
Sedangkan Siska, Edi dan Leoni sendiri sudah kembali melakukan perjalanan menuju rumah baru mereka. Dan tentu saja Leoni tidak tinggal diam dia selalu bertanya dimana Mama dan juga kakaknya serta mau kemana mereka, pertanyaan itu terus yang dia ajukan. Tetapi Siska dan Edi pun selalu memberi alasan kepadanya. Akhirnya dengan sendirinya Leoni merasa bosan dan hanya ikut saja dengan mereka.
3 jam berlalu, akhirnya mereka sampai dirumah baru mereka. Sebuah perumahan yang tidak begitu mewah tetapi sangat nyaman untuk ditempati. Mereka akan memulai hidup baru mereka disana.
Edi pun memarkirkan mobilnya dihalaman rumah tersebut kemudian turun dari mobil dan diikuti oleh Siska dan juga Leoni.
"Rumah siapa ini Pah?" tanya Leoni lugu.
"Rumah kita sayang." jawab Siska. Dia yang lebih dulu menjawab pertanyaan Leoni.
"Trus nanti Mama sama Kakak juga tinggal disini?" tanya Leoni lagi.
Siska dan pun saling pandang, kemudian Edi mendekati Siska dan mengelus punggungnya seakan mengatakan untuk sabar sebentar menghadapi Leoni.
__ADS_1
"Gak donk Dek, kan Mama sama Kakak sudah dirumah itu." jawab Edi.
Meskipun tidak puas dengan jawaban sang Ayah akhirnya Leoni pun menurut saja.
Dan mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah. Siska meminta tolong bagian properti diperumahan tersebut untuk membantunya benah-benah rumah. Dari mulai memasukkan barang-barangnya yang sudah datang dengan melalui jasa pindahan rumah yang dia pesan dan juga menatanya. Jadi seharian itu mereka gunakan untuk membuat nyaman tempat tinggal mereka terlebih dahulu.
...****************...
Sedangkan di kediaman Vera, diruang keluarga disana terlihat Ibunya Vera, Erni dan juga Vera sendiri. Mereka akan membicarakan tentang kepindahan Sifa. Sedangkan Sifa sedang bermain dengan Mbaknya yang bekerja di rumah Vera.
Erni pun diam sejenak memikirkan perkataan Ibunya Vera. Dan jika benar Sifa pergi ke Surabaya maka dia akan hidup sendiri selama Edi dan Leoni belum kembali. Tetapi jika Sifa tetap bersamanya bagaimana dengan masa depannya? Sedangkan dia sendiri saja tidak bekerja, akan ada orang yang membiayai hidupnya dengan baik masa dia tolak.
Erni tidak mau egois dia tidak mau memikirkan dirinya sendiri, dia harus memikirkan masa depan anaknya. Akhirnya Erni pun memutuskan untuk mengijinkan Sifa pergi ke Surabaya sesuai dengan rencana awal yang sudah mereka sepakati.
__ADS_1
"Erni tidak mau egois Tan, Erni mau Sifa memiliki masa depan yang jelas. Erni ikhlas Sifa Tante bawa ke Surabaya sedangkan nanti disini Erni akan kembali bekerja sembari menunggu Leoni kembali Tan." jawab Erni dengan suara bergetar menahan tangisnya.
"Tante tidak akan memaksa jika kamu tidak siap Erni. Untuk masalah di Surabaya nanti bisa Tante batalkan kalau memang kamu tidak mengijinkan." ucap Ibunya Vera masih mencoba memberi Erni kesempatan bersama dengan Sifa.
"Tidak Tante, Erni sudah memikirkannya. Kasihan Sifa dia harus mendapat masa depan yang jelas." jawab Erni yakin.
Seketika Ibunya Vera pun memeluk dengan sayang sahabat dari anaknya tersebut. Ibunya Vera bisa merasakan sungguh besar pengorbanannya.
"Pokoknya kamu tetap semangat banyak berdoa berserah kepada sang pemilik hidup. Tante yakin pasti akan ada jalan keluar yang terbaik." bisik Ibunya Vera didalam pelukannya.
Erni hanya bisa menjawab dengan anggukan dan juga semakin terisak.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏