat langsung dari tempat dia duduk. Siska segera mandi setelah itu dia keluar kedalam kamarnya hanya dengan berbalut handuk pendek, tentu saja tidak bisa menutupi seluruh bagian tubuhnya.
Sampai didepan meja rias Siska terlebih dahulu memakai body lotion ke seluruh tubuh. Dan dia sengaja sedikit membungkuk agar Edi bisa melihat dari arah belakang, tentu saja Siska berpura-pura tidak menyadari apa yang dia lakukan.
Edi tentu saja seperti mendapatkan tontonan gratis. Dia menelan salivanya dengan susah payah. Bingung harus bersikap seperti apa. Seandainya dia tidak menjaga image pasti saat itu juga dia akan menerjang Siska. Tetapi karena Edi masih takut untuk melakukan hal itu akhirnya dia hanya diam saja dan sesekali melirik Siska yang masih melakukan aksinya itu.
Siska yang sudah tidak tahan ternyata Edi laki-laki yang baik akhirnya berinisiatif yang akan menggodanya. Setelah selesai memakai body lotion, Siska berbalik badan dan menghampiri Edi. Edi yang tahu bahwa Siska mendekat semakin dibuat gugup karena tentu saja kelelakiannya tidak bisa diajak berkompromi. Dia sudah tegak menantang.
Tetapi Siska hanya tersenyum menggoda dan terus berjalan pelan kearah Edi dengan berlenggak lenggok. Begitu sampai dihadapan Edi, Siska segera duduk dipangkuannya dan mengalungkan tangannya dileher Edi. Setelah itu sedikit memiringkan kepalanya dan berbisik ditelinga Edi.
"Aku hari ini libur Mas, mau berduaan saja sama Mas Edi." bisik Siska tepat ditelinganya dan sedikit memberikan jila-tan agar Edi semakin terang-sang.
__ADS_1
Edi hanya memejamkan mata untuk menetralisir rasa yang entah kenapa tiba-tiba saja berdesir dihatinya.
"Maaf maksudnya gimana ini ya?" tanya Edi begitu dia membuka mata. Dia menanyakan tentang sikap Siska yang tiba-tiba saja menjadi seperti itu. Dan membiarkan Siska tetap berada dipangkuannya.
"Jujur saja aku menyukai Mas Edi waktu pertama kali kita bertemu, sejak saat itu aku gak bisa lupain Mas Edi." ungkap Siska, entah itu jujur dari hatinya ataukah hanya untuk sekedar mendapatkan hati Edi.
Deg!.
...****************...
Tetap semangat donk 💪
__ADS_1
Pokoknya aku selalu promo karya-karya ku yang lain ya kak, jangan lupa favoritin dan mohon dukungannya 🙏