
Saat ini Vera dan Erni sedang makan siang bersama di sebuah Mall. Karena keduanya libur kerja akhirnya memutuskan untuk sekedar mencuci mata di Mall dan sekalian makan siang bersama.
"Tumben kamu ngajak ke Mall Er? Biasanya juga kalau aku ajak kamu gak mau." ucap Vera sambil menikmati makanan yang baru saja diantar oleh pelayan.
Ya, untuk sekedar mengalihkan pikiran Erni dari permasalah rumah tangganya, Vera selalu mencoba mengajak Erni untuk sekedar jalan-jalan di Mall tapi Erni selalu saja menolak dengan berbagai alasan. Tetapi saat ini Vera merasa heran karena Erni lah yang mengajaknya untuk jalan ke Mall.
"Iya gak tahu aja ni hatiku rasanya lagi seneng gitu dan aku gak tahu karena apa. Tiba-tiba aja gitu ngerasa bahagia." ucap Erni sambil terus mengembangkan senyuman.
Erni merasa dihatinya begitu lega, seperti beban yang selama ini dia rasakan terangkat semua. Tetapi dia tidak tahu kenapa bisa seperti itu.
Vera mengerutkan keningnya sambil menatap sahabatnya itu.
"Kamu mau dapat arisan mungkin?" jawab Vera.
"Gak lah, orang aku gak pernah ikut arisan masa iya dapat." jawab Erni dengan terkekeh.
__ADS_1
"Trus apa donk?" tanya Vera lagi.
"Gak tahu, kan aku uda bilang gak tahu."
"Ya uda kalau kamu lagi bahagia boleh donk aku pesen lagi makanannya buat di bawa pulang hehe." ucap Vera sambil tersenyum memamerkan deretan giginya yang putih.
"Yeee kalau itu sih mau kamu." jawab Erni.
Meskipun begitu Erni tetap memberikan apa yang sahabatnya minta. Akhirnya mereka pun menghabiskan waktu bersama di Mall setelah itu keduanya pun pulang kerumah Erni karena Vera sudah berjanji akan menginap disana malam ini.
...****************...
Jujur saja Edi merasa takut karena baru kali ini dia melakukan kejahatan besar hingga sampai berurusan dengan pihak kepolisian. Tetapi lebih baik dia menyerahkan diri dan mengakui kesalahannya daripada nanti hukumannya akan semakin berat.
Akhirnya setelah beberapa kali mengetuk pintu, Edi pun membukanya. Begitu dibuka langsung saja salah satu polisi bertanya kepada Edi.
__ADS_1
"Dengan Bapak Edi?" tanyanya.
"Iya saya sendiri." jawab Edi mencoba tenang. Padahal kalau boleh jujur saat ini tubuhnya terasa gemetar karena ketakutan.
"Kami membawa surat penangkapan untuk Bapak atas kasus pembunuhan atas nama Ibu Siska dan penganiayaan kepada Bapak Topan di hotel XX. Mari Bapak ikut ke kantor polisi untuk memberi keterangan lebih lanjut." dan segera saja beberapa polisi yang lain memborgol tangan Edi tanpa perlawanan.
Saat Edi dibawa masuk ke dalam mobil tahanan, beberapa tetangganya pun melihat karena pada hampir sore di daerah rumah Edi banyak orang yang suka berkumpul. Dan seluruh tetangga Edi melihat hal itu hampir semua berbisik-bisik untuk menanyakan apa yang terjadi.
Begitu di dalam mobil tahanan, Edi didampingi oleh beberapa polisi bersenjata lainnya sehingga jika Edi akan melarikan diri akan sangat sulit. Ketika mobil tahanan sudah berjalan meninggalkan rumahnya, Edi hanya bisa menatap nanar rumah yang beberapa bulan ini menjadi tempatnya berpulang dan berteduh.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1