Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 94


__ADS_3

Begitu sampai didepan istrinya Topan segera merangkul pinggangnya dan mengajak masuk ke dalam kamar. Bu Suci masih diam saja dia mengikuti ke mana Topan akan mengajaknya.


"Mami capek ya? Sini duduk dulu." ucap Topan sambil akan mendudukkan istrinya di sofa. Tetapi Bu Suci tetap bergeming dia memilih untuk tetap berdiri.


"Kenapa rumah kayak kapal pecah?" hanya 1 kalimat itu yang keluar dari mulut Bu Suci. Dengan nada yang menahan amarah dan tentu saja dengan tatapan tajamnya.


"Ow itu tadi Papi gak sengaja nyenggol vas bunga Mi." jawab Topan ragu. Karena dia tidak bisa menebak apakah istrinya sudah mendengar berita itu atau belum.


"Kamu jangan bohong Mas! Jangan kamu kira aku bodoh tidak tahu apa-apa! Sudah sering aku kasih kamu kesempatan dan tidak untuk kali ini! Sekarang juga keluar dari rumahku!" ucap Bu Suci dengan amarah yang sudah memuncak.


"Mi jangan gitu, please maafin Papi sekali ini aja. Papi janji gak lakuin hal itu lagi Mi." ucap Topan memohon sambil memegang tangan istrinya. Tetapi Bu Suci segera menepis tangan Topan.

__ADS_1


"Sudah tidak ada kesempatan lagi buat kamu! Sekarang juga cepat pergi dari rumah ku!" seru Bu suci dengan menunjuk Topan dan menyuruh untuk keluar dari rumahnya.


Topan yang sudah tertutup mata hatinya tanpa sengaja melihat gunting yang berada diatas meja rias. Dia segera berjalan cepat untuk mengambil gunting tersebut dan mengarahkan kepada istrinya.


"Aku tidak akan pergi dari rumah ini sebelum kamu kasih setengah harta kamu!" ucap Topan tanpa punya rasa malu.


Bu Suci pun kaget dengan apa yang dilakukan Topan. Sebagai manusia biasa tentu saja dia tidak mau mati konyol hanya karena sebuah gunting.


"Apa maksud kamu? Ini semua hartaku jauh sebelum aku menikah dengan kamu." jawab Bu Suci berani, meskipun sebenarnya dia merasa gemetar.


Tentu saja Bu Suci pun menghindar, berjalan mundur perlahan. Karena posisinya sudah tidak bisa lagi mundur dia terhalang tembok, Bu suci pun berhenti.

__ADS_1


"Sekarang kamu tulis surat kuasa yang menunjukkan bahwa aku pemilik setengah dari harta ini!" seru Topan masih terus mengintimidasi istrinya.


Topan pun semakin mendekat dan mereka hampir tidak berjarak. Bahkan gunting yang Topan bawa sudah dia angkat keatas seakan-akan jika istrinya tidak menuruti keinginannya maka gunting tersebut akan menusuk perutnya.


Diwaktu yang bersamaan Pak Jono masuk kedalam kamar dan melihat adegan itu tanpa Topan sadari, tentu saja tanpa berpikir panjang segera memukul Topan dari belakang dengan vas bunga yang berada dikamar majikannya. Dan seketika Topan pingsan.


Pak Jono waktu itu mengecek kembali mobilnya sebelum diparkir digarasi rumah, karena memang itu tugasnya setiap kali pulang dari mengantar majikannya. Karena terkadang ada barang yang masih tertinggal di mobil. Dan benar saja waktu itu Pak Jono menemukan paper bag yang bertuliskan nama toko di salah satu Mall yang sempat Pak Jono datangi ketika mengantar majikannya.


Kemudian seperti biasa Pak Jono ingin memberikan kepada majikannya, tetapi ketika masuk ke dalam rumah Pak Jono kaget melihat keadaan rumah yang berantakan kemudian tanpa sengaja mendengar pertengkaran majikan mereka didalam kamar yang kebetulan pintunya terbuka. Dan dari suara pertengkaran mereka Pak Jono mendengar bahwa sang Nyonya sedang tidak baik-baik saja. Maka dari itu Pak Jono segera mengambil tindakan itu.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiah yok 🙏


__ADS_2